Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2

Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2
Gagal Malam Pertama


__ADS_3

Setelah dipastikan tamu undangan sedikit mereda,Nizam dan Aqeela bergantian melaksanakan shalat dzuhur.


*


Tepat pada pukul 15.00 semua tamu sudah tidak terlihat lagi,mereka telah berhamburan pulang ke rumah masing-masing.


"Qeela?" Panggil Vita.


"Iya Ma?" Sahutnya.


"Ayo Mama antar kamu ke kamar! Kamu pasti merasa kegerahan seharian memakai pakaian ini! Bahkan tamu undangan yang datang 50 % lebih banyak dari tamu undangan di pernikahan Mama dulu." Tutur Vita.


"Iya Ma,kaki Qeela rasanya pegal sekali terlalu lama berdiri disini!" Tukas Aqeela.


"Yasudah ayo kamu berganti pakaian dulu!" Ajaknya dan Aqeela langsung mengiyakannya.


Seusai berganti pakaian,tepatnya setelah mandi,Aqeela kembali bergabung dengan keluarganya dan giliran Nizam untuk mandi.



"Qeela,kamu sudah selesai mandi?" Tanya Saskia menyapa menantu barunya.


"Sudah emh...." Aqeela seperti sedang berfikir.


"Mami! Panggil Mami!" Seru Saskia yang mengerti isi fikiran Aqeela.


"Hehe...Iya Mami." Aqeela mengikuti ucapan Saskia.


"Kamu pasti sudah lapar ya? Kasihan sekali menantu Mami dari pagi sampai sore tidak memakan hidangan apapun." Tutur Saskia,"Ayo duduk di dekat Mami! Mami akan ambilkan makanan untuk kamu sayang!" Lanjutnya menyuruh ke meja makan.


Aqeela akhirnya menurut pada Mami mertuanya,"Ini dia makanannya! Ayo makan!" Suruhnya.


Aqeela hendak menyentuh makanan yang dibawakan Saskia namun Saskia menghentikannya,"Eh tunggu!" Serunya,"Mami akan menyuapimu!" Lanjutnya dan mengambil sendok yang Aqeela pegang.


"Buka mulutmu!" Perintahnya namun Aqeela malah terbengong karena perlakuan Mami mertuanya.


"Mi,Qeela bukan anak kecil! Jadi dia tidak perlu disuapi!" Tegur Fami.


"Tidak apa-apa Pi! Sekarang Qeela adalah putriku! Jadi aku akan memanjakannya!" Tegas Saskia.


Saskia tetap berusaha menyuapi Aqeela dan dengan berat hati Aqeela membuka mulutnya,"Anak pintar!" Pujinya.


Alvin dan Vita terlihat kebingungan,"Kalian pasti mengira dia aneh?" Tebak Fami.


Alvin dan Vita menjawabnya dengan senyuman,"Sebenarnya dia sudah lama sekali menginginkan anak perempuan.Setelah Nizam berumur 5 tahun,kami berencana untuk melakukan program kehamilannya.Namun Allah berkehendak lain,Saskia sudah tidak bisa memiliki anak lagi." Jelas Fami.


"Oh begitu." Alvin mengangguk faham.


"Berarti nasib kami sama." Lirih Vita.


"Maksudnya?" Tanya Fami.


"Aku juga tidak bisa hamil lagi,setelah Aqeela lahir rahimku langsung diangkat karena lemah." Jelas Vita.


"Jangan bersedih lagi!" Tegur Alvin.


"Hm...Tidak!" Bantah Vita.

__ADS_1


"Kami berharap setelah Nizam menikah,dia akan memberikan banyak cucu yang banyak pada kami." Tutur Fami.


"Aamiin...Semoga harapan kita dikabulkan Allah." Balas Alvin.


Selang beberapa saat,Nizam ikut bergabung,"Lihat itu Zam! Mami kami menyuapi istri kamu layaknya anak kecil!" Seru Fami.


Nizam melihat ke sumber yang Papinya maksud lalu ia hanya bisa tersenyum melihat kedeketan yang terjalin antara istri dan Maminya.


*


Malam harinya tepatnya setelah shalat isya juga makan malam,Nizam dan Aqeela telah berada di kamar


"Ehem..." Dehem Nizam memecahkan kecanggungan.


"Ustadz!" Ucap Aqeela pelan.


Nizam tersenyum,"Aku mengagetkanmu ya?" Tanya Nizam.


"Tidak." Bantah Aqeela,"Oh ya,aku baru tahu orang yang menikahiku itu kamu!" Lanjutnya.


"Memangnya kenapa?" Nizam mendekatkan wajahnya ke wajah Aqeela.


Karena refleks Aqeela mendorong tubuh Nizam,"Aw..." Pekik Nizam.


Apa yang aku lakukan? Kenapa aku mendorongnya? Batin Aqeela.


"Maaf! Maaf!" Aqeela membantu Nizam bangkit.


