
Syifa dan Ahnaf telah sampai di rumah kedua orang tua Ahnaf. Kondisi rumahnya jauh lebih mewah dari rumah orang tua Syifa.
"Assalamu'alaikum..." Ucap keduanya.
"Wa'alaikumsalam..." Jawab Fatimah sembari membuka pintu.
"Umi..." Syifa langsung menyalimi tangan Fatimah kemudian memeluknya dan diikuti oleh Ahnaf.
"Ayo sayang masuk!" Titah Fatimah sembari merangkul Syifa.
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu,"Kalian sudah makan belum?" Tanya Fatimah.
"Sudah Umi." Jawab keduanya.
"Emhh baiklah..." Fatimah mengangguk,"Sebaiknya kamu tunjukkan dulu kamarmu pada istrimu,jika dia tidak menyukainya maka kalian pilih saja kamar yang kalian suka." Titahnya.
"Ayo!" Ajak Ahnaf pada Syifa dan Syifa pun mengikutinya.
Mereka menaiki tangga untuk sampai di kamar Ahnaf dan setibanya,"Ini kamarku!" Seru Ahnaf sembari menunjukkan isi kamarnya.
Syifa hanya mengangguk-angguk sembari melihat-lihat setiap sudut kamar.
"Bagaimana? Kamu menyukainya tidak?" Tanya Ahnaf memastikan.
"Jika kamu bisa menyukai kamarku,mengapa aku tidak bisa menyukainya kamarmu?!" Tutur Syifa,"Kita akan menempati kamar ini saja." Lanjutnya dengan pasti.
"Hmm...Baiklah..." Ahnaf tersenyum gembira.
Kini Syifa sedang merapikan bajunya serta baju suaminya dari koper ke sebuah lemari besar.
__ADS_1
Ia juga membuka satu lemari lain yang ada di kamar ini,"MasyaaAllah...Ini baju siapa?" Tanya Syifa saat membuka lemari itu.
"Bajumu! Maksudku semua baju syar'i ini untukmu khusus dari Umi untuk menantunya." Jelas Ahnaf.
"MasyaaAllah...Umi baik sekali." Tutur Syifa kagum,"Aku akan menemui Umi untuk mengucapkan terimakasih." Lanjutnya sembari berlalu.
"Umi..." Panggil Syifa setengah berteriak.
"Ada apa sayang?" Sahutnya.
"Aku ingin mengucapkan terimakasih pada Umi sebab Umi telah menyiapkan banyak sekali pakaian untukku." Jelas Syifa.
"Oh itu! Iya,Umi sengaja menyiapkannya untukmu." Balas Fatimah.
"Umi baik sekali!" Syifa memeluknya.
"Kamu terlalu berlebihan sayang!" Tukasnya.
"Tidak ada sayang,sedikit lagi selesai." Jawabnya.
"Hmm...Baiklah." Jawab Syifa.
"Umi,menurut Umi aku mesti melanjutkan kuliah atau jangan?" Syifa meminta pendapatnya.
"Selagi kamu bisa membagi waktu untuk menjalankan kewajiban kamu sebagai seorang istri sekaligus seorang Mahasiswi Umi akan mendukungnya! Tapi ingat,Ahnaf harus terurus kebutuhannya baik lahir maupun batin." Fatimah mengemukakan pendapatnya.
"InsyaaAllah Umi,aku pasti bisa mengelola waktu sebaik mungkin." Tutur Syifa.
"Iya,Umi juga percaya kamu pasti bisa melakukannya! Semangat ya sayang! Umi akan selalu mendo'akan yang terbaik untukmu!" Ucap Fatimah.
__ADS_1
"Aku beruntung memiliki Umi mertua seperti Umi! Jika begini aku tidak merasa jauh lagi dari Umiku,karena sosok Umiku ada pada diri Umi mertuaku!" Tutur Syifa,"Terimakasih banyak Umi." Lanjutnya.
"Iya sama-sama! Oh ya,nanti siang setelah shalat dzuhur Umi akan mengikuti pengajian,kami ikut ya?" Fatimah mengajaknya.
"Iya Umi aku mau!" Jawab Syifa antusias.
Di atap lain,
Sudah 10 menit yang lalu Syafa dan Ahnaf sampai namun tidak ada siapapun di rumah.
Selang beberapa saat,"Ya Allah...Ternyata menantu Mama sudah datang!" Sapa Vani sembari memeluk Syafa.
"Hehee iya Ma." Jawab Syafa.
"Maafkan Mama ya,Mama kira kalian akan datang agak siangan! Tadi Mama menemui teman-teman Mama untuk arisan bulanan!" Tutur Vani.
"Iya Ma tidak apa-apa!" Jawab Syafa.
"Kebetulan tadi Umi mampir ke kedai kebab,ayo kita makan!" Ajak Vani.
"Iya Ma." Jawabnya.
Twins girl menikmati suasana baru di tempat mereka masing-masing dengan kehangatan keluarga yang berbeda.
.
.
.
__ADS_1
Garing? Maafkan yaa😂😂
InsyaaAllah Up lagi besok☺Untuk hari ini cukup 2 episod dulu😊See you tomorrow🙋