
Aqeela masih terlelap dalam tidurnya,sedangkan Nizam sedari tadi sibuk dengan laptopnya untuk memberi tugas pada anak-anak yang ia ajar di jenjang SMA.
Tiba-tiba terdengar suara rusuh dari lantai bawah hingga membuat Aqeela terbangun.
"Mas? Jam berapa ini?" Tanyanya belum sadar dengan sempurna.
"Jam 11." Jawabnya.
"Itu di bawah ada siapa? Rusuh sekali!" Tanyanya.
"Entahlah...Akan ku cek dulu." Nizam menutup laptopnya lalu keluar dari kamar.
Setelah beberapa saat Nizam tak kunjung kembali juga,"Lama sekali!" Gerutunya.
Akhirnya Aqeela menyusul Nizam mengecek keadaan yang membuat rumah menjadi rusuh.
"Mami,Papi!" Ucapnya setelah melihat ke bawah.
"Qeela! Sayang! Ayo kemari!" Ajak Saskia.
"Iya." Jawabnya.
"Hati-hati!" Seru Saskia saat Aqeela tengah menuruni tangga.
"Mi,Pi!" Sapa Aqeela sembari menyalimi tangan kedua mertuanya bergantian.
"Kamu sehat kan?" Tanya Fami.
"Iya Pi,aku sehat." Jawabnya.
"Qeela,apa yang kamu rasakan?" Saskia menggandeng Aqeela untuk duduk di sofa.
"Aku tidak merasakan apapun." Jawabnya polos.
"Hm...Mungkin karena usia janinnya masih sangat muda!" Tebak Saskia,"Eh iya! Mami ada hadiah untukmu!" Lanjutnya sembari menyodorkan kotak berukuran kecil pada Aqeela.
"Ini apa Mi?" Tanyanya.
__ADS_1
"Buka saja!" Titah Saskia.
Akhirnya Aqeela membuka kotak kecil tersebut dan ternyata isinya adalah jam tangan branded.
"Wahh...Bagus sekali!" Pujinyanya,"Terimakasih Mami!" Lanjutnya.
"Sama-sama cantik!" Jawabnya.
"Jeng Saskia akan menginap disinikan?" Tanya Vita.
"Iya,itupun kalau boleh!" Jawabnya.
"Tentu saja boleh! Mau berapa lama menginap disini?" Vita balik bertanya.
"Seminggu! Karena Papinya Nizam mendapat cuti dari Kampus hanya seminggu saja! Jika kami terus disini,jarak dari sini ke Kampus tempatnya mengajar lebih jauh! Jadi,kami disini hanya seminggu saja!" Jelasnya.
"Oh baiklah! Sebentar!" Ucapnya,"Bi! Tolong rapikan kamar tamu ya!" Lanjutnya pada Inah.
"Baik nyonya." Sahutnya.
"Oh ya,Mami juga membawakanmu buah-buahan yang masih sangat fress! Sekarang kamu makan ya! Buah-buah itu sangat baik untuk perkembangan janin!" Jelasnya.
"Ada mangga,apel,anggur dan juga kedondong! Kamu mau yang mana?" Jawabnya.
"Aku ingin mangga." Tutur Aqeela.
"Mami akan mengambil pisau dulu!" Serunya hendak beranjak dari posisi duduknya.
"Biar aku saja!" Akhirnya Vitalah yang mengambil pisaunya.
Kini Saskia mengupas buah mangga dan Vita mengupas buah apel.Sedangkan kaum Adam mengobrol di teras belakang.
"Buka mulutmu!" Titah Saskia.
Dan dengan patuhnya Aqeela terus menerima setiap suapan dari Mami mertuanya.
"Makan apel juga!" Vita juga menyuapinya.
__ADS_1
Keduanya berebutan ingin menyuapi Aqeela hingga kepala Aqeela mendadak pening karena terus bergantian menerima suapan dari kedua wanita paruh baya itu yang terburu-buru.
"Qeela sudah kenyang Mi,Ma!" Tukasnya.
"Satu suap lagi ya?" Saskia membujuknya.
"Iya,Mama juga akan menyuapimu sekali lagi!" Timpal Vita.
"Perutku sudah tidak muat lagi." Jawabnya malas.
Tanpa disengaja Alvin memperhatikan apa yang sedang dilakukan antara anak,istri,serta besannya membuat ia jadi kesal.
Vita jika sendiri saja sudah heboh! Apalagi sekarang dia ada temannya,pasti semakin heboh! Batin Alvin.
Tiba-tiba Alvin datang menghampiri mereka,"Hey! Kalian apakan anakku? Sudah! Jangan memaksanya! Kasihan dia." Tegur Alvin.
"Kami tidak berbuat apa-apa!" Bantah keduanya.
"Qeela,sebaiknya kamu diam di kamar! Disini tidak aman! Jika kamu terus disini kedua wanita ini pasti akan terus mengganggumu!" Tukas Alvin.
Aqeela melirik Saskia dan Vita terlebih dahulu,"Ayo! Tidak perlu takut!" Desak Alvin.
Dengan segera Aqeela berlalu ke kamarnya.
"Dasar pengganggu!" Ejek Vita sembari berlalu ke dapur.
Saskia tak berbicara namun ia hanya menatap tajam Alvin seolah memperlihatkan ketidak sukaannya karena tadi telah mengganggu kesenangannya dengan menantu serta besannya.
.
.
.
Jangan lupa LIKE,KOMEN AND VOTE😍
*
__ADS_1
Jangan lupa mampir juga ke "Istri Jutekku" yaa😊Makasiiih😉