
Keesokan harinya,twins girl sengaja datang ke sekolah lebih awal supaya bisa singgah dulu ke perpustakaan untuk mencari buku materi yang akan dipresentasikan sebagai tugas dari salah satu guru.
Hari ini Ahnaf tidak ada jadwal mengajar di kelas twins girl namun ia ada jadwal di kelas bawah lain.
Kebetulan Ahnaf juga sedang ada di perpustakaan,ia sedang mencari buku-buku tafsir untuk bahan mengajarnya.
Syafa dan Syifa terpisah sebab mereka tidak satu kelompok.Syafa mengajak anggota kelompoknya mengerjakan tugas ini di kantin maka dari itu ia tidak lama di perpus,ia ke perpus hanya mengambil buku saja kemudian langsung berlalu pergi lagi.Sedangkan Syifa sebagai ketua memilih mengajak anggotanya mengerjakan tugas di perpustakaan.
Setiap kelompok terdiri dari 5 orang anggota.Di kelompok Syifa terdiri atas Syifa,Mayang,Eka,Juned dan Fatah.
Mereka mulai mengerjakan tugas masing-masing sebagaimana yang telah Syifa bagi rata.
Sesekali Ahnaf melirik ke arah meja mereka yang sedang fokus mengerjakan tugas kelompok.
"Syifa?" Panggil Fatah tiba-tiba.
"Hmm?" Sahutnya tanpa menoleh.
"Kamu mau tidak jadi pacarku?" Tanyanya tiba-tiba.
Syifa refleks langsung menoleh ke arah Fatah,"Kamu ini bicara apa!" Tukas Syifa.
"Aku serius! Ayo jawab! Mau tidak?" Desaknya.
"Tidak." Jawab Syifa singkat.
"Mengapa? Apa ada yang kurang denganku?" Bantahnya.
"Jangan ngajak pacaran! Pacaran dapat mendatangkan zina!" Syifa teringat pada Abinya.
"Hmm..." Raut wajah Fatah seketika menjadi lesu.
"Syifa? Kenapa kamu tidak menerimanya? Fatah itu tampan,orang kaya lagi!" Tukas Mayang.
"Modal tampan dan kaya saja tidak mampu membuat baper Malaikat Ridwan penjaga syurga." Tegas Syifa.
"Hmm...Andai Fatah menembakku pasti aku akan menerimanya!" Seru Mayang penuh keyakinan.
"Kalau kamu ditembak nanti kamu mati!" Timpal Juned.
"Hahahaa...." Mereka tertawa bersama kecuali Fatah yang masih memasang wajah kesalnya karena baru saja ditolak.
"Lebih baik seperti Eka! Lihat! Santai sekali kan orangnya?!" Puji Juned.
"Apaan sih Ned?!" Tukas Eka.
"Cieee..." Mayang menggodanya.
__ADS_1
"Sudah-sudah! Ayo lanjutkan tugas kita!" Syifa menghentikannya.
Dari kejauhan Ahnaf memperhatikannya.
Meskipun baru MA tapi pemikirannya dewasa juga! Batin Ahnaf tertuju pada Syifa.
"Astagfirullah...Sadar Ahnaf! Zina fikiran!" Ahnaf segera keluar dari perpustakaan.
*
Keesokan harinya,
Pagi ini bertepatan dengan jadwalnya Ahnaf,jadwal pelajaran yang paling dinanti-nanti oleh para siswi.
Pembelajaran sedang berlangsung,seluruh siswa-siswi yang ada di kelas ini sedang fokus mencatat materi yang ada di papan tulis.
"Syifa?" Panggil Fatah.
"Apa?" Syifa menoleh kearahnya.
Fatah membentuk kedua tangannya menjadi bentuk love,semua mata tertuju pada mereka berdua.
"Cieeee..." Riuh satu kelas.
Entah mengapa Ahnaf menjadi merasa kesal melihatnya hingga ia mengepalkan tangannya dengan sempurna di bawah meja.
"Kalau mau pacaran jangan di pembelajaran saya!" Tegas Ahnaf sembari membereskan barang-barangnya kemudian keluar dari kelas mereka.
"Kamu apa-apaan sih Fat?" Syifa memarahinya namun Fatah malah mengalihkan pandangannya.
Karena drama yang baru saja terjadi,pembelajaran dengan Ustadz Ahnaf menjadi berantakan.
"Kak Syafa? Antar aku ke ruangan Ustadz Ahnaf!" Pinta Syifa.
"Mau apa?" Sahutnya.
"Minta maaf,aku tidak enak telah membuat pembelajaran hari ini jadi kacau." Tutur Syifa.
"Aku bukannya tidak mau,tapi aku tidak ingin terbawa-bawa dengan masalah ini." Syafa secara halus menolaknya.
"Hmm...Baiklah,aku akan ke ruangan Ustadz Ahnaf sendiri." Ucap Syifa.
"Hati-hati." Ucap Syafa.
Di ruangannya Ahnaf merenung,"Mengapa aku marah? Apa aku cemburu? Ah tidak mungkin!" Hati dan fikirannya berperang.
Tok...Tok...
"Assalamu'alaikum..." Ucap Syifa.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam..." Jawab salah seorang guru,"Eh Syifa! Anak kelas 12 MIPA ya?" Lanjutnya memastikan.
"Iya Pak." Jawab Syifa.
"Mau bertemu siapa?" Tanyanya.
"Ustadz Ahnaf." Jawab Syifa lagi.
"Oh...Kebetulan Ustadz Ahnaf sedang ada di ruangannya.Silahkan masuk!" Titahnya.
"Terimakasih,permisi Pak..." Ucap Syifa sopan.
"Iya."
"Assalamu'alaikum Ustadz..." Ucap Syifa saat sudah ada di hadapan Ahnaf.
"Wa'alaikumsalam..." Jawabnya cuek.
"Saya mau minta maaf atas kejadian tadi,saya tidak bermaksud mengacaukan pembelajaran." Tutur Syifa menjelaskan seperti biasa sembari menunduk.
"Hmmm...Saya harap kejadiannya tidak terulang lagi! Jika kalian ingin pacaran jangan saat pembelajaran saya atau guru lain." Ahnaf memperingatinya.
"Kami tidak pacaran! Mungkin tadi Fatah hanya bercanda saja Ustadz." Jelas Syifa.
Tiba-tiba hati Ahnaf merasa lega setelah mendengar perkataan Syifa.
"Apapun itu pokoknya jangan sampai terulang lagi!" Tegas Ahnaf.
"Baik Ustadz,kalau begitu saya permisi kembali ke kelas! Assalamu'alaikum..." Pamit Syifa seraya berlalu.
"Wa'alaikumsalam...." Jawab Ahnaf.
Kini Ahnaf jadi senyum-senyum sendiri setelah Syifa keluar dari ruangannya.Entah apa yang sebenarnya sedang terjadi pada Ahnaf hingga membuatnya jadi seperti itu.
.
.
.
Aduuhh baper sendiri Dedek😆😅Ada yang baper juga nggak? Yuk baper berjama'ah😂Tapi jangan sampai zina fikiran ya!☺
Tadinya mau Up lagi besok ehh tapi hatiku nekat ingin segera Up lagi😆Udah dulu lah😒Lanjut tugas biar cepet beres,kalau udah beres kan bisa santai-santai😍
-Like,Like,Like👍
-Komen😉
-Vote-vote seikhlasnya😍😍
__ADS_1
* Terimakasih banyak *
Sekian Wassalamu'alaikum...💕💕