Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2

Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2
Mengakui Kebohongan


__ADS_3

Keesokan harinya,Aqeela menjadi marasa tak enak hati karena telah membohongi suaminya.


Setiap detiknya ia dihantui rasa bersalah,"Sekarang apa yang harus aku lakukan?" Gumamnya.


Aku telah membohongi suamiku,aku sudah berdosa! Bagaimana ini? Bagaimana jika dia tidak mau memaafkanku? Fikirnya.


"Huufffftt....Baiklah lebih baik aku jujur saja!" Aqeela bertekad.


Nizam baru saja keluar dari kamar mandi,ia menyaksikan sosok istrinya yang sepertinya sedang gelisah.


"Kamu kenapa?" Tanyanya.



"Ehm...Tidak apa-apa." Jawabnya belum jujur,"Kamu mau kemana pagi-pagi begini sudah rapi?" Lanjutnya bertanya.


"Mengajakmu jalan-jalan." Jawabnya sembari tersenyum.


"Kemana?" Aqeela mengernyit.


"Sudah sana bersiap saja! Tidak perlu banyak bertanya!" Titahnya.


"Ehm...Baiklah." Dengan berat hati Aqeela menurutinya.


Beberapa saat kemudian,Aqeela telah siap untuk ikut dengan suaminya.


"Aku sudah siap!" Seru Aqeela.



"Ayo berangkat!" Ajaknya.


Aqeela mengikuti suaminya dari belakang.


Saat telah sampai di lantai bawah,kedua belah keluarga tengah bersarapan di meja makan.


Kebetulan Saskia dan Fami tadi malam menginap di rumah besan mereka.


"Kalian mau kemana pagi-pagi begini sudah rapi?" Tanya Vita.


"Kita mau pergi jalan-jalan Ma." Jawab Aqeela.


"Ehmm....Pengantin baru lengket terus ya!" Ejek Saskia.


"Sudah,biarkan saja mereka lengket seperti itu! Jika terus begitu,itu akan mempermudah kita memdapat cucu." Tukas Fami.


"Hahaa....Betul sekali itu!" Timpal Alvin.


Aqeela tersenyum paksa.


Bahkan mereka sudah berfikir sejauh itu! Batin Aqeela.


"Kenapa kalian melamun disana?" Seru Vita,"Ayo kemari! Sarapan dulu!" Titahnya.


"Kita sarapan di luar saja Ma!" Tolak Aqeela.


"Kamu itu kebiasaan! Setiap Mama ajak sarapan pasti menolaknya dengan alasan nanti saja di luar!" Tukas Vita.


"Benar Kata Aqeela,kami akan mencari sarapan di luar saja!" Nizam membela istrinya.


"Baiklah." Ucap Vita pasrah.

__ADS_1


"Kami pamit! Assalamu'alaikum...." Ucap Nizam diiringi Aqeela sembari bergantian menyalami tangan orang tua serta mertuanya kemudian berlalu.


"Wa'alaikumsalam..."


Saat telah di halaman rumah,"Pakai mobil aku saja! Ini kuncinya!" Aqeela menyerahkan kunci mobilnya pada Nizam.


"Baiklah." Nizam setuju.


Mereka menaiki mobil tersebut lalu Nizam mulai melajukannya hingga keluar dari halaman rumah Aqeela.


Di tengah perjalanan,"Sebenarnya kamu mau mengajakku kemana?" Aqeela membuka obrolan.


"Ke suatu tempat yang membuat kita merasa nyaman berada disana." Jawabnya.


Aqeela tak lagi menjawabnya.Selang beberapa saat setelah obrolan tadi,Nizam menghentikan mobilnya.


"Kita telah sampai." Ucapnya sembari turun dari mobil.


Aqeela pun mengikuti langkah suaminya.


Bukannya ini taman yang pertama kali mempertemukan aku dengannya? Fikir Aqeela.


Nizam duduk di sebuah bangku kosong,"Aqeela? Mengapa kamu melamun?" Tanyanya.


"Ehm..." Aqeela akhirnya duduk di samping suaminya.


"Sebentar lagi akan ada penjual nasi kuning yang melewati taman ini." Seru Nizam,"Maafkan aku Aqeela! Aku belum mampu mengajakmu jalan-jalan ke tempat yang mewah." Lanjutnya sendu.


"Tidak masalah." Tukas Aqeela,"Oh ya,panggil saja aku Qeela!" Lanjutnya.


"Baiklah." Jawabnya sembari tersenyum.


Beberapa saat kemudian,yang ditunggu-tunggu akhirnya datang.


"Siap Mas." Jawabnya sembari langsung membuatkan pesanan.


"Ini pesanannya Mas." Penjual tersebut menyodorkan kantong kresek pada Nizam.


Nizam menerimanya dan tak lupa ia membayarnya kemudian penjual nasi kuning itupun berlalu.


"Untuk kamu." Nizam memberikan satu kotak nasi kuning tersebut pada Aqeela.


"Terimakasih." Ucapnya.


Mereka menyantap nasi kuning tersebut di taman yang suasananya benar-benar sepi membuat perasaan menjadi rileks.


Seusai makan,"Apa ada suatu tempat yang ingin kamu kunjungi?" Tanya Nizam.


