Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2

Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2
Khitbah Langsung Nikah


__ADS_3

15 menit kemudian setelah kepulangan Fahrizal dengan keluarganya,para orang tua kini sedang membereskan sisa acara tadi sedangkan twins girl sedang rebahan di sofa ruang tamu dan Rafka sedang main game online.


"Cincinnya cantik sekali ya?" Syafa meminta pendapat Syifa.


"Iya kak cantik." Sahut Syifa.


"Lebay!" Timpal Rafka.


"Hei! Anak kecil tahu apa!" Tukas Syafa.


"Jangan panggil aku anak kecil kakak! Namaku adalah Rafka." Tegas Rafka.


"Hahaha...Korbah kartu Shiva!" Ejek Syafa namun Rafka tak lagi mengubrisnya karena terlalu fokus pada gamenya.


Beberapa saat kemudian tiba-tiba datanglah beberapa orang tamu yang tidak diketahui siapa karena mereka masih berada di balik pintu.


"Assalamu'alaikum..." Ucap yang dari luar.


"Wa'alaikumsalam...." Jawab yang di dalam.


"Biar aku yang bukakan kak!" Seru Syifa dan dibalas anggukan oleh Syafa.


Syifa membuka pintu dan ternyata yang datang adalah....


"Ustadz Ahnaf!" Syifa sangat kaget dibuatnya dan Ahnaf beserta yang lain mengangguk sopan,"Silahkan masuk Ustadz,Bu,Pak!" Lanjut Syifa mempersilahkan.


"Terimakasih..." Jawab mereka dan segera masuk.


Syafa dan Rafka yang sedang rebahan di sofa segera mengganti posisi mereka menjadi posisi duduk.


Mau apa Ustadz Ahnaf kesini? Batin Syafa.


"Silahkan duduk! Saya akan memanggilkan orang tua saya!" Seru Syifa.


Beberapa saat kemudian datanglah Nizam,Aqeela,Saskia,Vita,Fami serta Alvin menemui tamu tersebut.


"Mohon maaf Pak,Bu kami datang malam-malam begini mengganggu istirahat Bapak dan Ibu sekalian." Ucap lelaki paruh baya yang mendampingi Ahnaf,"Sebelumnya perkenalkan dahulu nama saya Ismail,ini Fatimah istri saya dan yang ini putra semata wayang kami Ahnaf." Lanjutnya menjelaskan.


Seluruh keluarga besar Syifa pun mengangguk faham,"Langsung saja ya Pak,Bu! Jadi kedatangan kami kemari,saya sebagai wali dari Ahnaf ingin mengkhitbah putri Bapak dan Ibu yang bernama Syifa Khairunnisa untuk putra kami Ahnaf." Jelas Ismail.


"MasyaaAllah..." Ucap mereka terharu.


"Syifaaaa...." Syafa refleks memeluk adiknya.


Syafa menganga karena belum percaya,"Ini bukan mimpi kan kak?" Tanya Syifa memastikan.


"Ini real Syifa!" Tegas Syafa sembari melepaskan pelukannya.


"Jadi bagaimana Pak,Bu?" Fatimah membuka suara.


"Apa boleh saya yang berbicara?" Tanya Ahnaf pada mereka semua.

__ADS_1


"Tentu,silahkan nak!" Jawab mereka.


"Syifa,maukah kamu menjadi istriku?" Ahnaf memberanikan dirinya untuk mengatakan hal ini.


Syifa mematung,"Mau! Ayo jawab mau! Tunggu apa lagi!" Bisik Syafa mendesaknya.


"Semuanya saya serahkan pada Abi." Jawab Syifa.


"Jangan tanya Abi! Ikutilah kata hatimu sayang! Jika kamu iya,kami juga iya." Tegas Nizam.


"Bagaimana nak Syifa?" Ismail memastikannya.


"Bismillahirrahmaanirrahiim saya terima khitbahan ini." Ucap Syifa dengan sangat yakin.


"Alhamdulillah...." Ucap Ahnaf serta kedua orang tuanya.


"Terimakasih banyak nak Syifa serta Ibu Bapak sekalian." Ucap Ismail,"Umi? Ayo pasangkan cincinnya pada jari manis nak Syifa!" Lanjutnya menyuruh Fatimah.



Fatimah pun langsung menjalankan perintah suaminya dengan menyematkan cincin itu di jari manis Syifa kemudian Syifa pun mencium tangan Fatimah dan semua orang mengucap hamdallah bersama-sama.


"Selain itu,kami sebagai orang tua dari Ahnaf ingin meminta persetujuan Bapak dan Ibu untuk segera menikahkan putra putri kita! Bagaimana?" Ismail meminta pendapat keluarga Syifa.


"Kira-kira kapan ya?" Nizam bertanya terlebih dahulu sebelum mengutarakan pendapatnya.


