MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB 69


__ADS_3

Happy reading 😍


"Tidak mahal katamu sayang???


Bunda menggelengkan kepalanya, bunda saja hanya menghabiskan lima ratus ribu saja, jauh dengan budget yang di keluarkan oleh Nessa.


"Memang bunda habis berapa???


"Sudah lah jangan di bahas di sini, sebaiknya kita pulang saja ya," pak Nirwan tidak ingin anak dan istri nya memperdebatkan apa yang sudah mereka keluarkan. bagi pak Nirwan itu bukanlah masalah. yang terpenting keduanya happy.


Sesampainya di rumah, Nessa langsung mencari sebuah benda yang sudah membuat nya penasaran, dan kata-kata Riyu pun terngiang di telinganya.


"Apa yang kamu cari nak, sepertinya itu penting ya," tanya pak Nirwan saat melihat raut wajah Nessa yang begitu serius.


"Ini dia Bun, kata Riyu cuma bunda saja yang bisa jawab ini benda apa dan gunanya untuk apa, kupikir ini semacam klakson tapi tidak bersuara," ucap Nessa panjang lebar.


Bunda melihat benda yang ada di tangan Nessa, lalu tersenyum dan menatap Yoga dengan intens. Yoga jadi salah tingkah saat bunda malah menatap nya.


"Hmm, benda ini akan sangat berguna bila kamu sudah melahirkan, jadi kamu simpan saja ya," bunda tidak bisa menjelaskan fungsi nya sekarang karena ada pak Nirwan dan Yoga di tengah mereka.


"Ohw...ok deh Bun," Nessa tidak bisa memaksa bunda lagi.


Hari ini akan di adakan Syukuran untuk Nessa karena bayi dalam kandungan nya sudah berusia empat bulan lebih, tadinya Nessa tidak ingin mengadakan acara apapun, namun dengan bujuk rayunya bunda dan juga Ayah, Nessa akhirnya menyetujui diadakan acara tersebut meski hanya sederhana dan di lakukan di sebuah Masjid dekat rumahnya.


Karena acaranya mendadak, Nessa dan Yoga banyak di do'akan oleh para jamaah atas rezeki yang mereka dapatkan hari ini.


"Terima kasih ya nak, semoga bermanfaat lancar rezekinya, langgeng sampai kakek-nenek, " Seorang ibu yang merupakan salah satu jamaah memeluk Nessa dengan erat.


"Iya Bu, terima kasih," Nessa menatap Yoga, lalu tersenyum, banyak yang menyangka dirinya dan Yoga sudah menikah dan merupakan pasangan suami istri.


Bunda dan pak Nirwan juga tersenyum bahagia, karena begitu banyak do'a untuk kebaikan anaknya dari orang-orang yang tulus.

__ADS_1


Acara terus berlanjut selama tiga jam, di isi tausiyah ustadz yang sudah di undang ke acara syukuran Nessa. tampak sekali Nessa dan Yoga begitu serius memperhatikan kata demi kata dari tausiyah yang di sampaikan oleh pak ustadz.


SEMENTARA ITU...


Yuri baru saja hendak memasuki mobilnya, namun dari arah belakang ada seseorang yang membungkam mulutnya dengan sebuah kain putih yang sudah di tambah obat bius, membuat Yuri pingsan karena menghirup nya. seseorang itupun membawa Yuri masuk ke dalam mobil nya dengan cepat sebelum ada orang yang melihat aksinya.


"Akhirnya gue bisa bermain-main sama loe, enak saja mau merebut Randy dari gue," batinnya.


Mobil pun melaju kencang menuju sebuah gudang yang sudah tidak berpenghuni. Selvy membayar seseorang untuk membantu nya membawa Yuri ke dalam dan mengikatnya.


BYUUUR...


"Bangun loe, dasar pelakor, enak ya sudah jadi nyonya sekarang haaah...," Selvy menyiramkan seember air, hingga membuat Yuri tersadar dari pingsannya.


"Loe pikir gue akan diam saja, saat loe ngerebut Randy dari tangan gue," Selvy menjambak rambut Yuri dengan kencang, kini Selvy bisa bertindak semaunya, tidak ada lagi yang bisa menolong Yuri dari tangan Selvy.


"Aaaakh lepasin gueee, loe tuh dengerin penjelasan gue dulu," Yuri kini berani berbicara karena Selvy sudah salah bila menyerang nya dan menganggap nya musuh.


"Penjelasan dari loe, apa yang ingin loe jelasin hah," Selvy semakin geram mendengar Yuri yang kini mencoba membuat dirinya lengah.


"Settingan?!


