
Happy reading 😍
"Nessa merasa lega, ternyata tidak ada seorang pun di ruangan Suaminya itu.
"Apa aku sudah berburuk sangka kepada suamiku??? batin Nessa.
"Sudaaah Ness," Randy sedikit berteriak agar Nessa yang berada dalam toilet mendengar suaranya.
"Su...sudah mas," Nessa cepat-cepat menutup pintu toilet dan segera menemui Randy.
#FLASH BACK ON#
"Selvy... aku kan sudah bilang, jangan chat dulu sebelum aku yang menchat dulu," ucap Randy yang terlihat gusar saat ini.
"Iiih Maas, aku sudah chat loh semalam, masa kamu lupa," ucap Selvy dengan wajahnya yang sedikit merajuk.
"Chaaat???
"A...aku tidak membuka chat apapun," balas Randy sambil menatap Selvy.
"Jangan bercanda ah Maas, aku ke sini juga kan kamu yang suruh, gimana siih," jelas Selvy kepada Randy yang seolah tidak mengetahui kedatangan nya ini.
"Jangan-jangan Nessa yang membuka chat dari Selvy semalam," gumam Randy sambil menepuk jidatnya.
"Gawat ini Sel.... kalau Nessa istriku yang membukanya," Randy merasa gelisah kali ini.
"Apaaaa...," Selvy tersentak kaget mendengar pengakuan Randy.
"Jadi yang balas chat aku tuh istri kamu donk mas," Selvy pun tidak menyangka kalau Nessa bisa menjebak nya seperti ini.
"Pantas saja saat aku mau telpon kamu, hpnya malah ga aktif mas," Selvy baru menyadari kalau dia sudah ketahuan sama istrinya Randy yang sah,Nessa.
"Mas gimana donk mas," Selvy tidak ingin pergi begitu saja dari kehidupan Randy.
"Saat ini Nessa pasti akan ke kantor ini, sebaiknya kamu keluar lewat pintu belakang kantor," Randy melihat jam tangannya yang sudah hampir jam waktunya makan siang.
Randy teringat ada pintu belakang yang jarang di lewati oleh para karyawan dan yang lainnya, itu pasti aman bila Selvy melewati pintu itu.
"Ta...tapi mas, aku belum selesai bicara," ucap Selvy saat Randy memintanya segera meninggalkan ruangannya sebelum Nessa tiba di kantor nya.
"Tidak ada waktu lagi," Randy lalu membawa Selvy menuju pintu darurat.
"Tap..tapi Maas akuuu...
"Sebelum Selvy melanjutkan kata-katanya, Randy sudah menariknya keluar, karena jam sudah menunjukan pukul 11.30, jangan sampai Nessa mendahului Selvy.
"Nanti kita bicarakan lagi dan pakai ini," Randy memakai jaketnya dan sebuah topi agar Selvy terlihat seperti orang lain.
__ADS_1
"Ok... aku pergi," Selvy pun pergi dengan sedikit kesal karena belum berhasil membujuk Randy agar Dia bisa bekerja di perusahaan Randy.
#FLASH BACK OF#
"Silahkan menikmati mba/mas," ucap pelayan restoran yang sudah membawa makanan dan minuman yang Randy dan Nessa pesan 10 menit yang lalu.
"Terima kasih," Nessa menunggu makanan itu meluncur di mejanya, Nessa memesan bakso dengan anak-anaknya, sedangkan Randy memesan Bakso yang biasa saja, karena dirinya tidak terlalu menyukai nya, hanya demi istrinya dia rela memakan makanan yang jarang sekali di sentuh nya.
"Ness.. kamu yakin bisa menghabiskan semua itu," Randy melihat pesanan Nessa yang terlihat untuk porsi dua orang bahkan lebih,
"Habis kok, malah ini kurang banyak," ucap Nessa, tangannya dengan lincah mencampur saos ke dalam mangkuk baksonya.
"Oh ya, memang hari ini kamu tidak bekerja," tanya Randy, karena tidak biasanya Nessa bolos kerja meski sedang sakit sekalipun, meski Randy tau alasan sebenarnya Nessa menemui nya di kantor.
"A...akkuu... merasa gak enak badan mas," Nessa mencoba mencari alasan yang tepat, tidak mungkin dia mengatakan hal sebenarnya kepada Randy, bahwa dia datang untuk mencari tahu siapa "AY"...