"Mengapa kamu mendorongku?" Tukasnya seperti kesakitan.


"Aku tidak sengaja!" Lirih Aqeela.


"Hm..."


"Apa ada yang sakit?" Tanya Aqeela cemas.


"Ada tapi tidak terlalu sakit!" Jawabnya.


"Maafkan aku!" Lirih Aqeela,"Aku hanya ingin memberitahumu bahwa kamu jangan terlalu berharap lebih malam ini!" Lanjutnya memperingati.


"Memangnya kenapa? Kita kan sudah halal!" Tukas Nizam.


"Aku sedang datang bulan." Jawabnya.


"Datang bulan? Sejak kapan? Aku lihat dari tadi kamu shalat! Bahkan beberapa menit yang lalu kamu melaksanakan shalat isya?" Nizam mengintrogasinya.


Aduuhh...Jangan sampai dia curiga! Batin Aqeela.


"Mengapa kamu diam?" Tanyanya.


"Aku baru mengeceknya setelah makan malam tadi!" Aqeela beralasan.


Terlihat sekali dari matamu jika kamu sedang berbohong! Batin Nizam.


"Kamu sedang tidak membohongiku kan?" Nizam sepertinya sangat curiga.


Jangan sampai aku ketahuan berbohong! Fikir Aqeela.

__ADS_1


"Ti-tidak." Jawabnya gugup.


Mengaku saja! Aku tahu kamu sedang berbohong padaku! Batin Nizam.


"Hehee...Kenapa kamu seperti ketakutan sekali? Kamu tenang saja! Aku tidak akan menuntutnya malam ini!" Nizam terkekeh.


"Syukurlah." Ucap Aqeela sangat pelan.


"Aku bisa mengerti! Jadi kamu tidak perlu berbohong!" Tegas Nizam.


"Aku tidak berbohong!" Tukas Aqeela.


"Yasudahlah terserah kamu saja! Intinya meskipun kamu sedang tidak datang bulan pun,aku tidak akan menuntutnya! Aku akan memberimu peluang untuk bisa lebih dekat denganku! Aku bisa mengerti bahwa semua ini terlalu cepat tapi yakinlah lama kelamaan cinta akan tumbuh di hati kita masing-masing!" Jelas Nizam,"Kita menikah dengan cara ta'aruf jadi mungkin butuh waktu untuk bisa lebih mengenal lebih dalam satu sama lain." Lanjutnya.


"Terimakasih karena sudah mengerti!" Tutur Aqeela.


"Oh ya,saat tadi aku masuk ke kamar,kamu memanggilku dengan sebutan Ustadz? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Nizam berpura-pura.


Aku ingin tahu,apakah kamu akan jujur atau tidak! Batin Nizam.


"Oh itu! Aku asal memanggil saja!" Jawabnya,"Kita belum pernah bertemu! Maka dari itu aku sangat penasaran padamu." Lanjutnya berbohong lagi.


Ternyata dia berbohong lagi! Batin Nizam sedikit kesal.


"Ini sudah malam,sebaiknya kita tidur!" Aqeela langsung mengalihkan pembicaraan karena tidak ingin Nizam bertanya berkelanjutan.


Aku ingin tahu sampai dimana kamu mampu berbohong! Fikir Nizam.


"Kamu benar!" Nizam akhirnya membaringkan tubuhnya di sebelah kanan ranjang.


Aqeela juga ikut membaringkan tubuhnya di samping Nizam.


Sebenarnya aku masih sangat kesal padamu Ustadz! Ku kira yang menikahiku itu bukan kamu! Andai aku tahu,aku pasti akan berfikir berulang kali untuk menikah dengan Ustadz sombong sepertimu! Batin Aqeela.


Dini hari tepatnya pukul 02.00 Aqeela terbangun untuk melaksanakan shalat malam.


Sebelum ia beranjak dari ranjang,ia memastikan terlebih dahulu apakah Nizam masih tidur nyenyak atau sudah mulai terbangun.


Ternyata masih tidur nyenyak dan dengan segera Aqeela berlalu ke kamar mandi.


Nizam merasakan pergerakan di ranjang akibat Aqeela beranjak dari ranjang terlalu terburu-buru.


Ia mendapati sosok istrinya yang sedang melaksanakan shalat malam.


Benar dugaanku,dia hanya berpura-pura datang bulan! Batin Nizam menyimpulkan.


Kemudian ia tersenyum tipis dan berpura-pura masih tidur karena takut Aqeela merasakan bahwa ia telah memperhatikannya.


.


.


.


Apa yang akan terjadi setelah ini? Penasaran? TUNGGU KELANJUTANNYA BESOK😆


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,TIP,RATE 5 DAN PASTINYA VOTE😉

__ADS_1


TERIMA KASIH HAMBA ALLAH YANG BAIK😊SEMOGA KEBAIKAN KALIAN SEGERA DIBALAS ALLAH😊💕💕


__ADS_2