"Tidak ada." Jawab Aqeela cepat,"Tapi ada yang ingin aku katakan padamu!" Lanjutnya.


"Apa itu? Katakan saja!" Seru Nizam.


"Sebelumnya aku sangat meminta maaf padamu! Dan kumohon maafkan aku!" Ucap Aqeela sembari memejamkan matanya.


"Katakan saja! Kamu tidak perlu takut! Aku tidak akan memarahimu!" Tukas Nizam.


"Sebenarnya,aku sedang tidak datang bulan! Maaf karena semalam sudah berbohong!" Jelasnya lirih,"Kamu boleh memarahiku tapi tolong maafkan aku!" Lanjutnya.


"Aku sudah tahu kalau semalam kamu berbohong." Balas Nizam.


"Ka-kamu sudah tahu? Kapan?" Tanya Aqeela gugup.

__ADS_1


"Iya,saat pertama kali kamu mengatakan kebohongan itu!" Jawabnya,"Aku bisa lihat dari matamu dan satu lagi saat kamu shalat malam aku melihatnya." Lanjutnya masih menjelaskan.


"Maafkan aku! Aku tidak bermaksud berbohong di malam pertama kita!" Aqeela tak kuasa menahan air matanya.


"Tidak apa-apa." Jawabnya singkat.


"Aku hanya belum siap saja semalam!" Tukas Aqeela,"Seharusnya aku tidak egois! Seharusnya siap atau tidak aku tetap harus menjalankan tugasku." Lanjutnya.


"Aku sudah katakan semalam,kamu tidak perlu takut! Karena aku tidak akan menuntutnya." Tutur Nizam.


"Sekali lagi maafkan aku! Aku takut berdosa karena telah membohongi suamiku! Aku juga takut jalan masuk syurgaku terhalang karena sekarang syurgaku ada pada suamiku." Tutur Aqeela dalam kondisi belum berhenti menangis.


Nizam menenangkannya,"Sudah,berhentilah menangis! Aku sudah memaafkanmu!" Nizam mengelus lembut bahu istrinya.


Tanpa fikir panjang Aqeela tiba-tiba saja langsung memeluk Nizam,"Aku janji tidak akan seperti itu lagi!" Tutur Aqeela.


"Iya,berhentilah menangis!" Titahnya.


Aqeela mengusap bersih air mata di pipinya,"Aku akan menjadi pembimbing di setiap kekuranganmu! Aku juga akan menjadi lautan maaf atas segala kesalahanmu!" Tegas Nizan.


Aqeela terharu mendengar setiap untaian kata yang Nizam ucapkan,"Terimakasih." Ucap Aqeela sembari tersenyum.


Satu kebohongan telah diakui! Tinggal satu kebohongan lagi! Mengapa dia tidak mengakuinya juga bahwa dulu dia pernah bertemu denganku? Apa dia gengsi? Sebaiknya aku harus sedikit bersabar menunggunya mengaku! Batin Nizam.


Nizam memastikan area sekitar taman lalu setelah dipastikan aman,ia memeluk istrinya dengan erat dan Aqeela pun membalasnya.


"Mengapa kamu bertingkah seperti pencuri? Kitakan sudah halal! Jadi tidak perlu takut orang berfikiran kita berjinna." Tukas Aqeela.


"Taman ini dekat majlis tempat aku berbagi ilmu,jadi aku takut ada mereka yang mengenaliku lalu suudzon kepada kita karena aku belum memberitahu mereka kalau aku sudah menikah." Jelas Nizam dan Aqeela mengangguk faham.


Tiba-tiba datang seorang wanita menghampiri mereka,"Mas Nizam?" Panggilnya.


Lalu mereka menoleh,"Kamu?" Tukas Nizam.


"Mas Nizam sedang apa disini? Dan itu siapa?" Tanya Laura.


"Ini istriku,Aqeela." Jawab Nizam.


"Istri?" Raut wajah Laura seketika berubah menjadi sendu.


"Iya." Jawabnya,"Maaf,kami harus segera pergi dari sini! Assalamu'alaikum...." Nizam meraih tangan istrinya lalu berlalu.


"Mengapa kita pergi? Dan siapa wanita tadi?" Tanya Aqeela heran.


Namun Nizam tak menjawabnya,ia hanya fokus melajukan mobil yang mereka tumpangi supaya segera pergi dari tempat ini.


.


.


.


Author : MasyaaAllah😍Ya Allah bungkus satu dong yang seperti Mas Nizam buat Author😆


Netizen : Emangnya odading di bungkus?😆😆


Author : Hahaaaa....


*


Terimakasih untuk para readers yang masih setia💕Semoga kalian tidak pernah bosan yaa😉🙏

__ADS_1


Author mengucapkan terimakasih banyak kepada Kak @Indra_wati yang telah memberikan Author Vote😙Kakak adalah orang pertama yang kasih Author dukungan berupa Vote di karya ini❤😍Semoga sehat selalu dan dilimpahkan rezekinya ya kak😊Aamiin yarobbal 'alamiin😊❤


YANG BELUM LIKE DAN VOTE SEGERA YA😉AUTHOR TUNGGU😆TERIMAKASIH💕💕


__ADS_2