
Kini Aqeela sudah berkumpul dengan teman-teman seangkatan sewaktu kuliahnya bahkan bisa dibilang sudah memasuki pertengahan acara.
Di sisi lain,Nizam sudah mulai frustasi menyaksikan kedua putrinya yang terus aktif bermain kejar-kejaran di dalam kelas yang sedang ia ajar.
"Ehmm...Mohon maaf karena hari ini saya membawa anak-anak saya! Karena saya harus mengawasi mereka,jadi jika sudah ada yang siap,silahkan langsung ke ruangan saya saja!" Tegasnya.
"Baik Pak." Jawab seluruh Mahasiswa.
Nizam pun mengajak si kembar untuk keluar dari kelas,sebab ia takut mengganggu konsentrasi para Mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri untuk mites lisan matkulnya.
"Abi gendong!" Rengek Syifa.
"Syifa! Umi bilang tidak boleh menyusahkan Abi!" Sebagai seorang kakak,Syafa mengingatkan adiknya,"Ayo kita pegangan!" Lanjutnya meraih tangan Syifa.
Mereka pun berjalan menuju ruangan Nizam.
Sesampainya,
"Syafa,Syifa! Sebentar lagi kakak-kakak yang tadi akan datang kemari,jadi kalian tidak boleh berisik ya!" Nizam menasehati kedua putrinya.
"Memangnya kenapa?" Tanya Syifa dengan polos.
"Nanti mengganggu kakak-kakak yang sedang belajar! Jika kalian diam nanti Abi belikan coklat!" Jelasnya.
"Siap bos!" Jawab keduanya menirukan gaya bicara Umi mereka.
Jadi begini ya rasanya mengurus anak-anak yang sedang aktif-aktifnya?! Aku baru sehari saja sudah merasa lelah bagaimana dengan Qeela yang melakukannya setiap hari? Fikir Nizam.
Twins girl menuruti perintah Abi mereka dengan duduk manis di sofa sembari memakan nasi goreng yang dibekalkan Umi mereka dengan saling menyuapi.
Sesekali Nizam memperhatikannya dan ia hanya bisa tersenyum,terkadang ia juga menggelengkan kepalanya dengan pelan menyaksikan tingkah kedua putrinya.
Sudah hampir 1 jam para Mahasiswa berdatangan ke ruangannya hingga Mahasiswa yang terakhir.
"Alhamdulillah selesai." Ucap Nizam.
"Abi! Aku mau beltemu Umi!" Rengek Syifa.
"Mau bertemu Umi?" Nizam mengangkat dagu Syifa seraya melirik jam tangan yang menempel di tangan kirinya,"Seharusnya Umi kalian sudah pulang!" Lanjutnya.
Drrtt....Drtt....
__ADS_1
Tiba-tiba ponsel Nizam berdering dan ia pun segera mengangkatnya.
Nizam : Assalamu'alaikum...
Aqeela : Wa'alaikumsalam....Mas,kamu sudah selesai mengajar belum?
Nizam : Alhamdulillah baru selesai.
Aqeela : Berarti sekarang bisa menjemputku?
Nizam : Tentu,anak-anak juga sudah sangat merindukanmu terutama Syifa.
Aqeela : Oke,aku tunggu! Assalamu'alaikum....
Nizam : Wa'alaikumsalam...
Tut...Panggilan suara berakhir.
Setelah menjawab telpon dari Aqeela,Nizam beserta si kembar segera meluncur menjemput Aqeela.
Di tengah perjalanan,"Katanya Abi mau membelikan kita coklat!" Seru Syafa mengingatkan.
Beberapa saat kemudian,Nizam kembali dengan membawa 3 coklat silverqueen yang berukuran sedang.
"Ini untuk Syafa! Dan ini untuk Syifa!" Nizam membaginya dengan rata,"Tidak boleh terlalu banyak makan coklat nanti gigi kalian rusak!" Lanjutnya memperingati.
"Satu lagi untuk siapa Abi?" Tanya Syafa pada satu coklat yang masih dalam genggaman Abinya.
"Ini untuk Umi." Jawabnya.
"Memangnya Umi suka coklat?" Kini Syifa yang bertanya.
"Tentu." Jawabnya singkat kemudian melajukan kembali mobilnya.
*
Setibanya di tempat acara reunian Aqeela dan teman-temannya berlangsung,"Umiiii....!!!" Syafa dan Syifa berlari hendak memeluk Aqeela.
"Hai shalihah-shalihahnya Umi!" Sapa Aqeela saat telah memeluk kedua putrinya.
"Ayo pulang!" Ajak Nizam.
__ADS_1
Twins girl menggandeng tangan Umi mereka untuk masuk ke mobil,"Kalian duduk di belakang ya! Umi akan duduk di depan menemani Abi!" Aqeela menolak masuk di kursi belakang,"Kasihan! Itu Abi kalian! Bukan supir!" Lanjutnya sedikit mengejek.
"Ehmm..." Nizam yang merasa dibicarakan langsung menyahut.
Kini mereka sedang dalam perjalanan pulang.Twins girl asyik memakan coklat sembari bermain boneka.
"Mas,selama mereka ikut denganmu apakah mereka menyusahkanmu?" Tanya Aqeela.
"Tidak menyusahkan tapi sedikit menguji kesabaran." Jawab Nizam.
"Maafkan aku ya! Kemarin aku merasa tidak enak jika tidak datang." Aqeela merasa bersalah.
"Tidak masalah! Sekali-kali kesabaranku yang diuji dalam mengurus mereka." Tutur Nizam,"Oh iya,ini untukmu!" Lanjutnya memberikan coklat yang tadi.
"Waah...Aku juga dapat! Terimakasih ya!" Seru Aqeela gembira dan hanya dijawab anggukan oleh Nizam.
"Syafa! Syifa! Umi kan sudah bilang,jangan nakal! Mengapa kalian nakal?" Tegur Aqeela.
"Kami tidak nakal!" Bantah Syafa sedangkan Syifa hanya mengangguk-angguk.
"Sudah! Jangan memarahi mereka!" Tegur Nizam.
Setelah aku mengujimu,aku semakin yakin bahwa kamu tidak akan mudah marah karena tingkat kesabaranmu sudah berada dalam tingkat tinggi! Batin Aqeela.
"Terimakasih karena telah menjaga anak-anak hari ini!" Seru Aqeela.
"Seharusnya aku yang berterimakasih karena kamu telah menjaga mereka setiap hari!" Nizam membalikannya.
"Sudah menjadi tugasku." Jawab Aqeela.
Twins girl hanya diam mendengarkan pembicaraan Abi dan Umi mereka karena terlalu fokus memakan coklat.
.
.
.
Assalamu'alaikum😊Sekian dulu untuk episod ini😆See you next episod🙋
Jangan lupa tinggalkan Like,Komen,Rate 5 dan Vote😍Terimakasih💕
__ADS_1