
Tak terasa adzan maghrib telah berkumandang.Seperti biasanya,Nizam shalat berjama'ah di mesjid sedangkan Aqeela shalat di rumah menjadi imam berjama'ah untuk kedua putri kembarnya.
Meskipun untuk umur Syafa dan Syifa belum diwajibkan melaksanakan shalat karena belum baligh,tetapi Aqeela tetap mengajarkan mereka untuk shalat dari usia dini supaya mereka jadi terbiasa ketika sudah baligh nanti.
Seusai shalat maghrib,tepatnya Nizam juga sudah pulang dari mesjid lalu mereka mengajarkan kedua putri mereka mengaji.
Syafa oleh Abinya dan Syifa oleh Uminya.
Hingga 15 menit kemudian selesailah mereka mengaji,kini si kembar segera berlarian ke meja makan.
"Syafa! Syifa! Jangan berlari nanti kalian jatuh!" Tegur Aqeela namun si kembar seolah tidak mendengarnya.
Terkadang Syafa dan Syifa makan dengan tangan mereka sendiri namun terkadang jika sedang datang manja-manjanya,keduanya selalu ingin disuapi oleh Umi mereka seperti halnya malam ini.
"Aku mau disuapi!" Seru Syafa.
"Aku juga!" Timpal Syifa.
"Yasudah,Umi akan menyuapi kalian!" Jawab Aqeela dengan penuh kesabaran.
Pertama ia menuangkan nasi serta lauknya pada piring suaminya,lalu piring untuknya dan sepering lagi untuk Syafa dan Syifa.
"Baca do'a dulu!" Seru Aqeela lalu si kembar membaca do'a sebelum makan.
Aqeela secara bergantian menyuapi Syafa dan Syifa hingga ia tak bisa menyentuh makannya sendiri.
Nizam menyaksikan betapa bersabarnya Aqeela merawat kedua putri mereka.
Ya Allah sungguh pilihanmu untuk setiap hamba-Mu memang tidak pernah salah! Aku hanya bertemu dengannya sekali saja waktu itu! Tetapi karena takdir-Mu,aku bisa yakin bahwa dia adalah yang terbaik untukku dan juga anak-anakku! Batin Nizam kagum pada sosok istrinya.
Nizam malah terus menatap istrinya dengan tatapan sendu sampai ia tidak melanjutkan makannya.
__ADS_1
"Mas! Mengapa kamu malah malamun? Ayo makan!" Tegurnya.
"Ehmm iya...." Nizam kembali tersadar dari lamunannya.
"Umi aku mau lagi!" Seru keduanya antusias.
"Siap bos!" Jawab Aqeela kemudian menambah makanannya lagi dan menyuapi mereka dengan bergantian.
Tiba-tiba Nizam menyuapi Aqeela,"Aaaa!" Titahnya membuka mulut.
Aqeela tersenyum kemudian menerima suapan dari suaminya.
"Kamu makan duluan saja!" Suruh Aqeela sembari masih mengunyah.
"Kamu menyuapi anak-anak dan aku akan menyuapimu!" Tukas Nizam.
"Tapi aku bisa sendiri Mas." Bantahnya.
"Hmm baiklah." Jawab Aqeela pasrah.
"Aku sudah kenyang!" Syafa mengambil air minum dalam gelas dan setelah minum ia menengadahkan kedua tangannya untuk membaca do'a sesudah makan kemudian berlalu ke ruang tv.
"Aku mau satu lagi!" Seru Syifa.
"Kamu mau makan sesuap lagi?" Aqeela mengangkat dagu Syifa.
"Iya." Jawabnya lalu Aqeela segera menyuapinya untuk suapan terakhir.
Setelah melakukan hal yang sama dengan Syafa,Syifa juga berlalu menyusul kakaknya ke ruang tv.
Memang,dalam porsi makan Syifa lebih unggul dari Syafa.Jadi,tak heran jika Syifa lebih cubby daripada kakaknya.
__ADS_1
Nizam masih belum berhenti bergantian menyuapi dirinya serta istrinya,"Mereka sudah selesai makan! Aku akan makan sendiri!" Bantah Aqeela.
"Tidak apa-apa!" Tukasnya.
Mereka pun melanjutkan makan hingga porsi di piring mereka habis.
Nizam membantu Aqeela membereskan piring kotor lalu mencucinya.Meski Aqeela sudah melarangnya tetapi Nizam tetap kekeh untuk membantunya.
"Semakin hari rasanya aku semakin jatuh cinta padamu!" Tutur Nizam sembari menatap Aqeela.
"Kamu ini ada-ada saja!" Aqeela menganggapnya sebagai gurauan.
"Qeela! Dengan nama Allah aku memilihmu! Atas petunjuk-Nya lah yang membuatku bertekad untuk menikahimu! أنا أحبك في ا لله." Ucapnya sangat menyentuh hati.
Aqeela refleks memeluk suaminya,"Karena Allah aku mencintaimu! Karena Allah aku ikhlas menjadi istri dan juga Ibu dari anak-anakmu yang selalu siap memenuhi segala kebutuhan kalian selama aku masih diberikan usia yang panjang serta sehat!" Jawabnya sembari meneteskan air mata,"Bimbinglah aku menjadi istri yang lebih shalihah lagi serta menjadi Ibu yang patut diteladani oleh anak-anak kita!" Lanjutnya.
"Jangan menangis! Aku tidak bisa melihatmu menangis! InsyaaAllah aku akan berusaha menjadi imam dan pemimpin keluarga yang baik untuk keluarga kecil kita." Tuturnya.
"Maaf! Aku terbawa perasaan!" Aqeela melepaskan pelukannya.
Dengan sentuhan yang lembut Nizam membantu istrinya menghapus air mata yang mengalir di pipi istrinya itu.
.
.
.
Masih pagi harus dikasih yang romantis dulu ya kakak-kakak biar fressh😆Dedek jadi terharu dan baper juga melihat ketulusan cinta mereka😆😅Dedek jadi mengkhayal berumah tangga wkwk😂Ya Allah Dek! Sadar! Sekolahmu masih 1,5 tahun lagi😆Belum lagi nanti kalau lanjut kuliah😆Aduduuhh ampun ya Allah😅😅
Likenya mana? Votenya seikhlasnya aja biar jadi amalan yang tak sia-sia😊Sekian dulu😆Sekarang siap-siap ke sekolah🙋🙋See you next episod😉Wassalamu'alaikum☺
__ADS_1