"Minggu depan,bagaimana?" Jawab Ismail.


"Minggu depan?" Aqeela sangat kaget mendengarnya.


"Oh begitu ya? Tapi bukannya mereka kembar?" Tanya Ismail dan dijawab anggukan oleh Nizam,"Berarti tidak masalah kan jika dilangkahi?" Lanjutnya.


"Bukan itu masalahnya,tetapi kami berniat menunggu mereka lulus dulu." Bantah Nizam.


"Untuk hal itu Abi tidak perlu khawatir,karena kelulusan akan diadakan 3 hari lagi." Timpal Ahnaf.


"Nak Ahnaf tahu darimana?" Tanya Nizam.


"Tentu Ustadz Ahnaf tahu! Kan Ustadz Ahnaf ini salah satu guru kami di sekolah Abi!" Syafa menjawabnya dengan cepat.


"Jadi...." Nizam belum selesai berbicara.


"Iya Abi." Ahnaf menyelanya.


"MasyaaAllah...Kok bisa kebetulan seperti ini ya?" Ucap Saskia.


"Sudah menjadi Qadarullah." Sahut Ahnaf.


"Syafa? Apa kamu tidak masalah jika Syifa menikah terlebih dahulu?" Nizam meminta pendapat Syafa sebagai anak sulungnya.


"Tentu tidak Abi! Pernikahan kami hanya berselisih seminggu saja! Lagi pula untuk kebahagiaan adikku ini apa sih yang tidak aku lakukan!" Jawab Syafa menegaskan.

__ADS_1


"Alhamdulillah...Berarti semuanya setuju ya?" Ucap Ismail memastikan.


"InsyaaAllah..." Jawab keluarga Syifa bersamaan.


"Kalau begitu kami langsung pamit undur diri! Tidak baik jika bertamu lama-lama di malam hari seperti ini,karena dapat mengganggu waktu istirahat tuan rumah." Jelas Ismail berpamitan.


"Mohon maaf jika kami tidak menjamu Bapak,Ibu dan nak Ahnaf dengan baik sebab kami tidak tahu bahwa keluarga Bapak akan datang kemari." Tutur Nizam.


"Tidak masalah..." Jawab Ismail,"Kami langsung pamit! Assalamu'alaikum..." Lanjutnya segera berlalu pergi.


"Wa'alaikumsalam..." Jawab semua.


"Opa masih tidak menyangka jika di malam yang sama kalian berdua di lamar!" Tukas Alvin.


"Iya Oma juga." Sahut Vita.


"Apalagi aku! Syifa dilamar sekaligus langsung diajak menikah oleh gurunya sendiri!" Timpal Saskia.


"Ustadz Ahnaf kebelet nikah!" Timpal Syafa.


"Apaan sih kak!" Bantah Syifa.


"Eh sudah-sudah! Apapun yang terjadi pada malam ini sudah menjadi rencana Allah untuk twins girl yang patut kita syukuri." Ucap Nizam.


"Iya alhamdulillah sungguh indah rencana-Mu untuk kedua putriku ya Allah..." Ucap Aqeela.


"Syukur alhamdulillah...." Sahut yang lain bersamaan.


"Twins! Sekarang kalian tidur,sudah malam!" Titah Nizam.


"Siap Abi." Jawab keduanya langsung berlalu ke kamar mereka.


Di ranjang Syifa terus melamun.


Ya Allah sungguh indah rencana-Mu...Selama ini aku berusaha menyembunyikan perasaanku dari dia! Aku hanya meminta petunjuk-Mu dalam setiap sepertiga malamku! Kini Engkau telah memberiku jawabannya dan aku sangat bersyukur atas segala yang terjadi di malam ini! Batin Syifa tak henti-hentinya bersyukur.


"Ciee yang sedang berbunga-bunga!" Syafa menyadarkan lamunannya


"Kenapa kakak terus menggodaku?" Tukas Syifa.


"Karena aku sedang hoby menggodamu! Selamat malam adikku!" Seru Syafa sembari menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Syifa pun mulai memejamkan matanya hingga kini twins girl terlelap dan terpaut dalam mimpi mereka masing-masing.


.


.


.


MasyaaAllah😍Dedek baper sendiri deh jadinya💕Ya Allah berilah kami yang masih single fisabilillah ini jodoh yang seperti Ustadz Ahnaf atau seperti kak Izal juga tidak masalah kok😅😅Wkwkk😆😆

__ADS_1


Jangan lupain like,komen dan votenya ya kakak-kakak readers yang baik hati😊Aku pada kalian I ❤ U seluas lautan😂😂


Follow IG Dedek @Rifa_nw15 supaya kalau ada info Up kakak-kakak jadi pada tahu😊


__ADS_2