MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB.47


__ADS_3

Happy reading 😍


PAAAK...PAAAK...


Dua tamparan keras mendarat mulus di pipinya. meninggalkan rasa panas dan ngilu, tidak hanya sampai di situ saja, kini wanita yang sudah menampar Selvy mengeluarkan gunting dan tersenyum ke arahnya.


"Dasar perusak loe, benalu tiada guna, mati aja sanaaaaaa," Sang istri melayangkan gunting itu ke arah Selvy yang sudah merasa ketakutan.


"Aaaaah, jangaaan.....


Sang istri sah benar-benar mengeksekusi sang pelakor tanpa ampun, meski si pelakor sudah menjerit memohon ampun dan tidak akan kembali menggoda suaminya. namun mulut biasanya menyimpan racun yang berbahaya, istri sah tidak mendengar perkataan si pelakor, tangannya dengan lincah menggunting mahkota yang menjadi bagian daya tarik si pelakor untuk menjerat mangsanya.


"Rasakan hei wanita hina, ini hanya awal saja, bila sampai gue liat tampang loe, loe akan mampus di tangan gue," sang istri sah sangat puas melihat hasil karya yang baru saja dia ciptakan.


"Ayo keluar dari sini," bentaknya kepada sang suami yang hanya diam saja melihat adegan sang istri memperlakukan Selvy barusan.


BAAAAM


Pintu pun tertutup rapat dengan keras, kini tinggal lah Selvy seorang diri, meratapi nasibnya yang malang. sungguh tega sekali wanita itu, membuat dirinya seperti orang gila yang tidak bisa berpenampilan menarik.


"Kurang ajar, gue akan balas semua ini , liat saja nanti, hiks," Selvy tidak akan membiarkan seseorang yang berani mengusik dirinya. rencana jahatnya pun di rancang dari hari ini. sampai ada kesempatan untuk melakukan menjadi kenyataan.


Selvy menutup rambut nya yang sudah tidak berbentuk lagi tanpa menghiraukan banyak orang yang memperhatikan dirinya, Selvy terus berjalan keluar dan meninggalkan hotel itu.


Selvy berhasil sampai ke kontrakan dengan menaiki taksi online, Selvy masih menyimpan beberapa tabungan darurat. hanya saja memang dia tidak mengatakan kepada Randy.


"Dikunci?! Selvy merasa heran karena rumah kontrakan itu telah di gembok dari luar, menandakan tidak ada orang di dalamnya.

__ADS_1


"Kemana dia?! Selvy tidak menyangka Randy kini bahkan meninggal kan dirinya.


Sedangkan di luar sana, Randy mencoba mencari pekerjaan dari satu tempat ke tempat lain, namun belum ada yang mau menerima dirinya. di tambah lagi pakaian yang lusuh membuat seseorang harus berpikir berkali kali lipat untuk menerima dirinya.


Randy lebih mirip dengan pengemis jalanan yang meminta belas kasihan. Namun tidak ada yang mau melihat dirinya dan keadaan nya.sungguh miris saat dirinya mengingat dirinya sendiri yang tidak pernah peduli dengan orang sekitar saat menyantap makanan yang dia pesan. kini dunia seakan terbalik, Randy merasakan posisi yang sama dengan para anak jalanan yang terus berjuang meniti kerasnya kehidupan.


CIIIT...


Sebuah mobil mewah berhenti tepat di hadapan nya, turunlah seorang paruh baya namun masih bertubuh tegap dan kekar, dibalut jas hitam dan kaca mata hitam, menatap nanar wajah Randy yang begitu kotor dan dekil terkena debu dan sinar matahari.


"Ayah...," Randy seperti mimpi di siang bolong, melihat Ayahnya berdiri di depan nya. sungguh ingin sekali dia memukul pria yang ada di hadapannya karena sudah begitu kejam kepada anaknya sendiri.


"Naik...," ucap pak Faisal tanpa ekspresi di wajahnya.


Tanpa sepatah kata pun Randy menuruti perintah dari Ayahnya, Randy naik ke dalam mobil, begitu pun dengan Pak Faisal, kini mereka duduk berdampingan seperti orang asing yang tidak saling mengenal.


