
Nizam kembali menghampiri Aqeela setelah selesai menghubungi orang tua serta mertuanya.
"Bagaimana?" Tanya Aqeela tidak sabar.
"Mereka setuju! Besok mereka akan datang kemari untuk menemani anak-anak di rumah ini." Jawab Nizam.
"Jadi keputusannya selama kita tidak ada di rumah,twins girl akan tetap tinggal disini?" Aqeela menanyakan kesimpulannya.
"Heem." Jawab Nizam.
"Baiklah." Aqeela terlihat sumringah.
"Yang awalnya menolak keras untuk honeymoon kini jadi yang paling bersemangat!" Sindir Nizam.
"Aku merasa sangat bahagia." Tutur Aqeela.
"Aku akan lebih bahagia jika selalu melihatmu bahagia." Tutur Nizam.
"Oh ya Mas,memangnya kita akan pergi honeymoon kemana?" Tanya Aqeela.
"Kamu maunya kemana?" Nizam malah balik bertanya,"Kalau aku tentu kemana pun siap!" Lanjutnya.
"Aku tidak mau jauh-jauh ke luar negri! Aku ingin ke tempat yang ada dalam negri saja!" Jelas Aqeela.
"Tadinya aku mau menawarkanmu pergi ke Istanbul,Turki." Tutur Nizam.
"Itu terlalu jauh!" Bantah Aqeela.
"Berhubung kamu tidak mau pergi ke luar negri,jadi rencana itu batal!" Ucap Nizam,"Kalau begitu kita Bali saja! Bagaimana?" Lanjutnya menawarkan.
"Bali?" Aqeela langsung tersenyum,"Iya,kita ke Bali saja!" Lanjutnya dengan antusias.
"Oke jadi real ya kita ke Bali?" Nizam memastikannya lagi.
"Iya." Jawab Aqeela pasti.
"Kebetulan aku punya teman yang memiliki sebuah resort di Bali,jadi aku akan meminta bantuannya untuk menyewakan salah satu kamar yang bernuansa romantis!" Seru Nizam sembari meraih ponselnya.
Ia dengan cepat menghubungi temannya itu hingga akhirnya nanti ia tinggal terima beres.
"Masalah penginapan sudah selesai! Kini kita tinggal mengurus tiket pesawat!" Seru Nizam.
Triiing...
Notif sebuah pesan masuk yang berasal dari ponsel Aqeela.
__ADS_1
✉Qeela,tidak perlu memesan tiket pesawat! Papa sudah mengurusnya! Anggap saja sebagai hadiah honeymoon untuk kalian! Tapi keberangkatannya besok! ~ Papa Alvin.
✉Wahh...Baik Pa! Terimakasih ya! ~ Aqeela.
Aqeela tersenyum-senyum sendiri membaca pesan singkat dari Papanya itu.
"Siapa?" Tanya Nizam seperti curiga.
"Papa,katanya kita tidak perlu memesan tiket pesawat karena Papa sudah menyiapkannya sebagai hadiah honeymoon!" Jawab Aqeela.
"Huufft...Alhamdulillah...." Nizam terlihat sangat lega.
"Tapi jadwal penerbangannya besok!" Seru Aqeela menambahkan.
"Besok?" Nizam berubah memjadi kaget.
"Iya." Jawab Aqeela santai.
"Kalau begitu ayo bersiap-siap sekarang! Kita harus packing-packing barang yang akan kita bawa!" Ajaknya terburu-buru.
"Kenapa kamu buru-buru sekali? Kita akan berangkat besok bukan sekarang!" Tukas Aqeela.
"Qeela! Cepat!" Nizam menarik tangannya.
Keesokan paginya,
Orang tua Nizam serta orang tua Aqeela sudah berada di rumah Aqeela dan Nizam.
"Oma? Umi sama Abi mau pelgi kemana?" Tanya Syifa pada Vita.
"Pergi honeymoon sayang." Jawab Vita.
"Hamun itu apa?" Timpal Syafa.
"Honeymoon bukan hamun!" Timpal Saskia,"Jadi honeymoon itu artinya bulan madu!" Lanjutnya.
"Bulan madu itu apa Oma?" Celoteh keduanya.
"Aduh aku harus menjelaskan apa ya pada twins girl ini?" Saskia kebingungan.
"Bulan madu itu adalah proses membuat adik kalian!" Timpal Alvin santai.
"Pak Alvin jangan meracuni otak cucu-cucuku yang polos ini!" Tukas Saskia memperingati.
"Jadi Umi dan Abi pelgi kalena mau membuat adik bayi ya Opa?" Kini twins girl jadi bertanya pada Alvin.
__ADS_1
"Tanggung jawab!" Tegas Saskia sembari berlalu.
"Ehmm...Ya begitulah." Alvin memutar bola matanya.
Beberapa saat kemudian Aqeela dan Nizam telah siap untuk berangkat dengan membawa 1 koper yang berukuran besar.
"Aqeela,Nizam hati-hati ya! Kabari kami jika sudah sampai nanti!" Seru Vita.
"Baik Ma." Jawab keduanya.
"Semoga setelah ini kita akan mendapat kabar gembira lagi!" Seru Saskia.
"Selamat bersenang-senang!" Seru Fami.
"Jangan lupa untuk lebih giat berusaha supaya cepat dapat momongan lagi!" Seru Alvin.
"Iya Ma,Mi,Pi,Pa!" Jawab keduanya,"Kami titip twins girl!" Lanjutnya.
"Syafa,Syifa! Jangan nakal ya! Turuti perkataan Oma dan Opa!" Aqeela beralih pada kedua putrinya.
"Iya Umi! Tapi Umi halus janji nanti jika sudah pulang halus membawa hadiah untukku dan Syifa!" Jawab Syafa.
"Baiklah tuan putri!" Aqeela terseyum seraya berjongkok lalu memeluk kedua putrinya.
Setelahnya disusul oleh Nizam,"Kalian baik-baik ya disini!" Serunya dan dijawab anggukan oleh twins girl.
"Kami berangkat! Assalamu'alaikum...." Ucap Nizam dan Aqeela bersamaan seraya berlalu pergi diantar oleh supir pribadi Alvin.
"Wa'alaikumsalam..." Jawab mereka.
"Have fun!" Ucap mereka bersamaan saat mobil itu mulai bergerak dan pergi.
Twins girl melambaikan tangan mungil mereka pada Abi dan Umi mereka.Seketika ada perasaan sedih yang menerpa batin Aqeela sebagai seorang Ibu yang harus berjauhan dengan twins girl kesayangannya.
Namun ia mencoba untuk tetap tegar karena mengingat niat awalnya pergi untuk bersenang-senang bukan untuk bersedih-sedihan.
.
.
.
Alhamdulillah tugas yang kemarin udah beres😊Rasanya hati Dedek lega banget😆Mudah"an setelah ini nggak ada yang ngasih tugas lagi😅Supaya bisa fokus menghafal materi aja nggak perlu ngerangkum terus nulis materinya😥Soalnya minggu depan PAS😆Jadi harus banyak menghafal ya kan?😆😊
Semoga kalian tetap setia dengan karya Dedek ini😍Hayu ah hatur nuhun sadayana anu tos ngalike sareung masihan Vote ka Dedek mugia sing dilalancarkeun rezekina Aamiin😊
__ADS_1