Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2

Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2
Hanya Menguji


__ADS_3

Dini hari tepatnya pukul 03.00 keduanya terbangun dan langsung melakukan mandi wajib.


Setelah itu mereka melaksanakan shalat tahajud dan dilanjut tadarus al-qur'an sambil menunggu datangnya waktu shubuh.


*


Seusai shalat shubuh Aqeela bergegas menemui neneknya dan Nizam membaca buku di kamar.


"Nek,Qeela bantu ya?" Aqeela menawarkan diri.


"Memangnya Qeela mau masak apa?" Tanya Wina.


"Nasi goreng dan telur dadar." Jawabnya cepat,"Sekarang,nenek duduk manis saja! Qeela akan membuat sarapan yang enak untuk kita semua!" Lanjutnya.


Benar saja Wina terpaksa menurutinya dengan hanya menjadi penonton dari kegiatan memasak yang Aqeela lakukan.


30 menit kemudian....


"Selesai!" Seru Aqeela,"Sekarang kita hanya tinggal menghidangkannya ke meja makan!" Lanjutnya bersemangat.


"Nenek akan membantumu!" Sahut Wina.


Kedua wanita itu menghidangkan sarapan dengan rapi di meja makan.


"Panggil suamimu untuk sarapan! Nenek juga akan memanggil kakek!" Titahnya.


"Baik nek." Aqeela segera menyusul suaminya ke kamar.


"Mas? Ayo sarapan?" Panggilnya.


"Hmm....Sebentar!" Nizam merapikan buku-buku yang berantakan di ranjang.


"Cepat!" Aqeela memperingatinya.

__ADS_1


Kini mereka sudah berada di meja makan dan melangsungkan sarapan.


"Tumben nasi goreng buatanmu ini rasanya pas! Biasanya selalu kemanisan!" Sindir Pandu pada Wina.


"Tentu saja rasanya pas,karena ini bukan buatanku tapi buatan Qeela!" Tukas Wina.


"Uhukkk....Uhukk..." Nizam mendadak tersedak.


"Ya Allah Mas! Makannya pelan-pelan!" Aqeela menyodorkan segeles air putih pada Nizam.


Setelah Nizam minum,ia menatap tajam Aqeela.


"Hehee....Viss✌!" Aqeela tersenyum seolah tak bersalah.


"Nizam sudah kenyang!" Nizam beranjak dari kursi meja makan,"Permisi!" Lanjutnya berlalu.


"Dia kenapa?" Tanya Pandu heran.


"Mas?" Panggilnya.


Nizam tak mengubrisnya,"Aku minta maaf! Aku tidak bermaksud membohongi kamu!" Aqeela mengecilkan suaranya.


"Pernah tidak kamu mengerti arti dari sebuah kejujuran?" Tanya Nizam menegaskan.


"Maafkan aku! Hari itu aku hanya mengujimu saja! Aku ingin tahu bagaimana reaksimu saat tahu aku tidak bisa memasak!" Aqeela menjelaskannya.


"Qeela,jujur itu lebih baik daripada harus menyertai segala sesuatu dengan kebohongan!" Tegas Nizam.


"Tapi aku memang tidak pandai memasak! Yang aku bisa hanya memasak nasi goreng,mie instan dan goreng telur! Sudah! Hanya itu saja!" Jelas Aqeela.


"Itu artinya kamu bisa memasak! Meskipun hanya beberapa makanan saja!" Tukas Nizam.


"Sekali lagi,maafkan aku ya! Aku hanya ingin tahu bagaimana reaksimu saat mengetahui kekuranganku!" Ucap Aqeela lirih.

__ADS_1


Nizam memeluknya,"Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan! Dan aku tidak akan pernah mempermasalahkan kekuranganmu! Tapi ku ingatkan,jangan pernah berbohong! Aku paling tidak suka dibohongi! Kejujuran itu penting Qeela! Karena kejujuran merupakan kunci sebuah kepercayaan." Nizam menasehatinya.


Aqeela menangis,"Maafkan aku!" Ucapnya.


"Sekarang kamu sudah tahukan,bahwa aku tidak akan pernah mempermasalahkan kekuranganmu!" Nizam memperingatinya.


"Ku fikir waktu itu kamu akan bereaksi menyesal karena telah menikah dengan wanita yang tidak pandai memasak sepertiku!" Tukas Aqeela,"Namun ternyata kamu tidak menyesalinya." Lanjutnya.


"Mulai dari sekarang,tidak boleh ada lagi kebohongan diantara kita,tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,dan kita harus belajar saling terbuka satu sama lain dalam hal apapun." Tegas Nizam sembari menyodorkan jari kelingkingnya.


"Iya aku berjanji! Terimakasih karena selalu bersabar menghadapi tingkah konyol istrimu ini!" Ucap Aqeela bersyukur.


"Hmm....Tidak masalah! Setiap orang pasti pernah khilaf! Tapi jangan khilaf berkepanjangan!" Jawabnya diiringi ejekan.


"Iya-iya." Aqeela jadi malu sendiri.


Mereka tersenyum gembira,"Semakin hari kamu semakin menggemaskan saja!" Goda Nizam tiba-tiba.


"Isshhh....Pagi-pagi sudah menggombal! Ayo keluar! Tidak enak sama nenek dan kakek!" Ejeknya.


Mereka akhirnya keluar dari kamar dan bergabung kembali dengan nenek dan kakeknya.


.


.


.


Aduuuhhh Babang Nizam sabarnya pake bangettt❤


Dedek Author cuma mau bilang,"Jangan lupa like,komen dan votenya😆✌"


Makasihhh💕I Miss Youu😜

__ADS_1


__ADS_2