
Tak terasa waktu terus berlalu,kini usia kandungan Aqeela sudah genap 9 bulan.
Selama ia hamil yang sekarang,ia jadi sering mengidam yang aneh-aneh.Misalnya saat usia kandungannya baru 3 bulan,kebetulan di halaman rumahnya ia menanam pohon mangga dan kebetulan kini sedang musimnya.
-Flashback On
"Mas,aku mau mangga itu!" Seru Aqeela.
"Baik,aku akan mengambilkannya." Jawab Nizam.
"Jangan!" Aqeela melarangnya.
"Mengapa? Tadi katanya mau!" Tukas Nizam.
"Aku mau Papa yang mengambilkannya!" Seru Aqeela menekankan.
"Tapi Papa tidak ada disini!" Bantah Nizam.
"Ini hari minggu jadi Papa pasti sedang bersantai di rumah! Telpon saja! Suruh kesini!" Pintanya memaksa.
"Baiklah." Nizam akhirnya mengiyakan keinginan Aqeela dengan segera menelpon Alvin dan Alvin pun langsung on the way ke rumah mereka.
15 menit kemudian Alvin sampai di rumah mereka tak lupa ia juga mengajak Vita.
"Pa,cepat panjat pohonnya!" Desak Aqeela.
"Iya sabar!" Tukas Alvin sembari mengambil ancang-ancang untuk menaiki pohon mangga tersebut.
Hingga akhirnya ia berhasil mengambil beberapa buah mangga untuk Aqeela.Dengan segera Aqeela mengupas dan memotong mangga muda itu kemudian ditambah sambal kacang untuk dijadikan rujak.
-Flashback Off
Kini twins girl sudah memasuki pendidikan TK.Setiap hari mereka diantar jemput oleh seorang babysister baru mereka yang berusia sekitar 35 tahunan karena Aqeela sudah kewalahan untuk mengurusi kedua putrinya ditambah lagi kini ia sedang mengandung jadinya dengan terpaksa ia memperkerjakan seorang babysister.
Berulang kali orang tua serta mertuanya menyuruh Aqeela untuk USG calon bayinya karena mereka telah penasaran ingin mengetahui jenis kelamin cucu baru mereka.
Namun berulang kali juga Aqeela menolaknya dengan alasan supaya lebih surprise.
Mereka pun terpaksa menunggu hingga bayi itu lahir untuk mengetahui jenis kelaminnya.
*
__ADS_1
Setelah shalat shubuh,perut Aqeela sudah mulai berkontraksi tetapi ia lebih memilih untuk diam tanpa memberitahu suaminya sebab ia sudah pengalaman mungkin kini ia baru bukaan 2 atau 3 jadi jika ia memberitahu Nizam ditakutkannya Nizam malah khawatir dan terburu-buru membawa Aqeela ke rumah sakit.
Hal itulah yang membuatnya malas,karena harus menunggu lama untuk setiap bukaan hingga bukaannya sempurna.
Ia terus menguatkan dirinya dan menahan sakit di perutnya dengan terus bolak-balik merangkak.
Kata orang tua dulu,merangkak adalah salah satu posisi yang dapat mempermudah prosesi bayi lahir hingga proses bukaannya pun jadi lebih cepat.
Hingga kini waktu telah menunjukkan pukul 09.00 WIB.Sudah sekitar 5 jam perutnya berkontraksi dan ia sudah tidak bisa menahan sakitnya lagi.
"Mas! Bawa aku ke rumah sakit! Perutku sudah lama berkontraksi." Pinta Aqeela.
"Kontraksinya dari kapan?" Tanya Nizam cemas.
"Setelah shalat shubuh tadi!" Jawabnya pelan.
"Mengapa kamu baru bilang sekarang?" Tukas Nizam,"Yasudah kalau begitu sekarang kita ke rumah sakit nanti biar Mama dan Mami yang mengurus perlengkapan persilananmu!" Lanjutnya merasa tidak ada lagi waktu untuk menyiapkan semua itu.
"Mbak? Nanti bawa twins girl menyusul ke rumah sakit dengan Oma dan Opa mereka!" Titah Nizam.
"Baik Mas." Jawabnya.
Sesampsinya Aqeela langsung dibawa ke ruang persalinan,"Tinggal satu bukaan lagi Pak." Jelas dokter,"Istri Bapak hebat bisa menahan kontraksinya sampai sejauh ini! Biasanya Bumil yang manja baru bukaan satu saja sudah ingin cepat-cepat dibawa ke rumah sakit! Istri Bapak sungguh berbeda,dia luar biasa!" Lanjutnya memuji.
Nizam hanya bisa mengulaskan senyumnya setelah mendengar penuturan dokter.
Beberapa saat datanglah orang tua dan mertuanya,"Bagaimana kondisi Qeela?" Tanya Saskia khawatir.
"Dia baik-baik saja Mi! Hanya tinggal menunggu satu bukaan lagi untuk proses melahirkan." Jelas Nizam.
"Syukurlah." Sahut Saskia.
"Umi mau melahilkan adik bayi ya Abi?" Tanya Syifa.
"Iya sayang! Kalian do'akan Umi dan adik kalian supaya selamat dan sehat ya!" Jawab Nizam dan dibalas anggukan oleh twins girl.
*
Aqeela telah melakukan persalinan dengan normal.Bayinya laki-laki sesuai dengan do'a dan harapan Alvin.
Setelah dibersihkan,Nizam langsung mengadzankannya kemudian para orang tua bergantian menggendong baby boy tersebut.
__ADS_1
"Welcome baby boy! Kamu akan jadi kebanggaan Opa!" Tutur Alvin.
"Welcome baby boy handsome!" Sapa Saskia.
"Hallo adik bayi! Aku kak Syafa dan kak Syifa!" Seru Syafa memperkenalkan diri.
"Siapa namanya?" Tanya Fami.
"Rafka Aditya Qautsar." Jawab Nizam penuh keyakinan.
"MasyaaAllah bagus sekali..." Puji Vita.
"Aku menyukai namanya Mas!" Seru Aqeela.
"Kamu sudah lama menyiapkan nama itu?" Tanya Alvin.
"Hehe...Sejak usia kandungan Aqeela 4 bulan aku menyiapkannya karena naluriku mengatakan anakku yang sekarang akan berjenis kelamin laki-laki." Jelas Nizam.
"Nalurimu kuat juga!" Puji Alvin.
Vita menidurkan baby boy itu di samping Aqeela,"Oma,adik bayinya boleh dicubit tidak?" Tanya Syifa dengan polos.
"Boleh,tapi jangan keras-keras ya!" Jawab Saskia.
Syifa pun menyubit pipi adik barunya itu dengan sangat pelan menunjukkam ekspresi gregetnya.
Semua tertawa melihat aksi Syifa yang begitu menggemaskan saat mencubit pipi adiknya.
.
.
.
Lengkaplah sudah kebahagiaan mereka😍Uwwuu pengeeen😆Cukup dulu sampai disini untuk hari ini😅See you tomorrow🙋
Jangan lupa Like,Komen dan Vote ya😍Makasiihh💕
__ADS_1