Pak Faisal merasa sudah cukup memberikan pelajaran yang berharga pada Randy, hatinya tetap tidak bisa melihat anaknya kesusahan seperti tadi. yang terpenting adalah Randy harus melepaskan wanita itu bila tetap ingin bersamanya dan menikmati semua fasilitas yang ada.


"Lihat Nessa sudah mendapatkan suami pengganti," ucap pak Faisal yang ikut menyaksikan betapa bahagianya kedua sejoli itu.


"Tidak...aku nggak mau berpisah dengan nya yah," ujar Randy dengan terus menatap ke arah keduanya yang kini saling menyuapi ice cream di tangan mereka.


"Bukankah ini adalah buah yang kau petik, yang sudah kau tanam dari awal, pahit bukan," sindir Pak Faisal, ada pepatah mengatakan "apa yang kita tanam, maka itu yang akan kita tuai, yang artinya apabila kita menanam keburukan maka akan tumbuh dan berbuah keburukan, sebaliknya bila kita menanam kebaikan, maka akan tumbuh dan berbuah kebaikan.


Randy terdiam, ini memang sepenuhnya kesalahan dirinya yang membiarkan orang lain masuk ke dalam rumah tangga nya. Tapi Nessa masih sah istrinya, Randy merasa masih mempunyai hak atas Nessa.


Nessa memperhatikan sebuah mobil yang sejak tadi berhenti dan mengarah kepada nya. Nessa merasa hafal sekali dengan mobil hitam itu.

__ADS_1


"Papa mertua?! ucap Nessa dengan tersenyum, Nessa ingin memastikan apa benar yang berada di dalam mobil itu adalah papa mertua nya atau bukan.


"Kemana Ruby?! tanya Yoga yang menahan langkah Nessa, Yoga pun melihat ke arah yang sama seperti Rubynya.


"Ituu sepertinya mobil mertuaku Riyuu," jelas Ruby melanjutkan langkahnya dengan perlahan menuju mobil tersebut, Nessa tidak mengetahui kalau orang yang ada di dalam nya sudah panas dingin takut ketahuan tengah memperhatikan kedekatan Nessa dan Yoga.


"Apa kamu yakin, kalau begitu apa yang di lakukan mertuamu di sini," tanya Yoga yang penasaran dengan keberadaan mertuanya Nessa.


"Hmmm, gak tau juga sih, makanya aku mau mastiin kesana," ucap Nessa dengan menatap Yoga.


"Baiklah kita pastikan bersama ya," Yoga kembali menggenggam tangan Nessa dengan erat dan mencium nya.


Randy merasa terbakar api yang teramat panas sampai membakar ke dalam jiwanya. ada niat jahat untuk membuat pria di samping istrinya itu tidak lagi berada di sisi Nessa, dan dirinya lah suami satu-satunya bagi Nessa, tidak ada yang namanya calon suami pengganti.


"Apa yang harus kita lakukan, Nessa semakin mendekat, sepertinya dia mengenali mobil ini," pak Faisal berkeringat dingin saat Nessa semakin dekat dengan mobilnya.


"Diam saja yah, jangan di buka kan kacanya," ucap Randy yang bersiap menundukkan kepalanya agar tidak terlihat oleh Nessa.


TOK...TOK...TOK...


"Ada seseorang kah di dalam," Nessa mengetuk kaca mobil dengan keras, tapi tidak ada jawaban dari dalam, membuat Nessa semakin penasaran dan lebih mendekatkan wajahnya agar bisa mengetahui ada orang di dalam mobil itu atau tidak.


"Rubyyyyyy, hentikan," lagi-lagi Yoga menggagalkan rencana Nessa,


"Mungkin kamu salah orang, buktinya orang itu tidak membuka kaca mobil nya," terang Yoga mencoba memberi pengertian kepada Nessa dan menghilangkan rasa penasaran nya.


"Hmmm, mungkin juga sih," Nessa akhirnya menuruti apa yang dibilang oleh Yoga, mungkin saja di dalam mobil itu memang hanyalah orang lain yang tidak mengenalnya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar....


Happy reading 😍


__ADS_2