
Setelah genap satu jam tertidur,kini keduanya terbangun setelah mendengar kumandang adzan dzuhur.
"Mesjid disini sebelah mana?" Tanya Nizam.
"Aku juga tidak tahu! Sebaiknya kamu tanyakan saja pada nenek!" Jawab Aqeela.
"Eh cucu kakek sudah bangun!" Sapa Pandu.
"Kek!" Nizam menyapanya kembali dengan menyalimi tangannya.
"Ini suaminya Qeela?" Tanyanya memastikan.
"Iya kek!" Jawab Nizam ramah,"Oh iya kek,mesjid sebelah mana? Nizam mau shalat." Lanjutnya.
"Kebetulan kakek juga mau ke mesjid,ayo kita berangkat bersama!" Ajak Pandu.
"Baik kek." Nizam mengikuti Pandu.
"Qeela sudah shalat belum?" Tanya Wina.
"Hehee belum nek,kalau begitu Qeela shalat dulu ya!" Seru Aqeela sembari berlalu.
15 menit kemudian,Pandu dan Nizam kembali dari mesjid.
"Ayo kita makan! Pasti kalian sudah lapar karena perjalanan jauh tadi." Ajak Wina.
"Ayo Mas." Aqeela mengajak Nizam.
Kini mereka tengah menikmati makan siang.
Setelahnya,mereka mengobrol sejenak,"Kakek tadi darimana?" Tanya Aqeela pada Pandu.
"Seperti biasa,kakek dari sawah." Jawabnya.
"Oh..." Aqeela mengangguk.
"Udara di kampung ini masih sangat segar ya! Masih asri!" Nizam angkat bicara.
"Iya,namanya juga kampung!" Tukas Pandu,"Kalian tidak mau jalan-jalan? Kalau mau,kalian bisa pakai motor kakek!" Lanjutnya menawarkan.
"Ide bagus kek! Qeela mau!" Ucap Aqeela antusias.
"Tapi-----." Nizam hendak menolaknya.
"Ayolah Mas!" Aqeela membujuknya.
"Ehmm....Yasudah iya!" Nizam akhirnya setuju.
Nizam dan Aqeela pergi menaiki motor yang dikendarai Nizam,"Eh Mas motornya kok terasa lungak-lengok begini?" Aqeela khawatir.
__ADS_1
Nizam mengerem mendadak,"Maaf ya Qeela,sebenarnya aku tidak bisa mengendarai motor!" Ucap Nizam jujur.
"Hah? Kamu yang benar saja?!" Tukas Aqeela tak percaya.
"Iya,aku belum lancar mengendarai motor!" Seru Nizam lesu.
"Yasudah,kalau begitu aku saja yang mengendarainya!" Ucap Aqeela yakin.
"Memangnya kamu bisa?" Nizam tak mempercainya.
"Tentu!" Jawab Aqeela sombong.
"Ehemm...Apa nanti kamu tidak akan malu membonceng pria? Seharusnya kan wanita yang dibonceng!" Tegas Nizam.
"Lebih baik malu daripada celaka!" Aqeela mengejeknya.
"Yasudah terserah kamu saja!" Nizam mengikuti arahan Aqeela.
Kini posisi mereka berbalik,Aqeela di depan dan Nizam di belakang.
"Qeela? Sebaiknya kita pulang! Lain kali kita jalan-jalan lagi tapi menaiki mobil!" Saran Nizam.
"Eitss kamu ini payah!" Ejek Aqeela.
Akhirnya Aqeela menuruti saran suaminya dan memutar balik motornya untuk kembali pulang.
"Qeela? Kamu marah?" Tanya Nizam setelah sampai di rumah.
"Maafkan aku ya,aku janji hal ini tidak akan terulang lagi!" Nizam membujuk Aqeela.
"Hemm....Lupakan saja!" Tukas Aqeela.
"Karena kamu sudah memaafkanku,apapun yang kamu mau akan kuturuti tapi besok ya!" Nizam mencubit hidung Aqeela.
"Kamu memang paling bisa membujukku!" Ledek Aqeela.
"Sekarang kita mengobrol saja di kamar,aku masih lelah!" Ajak Nizam dan Aqeela menyetujuinya.
*
Malam harinya tepatnya pada pukul 21.00 WIB.
"Mas,apa kamu ingin segera punya anak?" Tanya Aqeela tiba-tiba.
"Setiap pasangan suami istri pasti ingin memiliki anak Qeela." Jawabnya santai.
"Berapa anak yang kamu inginkan?" Aqeela bertanya kembali.
"11 anak cukup." Jawab Nizam sembari menyeringai.
__ADS_1
"Hah? Banyak sekali!" Bantah Aqeela.
"Banyak anak banyak rezeki Qeela." Tutur Nizam.
"Iya Pak Ustadz,tapi jujur istrimu ini tak sanggup jika harus melahirkan anak sebanyak itu!" Aqeela memelas.
"Lahirnya tidak sekaligus tapi bertahap!" Tukas Nizam.
"2 anak saja cukup." Aqeela meyakinkannya.
"Terlalu sedikit! 7 saja!" Bantahnya.
"Hmm....2 saja!" Aqeela kekeh.
"Yasudah 3 saja!" Nizam menguranginya lagi.
"Pokoknya 2!" Aqeela memelas.
"Hahaa...Kamu ini apa-apa diseriuskan! Semuanya Allah yang atur,jadi berapapun harus kita syukuri!" Tegas Nizam,"Memangnya kenapa tiba-tiba kamu menanyakan perihal anak?" Lanjutnya heran
"Entahlah,rasanya aku ingin segera punya baby." Aqeela mulai berkhayal.
"Oh begitu yaa...." Nizam mengangguk-angguk,"Kalau begitu kita ikhtiarkan lagi saja!" Lanjutnya tersenyum penuh makna.
"Maksud kamu?" Aqeela tidak memahaminya.
" Jika kita menginginkan sesuatu hendaknya kita berikhtiar terlebih dahulu untuk mendapatkan apa yang kita inginkan itu!" Jelas Nizam.
"Jangan berbelit-belit,katakan saja apa intinya?" Tukas Aqeela.
"Kamu bilang tadi ingin segera punya baby,kalau begitu ayo kita berusaha lebih keras lagi!" Nizam menjatuhkan tubuh istrinya ke ranjang.
"Dasar nakal!" Gerutu Aqeela.
Aqeela tidak bisa menolaknya hingga kini terjadilah malam panjang lagi bagi mereka dalam rangka ikhtiar membuat anak.
.
.
.
Uhuuyy Mas Nizam ada aja tingkahnya😆
Btw Author ingin mengucapkan 👉Jazakallahu khairan katsiran fiddunya wal akhirah 《 Semoga Allah mengganti kebaikan kalian dengan kebaikan yang berlipat ganda di dunia dan akhirat》 Aamiin😊
Terimakasih banyak untuk yang sudah kasih Author Vote di novel ini😊Semoga kalian betah baca karya Author ini😎Semoga Author nggak bikin kalian kecewa dengan kekurangan Author dalam menulis cerita ini🙏
Pokoknya I ❤ You geberer-gebeeerr daahh😆😆👇👇
__ADS_1
Yang belum Vote serta like Author tunggu yaa😂❤