
Setibanya di rumah,
Kondisi rumah sangat sepi sebab yang lain belum pulang.
"Alhamdulillah...Semuanya sudah beres!" Seru Saskia.
"Terimakasih ya Mi." Ucap Aqeela,"Oh ya,uang Mami yang digunakan untuk membayar belanjaan tadi,Qeela akan menggantinya." Lanjutnya.
"Tidak usah sayang! Semuanya untuk cucu Mami jadi kamu jangan sungkan begitu!" Tolaknya.
"Emm...Tapi Mi---" Aqeela masih merasa tidak enak.
"Sudah! Pokoknya tidak usah!" Saskia menolaknya lagi.
"Baiklah,terimakasih ya Mi." Aqeela masih merasa sungkan.
"Jangan berterimakasih terus! Mami kan sudah bilang,anggap Mami ini Mama kandung kamu! Oke?" Saskia memperingatinya sembari mengangkat dagu menantunya dan Aqeela pun mengangguk.
Saskia berlalu ke dapur,beberapa saat kemudian ia kembali lagi dengan membawa 2 gelas jus alpukat.
"Ini untukmu!" Saskia menyodorkannya.
Aqeela hendak berbicara namun Saskia menyelanya,"Kamu pasti mau bilang terimakasih? Tidak perlu." Tebaknya.
"Tapi aku akan tetap mengatakan terimakasih pada Mami." Aqeela tersenyum lebar.
"Sayang,mungkin hari ini hari full time terakhir kita,mulai minggu depan Mami tidak bisa sering kemari seperti minggu-minggu sebelumnya,Mami akan kesini seminggu sekali itupun pada hari minggu,menunggu Papi libur bekerja." Jelas Saskia sendu.
"Mengapa begitu?" Tanya Aqeela.
"Kamu tahu tidak? Semalam Papi menelpon Mami dan sampai mengatakan bahwa ia merasa sudah menjadi duda sebab Mami jarang di rumah." Jelas Saskia.
Memang,setiap Saskia menginap Fami tidak ikut menginap,ia hanya sekedar mengantar Saskia.Masalahnya hanya karena jarak dari rumah Aqeela yang lebih jauh untuk ke Universitas tempat ia mengajar.
Namun meskipun demikian,itu tidak berlaku bagi Nizam sebab ia selalu berangkat lebih pagi.
"Papi bilang begitu?" Aqeela terkekeh.
"Mami juga heran,mengapa dia bisa selebay itu!" Saskia tertawa kecil.
"Papi ada-ada saja!" Tukas Aqeela.
Kruukkkk....!!!
"Kamu lapar?" Tanya Saskia.
"Iya Mi,entah kenapa aku jadi sering lapar sekarang!" Jawabnya.
__ADS_1
"Wajar! Sekarang kan kalian bertiga jadi jika makan sedikit akan mempermudah lapar kembali." Jelas Saskia,"Tunggu disini! Mami akan memasakkan sesuatu untukmu!" Lanjutnya sembari berlalu.
Mami Saskia kini memang telah menjadi Mami kandungku! Fikir Aqeela.
15 menit berlalu,Saskia kembali dengan membawa sepiring makanan.
"Hanya ini yang bisa Mami masak dalam waktu yang cepat!" Serunya.
Ternyata Saskia memasak nasi goreng dan telur mata sapi.
"Tidak apa-apa Mi,ini sudah lebih dari cukup!" Tutur Aqeela.
"Baiklah,eh sebentar! Papi menelpon!" Saskia berlalu mengangkat telpon.
Aqeela mulai memakan masakan Mami mertuanya dengan lahap sebab perutnya sudah merasa lapar dari tadi.
Hingga tiba-tiba datanglah seseorang memasuki rumah yang ternyata adalah Nizam.
"Assalamu'alaikum...." Ucapnya.
"Wa'alaikumsalam..." Jawab Aqeela masih dalan keadaan mulut mengunyah.
"Ya Allah istriku hoby-nya makan terus!" Nizam mengejeknya.
"Biarkan! Yang penting si kembar sehat dan kenyang agar mudah tumbuh!" Aqeela membela diri.
"Abi kalian terkadang memang menyebalkan! Tapi Umi tetap sayang!" Gerutu Aqeela sembari mengelus perutnya dan mengajak kedua anaknya berkomunikasi.
*
Malam harinya tepatnya setelah Saskia pulang ke rumahnya karena Fami telah menjemputnya.
Di ruang tv Aqeela dan Nizam terdiam,mereka merasa kesepian karena di rumah kini hanya tinggal ada mereka berdua saja.
Vita dan Alvin telah mengabari bahwa untuk malam ini mereka akan menginap di rumah rekan bisnis Alvin.
Inah juga sedang ada di rumah saudaranya untuk membantu acara hajatan.
"Sepi sekali!" Seru Aqeela malas.
"Iya." Sahut Nizam.
"Mas?" Panggilnya padahal Nizam ada di sampingnya.
"Apa?"
"Aku ingin digendong ala ratu!" Ucapnya tiba-tiba.
__ADS_1
Nizam mengernyitkan keningnya,"Ayolah!" Aqeela memaksanya.
Dan dengan penuh kesabaran Nizam menuruti keinginan istrinya.
"Ternyata kamu semakin berat saja ya!" Seru Nizam saat menaiki tangga.
"Jelas! Sekarang kan kamu sedang menggendong 3 orang!" Tukas Aqeela.
Sesampainya di kamar,Aqeela langsung menghampiri cermin.
"Mas? Semakin hari aku semakin jelek ya? Semakin gendut dan semakin tak menarik lagi!" Ucapnya lirih.
"Mengapa kamu berkata seperti itu?" Tukas Nizam.
"Katakan saja iya!" Desak Aqeela.
"Mau bagaimana pun kondisi fisikmu,kamu tetap yang paling cantik di mataku!" Tegas Nizam.
"Bohong!"
"Mau gendut,jelek,atau apapun itu kamu tetap istriku! Bagiku cantik tidak terlalu penting! Asalkan kamu jadi istri shalihah,aku sudah pasti akan terus mencintaimu!" Tegas Nizam lagi.
"Hmm..."
"Kamu masih tidak percaya juga?" Nizam memastikannya,"Cantik itu tidak selamanya! Semakin hari kita semakin menua dan kondisi fisik kita akan berubah! Modal cantik saja tidak menjamin masuk syurga! Jika istri shalihah sudah pasti akan masuk syurga!" Jelas Nizam dengan detail.
"Kamu benar." Ucap Aqeela terharu.
"أحبك مثلما أنت، أحبك كيفما كنت!"
[Aku mencintaimu apapun dirimu,aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu!]
"Artinya?" Tanya Aqeela tidak mengerti.
"Aku mencintaimu apapun dirimu,aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu!" Jawab Nizam.
"Ahh sweet!" Aqeela memeluk Nizam.
Nizam ikut tersenyum lalu membalas pelukan istrinya.
.
.
.
Assalamu'alaikum😊Dedek Up lagi nih😆Tadi ke sekolah cuma nyetor tugas daring aja,nggak dikasih tugas😂Jadi langsung ngenaskah lagi😄Happy sangatlah Dedek nih😆Tapi kepala masih nyud-nyudan😢Hadeuhh😧Kayanya harus ditidurin dulu inimah😟Up selanjutnya belum tahu😶Entah nanti malam atau besok😤Tergantung kondisi Dedek😢
__ADS_1
Cuma mau ngingetin🙏Jangan lupa like,komen dan votenya yaa👌Terimakasih😍💕