Selvy mencoba mendengar kan penjelasan Yuri. kini dia tidak lagi menjambak rambut Yuri, Selvy pun duduk di bangku yang sudah tersedia. dirinya sudah siap menjadi pendengar, settingan macam apa yang di maksud oleh Yuri.


"Cepat katakan, bagaimana bisa kalian menikah, dan kenapa kau bilang ini cuma settingan?! Selvy sudah tidak sabar mendengar penjelasan dari Yuri, wanita yang sudah merebut Randy dari nya.


"Gue di jebak oleh Nessa, makanya gue terpaksa menikah dengan Randy, kalau tidak Randy akan di usir lagi dan tidak bisa lagi menjadi anggota keluarga besar," Yuri mulai bercerita dan menyalahkan Nessa.


"Nessa???


"Kenapa dia menjebak kalian, bukankah dia akan segera bercerai dari Randy, buat apa dia melakukan hal tidak penting seperti itu?! Selvy masih ragu dengan apa yang di katakan oleh Yuri kepada nya.

__ADS_1


"Yoga...


"Karena yang gue inginkan adalah Yoga, dan dia tahu itu, loe tahu kan kalau Nessa mencintai Yoga," ucap Yuri yang mulai berdiskusi secara tidak langsung dengan Selvy.


"Terus kenapa kalian menikah, dan sepertinya ayah begitu merestui hubungan kalian?! Selvy teringat saat pak Faisal begitu membela keduanya dan dengan tega mengusir nya dan membuang nya ke kota yang tidak ia kenal. bagaikan sampah yang tidak berguna.


"Kan gue udah bilang, ini semua rencana nya Nessa, dia tidak ingin Yoga berpaling ke gue, makanya dia menjebak gue sama Randy saat acara barbeque kemarin," Yuri mulai mencuci otak Selvy agar percaya dengan ucapan nya dan menyalahi semua yang terjadi kepada Nessa.


" Oh begitu, apa gue bisa percaya dengan apa yang loe katakan," Ucap Selvy yang masih ragu dan tidak yakin dengan apa yang sudah Yuri katakan kepada nya.


"Ya, lagian kita punya musuh yang sama, dan loe harus tahu kalau Randy masih mencintai Nessa dan masih berharap bisa mendapatkan nya kembali," ujar Yuri yang mulai memanasi Selvy yang kini terlihat mulai geram mendengar Randy masih mencintai Nessa.


"Kita bisa kerja sama bagaimana," Yuri mulai menawarkan bantuan, entah Selvy mau apa tidak, yang terpenting sekarang dirinya harus bisa mengambil kepercayaan Selvy terlebih dahulu.


"Hmmm... bagus juga, gue bisa lebih mudah menyingkirkan Nessa bila ada yang mau membantu," batin Selvy sambil memikirkan tawaran dari Yuri.


"Ok... Deal...," Selvy akhirnya menyetujui ide Yuri untuk bekerja sama dan saling menguntungkan satu sama lain.


"Lepasin gue donk sekarang, pegel nih tangan gue," Yuri membujuk Selvy agar melepaskan ikatan tangannya. akhirnya rencananya berhasil, dengan adanya Selvy yang akan membantu nya mendapatkan Yoga kembali.


"Ok, sekarang bantu gue supaya dapat berjumpa dengan Randy, gue ingin bicara sama dia," ucap Selvy, saat ini memang hanya Yuri jalan satu-satunya yang aman buat bisa berjumpa dengan Randy.


"Sabar, gue pasti akan pertemukan loe sama Randy kok, tapi kita tidak boleh tergesa-gesa," ucap Yuri kepada Selvy yang kini terlihat kecewa karena belum bisa menemui Randy.


"Lalu kapan donk gue bisa menemuinya," Selvy kini merasa gelisah, dirinya tidak ingin terlalu lama mengulur waktu, Selvy takut bila Randy sekarang tidak lagi mencintai dirinya seperti dulu.


"Loe tenang donk, percaya sama gue, Randy pasti jadi milik loe lagi kok," Yuri berusaha meyakinkan Selvy, kali ini rencana tidak boleh gagal lagi.


"Ok, gue akan bersabar kali ini, demi bisa mendapatkan Randy kembali," Selvy tersenyum kecut, dia harus menahan diri untuk berjumpa dengan Randy. dan tentunya menahan hasratnya yang selama ini tidak tersentuh oleh Randy.


"Dan pada saat itu, kita akan tertawa sepuasnya melihat Nessa hancur dan menangis sejadi-jadinya," Yuri tertawa jahat, kesengsaraan Nessa adalah hal yang paling dia tunggu.

__ADS_1


"Hahaha, yayaya....loe benar," Selvy menyetujui rencana Yuri itu.


Happy reading 😍


__ADS_2