"Iyakah, klo gitu sehabis makan kita langsung pergi ke dokter saja," ucap Randy, tangannya bergerak dan menempel pada dahi Nessa,
"Nggak usah kok, nanti juga baik sendiri kok," ucap Nessa sedikit bersalah karena sudah membohongi suaminya.
"Apa sih kamu niih, pokoknya kita pergi ke dokter, nggak ada tawar menawar," Randy merasa bersalah karena sudah mengkhianati Nessa,
"Iya, ok dehh," Nessa pun terpaksa menyetujui keputusan suaminya, meski dia tidak tahu apa yang akan di katakan nya saat berhadapan dengan dokter nanti.
******************
"Gimana dok, apa kondisi istri saya baik-baik saja?! tanya Randy kepada dokter yang sudah selesai memeriksa keadaan Nessa.
"Baguslah kalau begitu," Randy senang mendengar Nessa baik-baik saja.
"Dan saya ucapkan selamat kepada kalian ya," Dokter pun memberikan secarik kertas untuk di tebus oleh Nessa,
"Selamat???
Nessa dan Randy saling tukar pandang dan heran dengan apa yang di ucapkan Dokter yang telah memeriksa Nessa,
"Ibu Nessa sedang Hamil dan sudah menginjak usia 7 hari," Dokter menjelaskan ucapan selamat yang di katakan nya kepada
kedua pasangan itu.
"Hamil???
Randy masih tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Dokter.
"Ini ada resep vitamin agar bayi dalam kandungan ibunya sehat terus, semoga ibu dan anaknya sehat selalu ya," Dokter yang memeriksa Nessa pun memberikan secarik kertas yang bertuliskan resep beberapa vitamin yang harus mereka tebus,
"B...baik dokter, terima kasih," Nessa menerima nya dengan sedikit tersenyum, Nessa sama seperti Randy, tidak percaya kalau dirinya sedang hamil saat ini.
__ADS_1
"Kalau begitu kami permisi..
"Oh, ya silahkan," ucap Dokter setelah bersalaman dengan pasiennya.
Randy pun membawa Nessa keluar dari ruangan Dokter.
"Maas...
"A...akuu..hamiiil...
Nessa masih sedikit kaget dengan pernyataan yang baru saja dia dengar,
"Iya Ness, sepertinya kamu akan menjadi seorang ibu, dan akuuu...
"Akuuu akan menjadi seorang Ayaaah...," Randy menggenggam tangan Nessa agar Nessa percaya bahwa itu adalah kebenarannya.
"Apa kamu senang mas," Nessa bertanya kepada suaminya, entahlah kenapa dia merasa kehamilan nya tidak membuat suaminya bahagia atau entahlah, banyak sekali pikiran-pikiran negatif yang memenuhi otaknya.
"Yaa.. senanglah Neees, pertanyaan macam apa ini, sejak kapan seseorang tidak senang bila mempunyai seorang buah hati," ucap Randy meyakinkannya.
"Tapiiii...
"Tapi apa Nesss," Randy penasaran dengan pertanyaan selanjutnya dari Nessa yang masih belum jelas,
"Tapi nanti aku gendut...
"Terus...
"Apa kamu masih mencintaiku," Nessa membayangkan dirinya yang berbadan dua dan merubah bentuk tubuhnya.
"Hahahaha...
Randy tertawa mendengar perkataan istrinya yang menurutnya sangat lucu,
"Isssh malah tertawa sih Maas," Nessa kesal dan cemberut karena Nessa merasa Randy sedang mengejeknya.
"Habisnya kamu ini, mikir apa sih," Randy pun berhenti tertawa dan mulai menjelaskan maksudnya.
"Neees, mana ada sih seorang suami yang tega meninggalkan istrinya saat hamil hanya karena perubahan fisiknya," ucap Randy dengan serius kali ini.
"Ada, tuh kayak temenku mas, pas hamil mahal di tinggal ma Suaminya, karena gak seksi lagi," Nessa mengatakan hal yang dia ketahui ketika ada salah satu temannya yang mengalami hal seperti itu.
"Itu kan teman kamu, aku tidak akan meninggalkan istri ku saat dia hamil," Ucap Randy dengan menggenggam tangan Nessa.
"Apa ucapan mu benar Maas," Nessa merasa saat ini belum bisa percaya sama suaminya sendiri, entahlah...
"Apa kamu tidak mempercayai suamimu," Randy menatap mata Nessa dengan lembut.
__ADS_1
"A...akuuuu...
Happy reading 😍