
Happy reading 😍
"Ada seseorang yang sudah menunggu bapak di ruangan bapak," ucapnya dengan pelan, takut terdengar oleh para pekerja yang lainnya.
"Seseorang???
"Siapa dia???
Randy merasa tidak mempunyai janji dengan siapapun hari ini. mungkin orang itu hanya sekedar berkunjung atau menawarkan kerja sama dengan perusahaan nya.
"Diaaaa...
"Seorang perempuan pak, pastinya bapak sudah mengenalnya," ucap Sekretaris Randy yang sudah mengetahui siapa tamu bosnya itu.
"SELVY...
Randy langsung melangkah menuju ke ruangan nya dan memastikan sendiri tamu itu. Randy membuka pintunya, namun sepertinya ruangan nya kosong, tidak ada siapa-siapa di sini.
Saat Randy melamun, pintu tiba-tiba tertutup dengan sendirinya, dan dari belakang ada tangan yang memeluk pinggangnya.
"Hai sayang, apa kabar," bisik nya di telinga Randy.
"Hmmm, apa yang aku inginkan," Randy tidak melepaskan pelukan Selvy, jujur dia haus akan asupan gizi, namun istrinya tidak pernah memberikan nya, sehingga Randy membiarkan Selvy menguasai dirinya.
"Aku ingin memakan kamu sekarang," Ucap Selvy dengan manjanya, tangannya sudah membuka satu persatu kancing baju kemeja Randy,
Randy hanya terdiam saja, dia membiarkan Selvy menyentuh setiap inci tubuhnya. bahkan kini dia sudah bertelan**** dada. kemeja yang baru saja dia pakai pun sudah terbang ke lantai.
"Apa kau menginginkannya," ucap Randy yang kini membalik tubuhnya dan menabrak dua benda kenyal yang begitu terasa di kulit nya.
"Ya baby... aku membutuhkan nya," desis Selvy dengan mendekatkan wajahnya, semakin dekat hingga kedua bibir saling bertautan dengan ganasnya. Randy pria normal, dia tidak tahan bila kekasih nya selalu menggoda nya dengan tubuhnya.
"Ayo kita selesaikan," Randy membopong tubuh Selvy dan membawa nya keruangan rahasia yang ada di dalam ruangan nya, bahkan Nessa pun tidak mengetahui ruangan ini.
"Hmmm, come on sayang," Selvy menyambut nya dengan senang hati karena inilah yang dia nanti sejak tadi, melakukan penyatuan dengan mantan kekasih nya sekaligus suami orang lain. dia tidak peduli apapun, kehangatan yang Randy berikan membuatnya candu.
Mereka saling menyentuh dan melepaskan hasrat yang terpendam, Randy melakukan nya hanya karena kebutuhan biologis nya yang yang tidak di penuhi oleh istrinya, namun rasa terhadap Selvy sudah tidak ada lagi. berbeda dengan Selvy yang semakin hari semakin ingin memiliki nya.
__ADS_1
KEMBALI KE....
Hari sudah sore pertanda waktunya jam pulang kantor, begitu pun dengan Nessa dan Yoga yang kini sedang menelusuri jalan setapak. Nessa bilang dia ingin jalan kaki dan mengunjungi suatu tempat. meski Yoga merasa keinginan Nessa itu tidak masuk akal, namun dirinya tetap saja tidak bisa menolak keinginan Nessa, si Ruby kecil yang telah melupakan sahabat kecilnya.
"Apa kau tidak lelah, kita pakai mobil saja ya," ucap Yoga yang merasa khawatir dengan kondisi Nessa yang berjalan dengan high heels nya.
"Tidaaak, aku mau jalan aja, tapi ini di lepas aja," ucap Nessa dengan melepaskan high heels nya, kini dia tanpa alas kaki, high heels nya dia lempar begitu saja.
"Hei, apa yang kau lakukan, kakimu bisa menginjak benda tajam, dan itu berbahaya," protes Yoga saat melihat Nessa yang membuang high heels nya ke arahnya, untungnya tidak mengenai badannya.
"Pegal tauuu," ucap Nessa dengan terus berjalan tanpa peduli dengan Yoga yang kini mengambil high heels Nessa dan menenteng nya.
"Haiiish nie anak seenaknya saja," Yoga mencoba berjalan melewati Nessa dan menghentikan langkah Nessa.
"Minggir gak," Nessa tidak suka kalau Yoga malah menghalangi langkahnya.
Yoga bukannya minggir, namun menurunkan tubuhnya dan berjongkok, seperti akan menggendong seseorang.
"Naik" Perintah nya.
"A...aku bisa jalan sendiri kok," ucap Nessa dengan terbata,
"Isssh lepasin guee," Nessa memukul pundak Yoga, namun Yoga tetap saja menggendong dirinya.
"Diam Ruby," ucap Yoga dengan tegas.
Entah kenapa dirinya kini menuruti perintah Yoga untuk diam, Nessa memeluk Yoga dengan erat karena takut terjatuh. Hening seketika, Yoga merasa senang karena bisa berdekatan dengan Nessa, meski belum bisa mendapatkan hati Rubby nya kembali.
"Ruby... apa itu aku," tanya Nessa kepada Yoga yang masih saja menggendong Nessa.
"Hmmm, apa kamu ingat sesuatu," ucap Yoga kepada Nessa yang kini penasaran dengan sebutan Ruby.
"Hmmm, entahlah aku merasa sangat familiar dengan nama itu," ucap Nessa dengan mencoba mengingat kembali. namun setiap mencoba mengingat, kepalanya tiba-tiba sakit luar biasa.
"Aaakh sakiiit," Nessa memegang kepalanya yang tiba-tiba merasa sakit.
"Kenapa, apa sangat sakit," Yoga khawatir melihat Nessa yang kesakitan,
__ADS_1
"Sudah jangan mengingat nya lagi, maafkan aku," Yoga sangat merasa bersalah, dia tidak ingin melihat Nessa kesakitan lagi, biarlah Nessa melupakan nya asalkan dirinya bahagia.
"Sebaiknya kita pulang ya, jangan bandel," perintah Yoga lagi, kini Yoga lebih protektif menjaga Nessa. seperti menjaga Ruby kecil dari gigitan ular di hutan.
"Iya aku mau pulang," ucap Nessa, entahlah kini Nessa mulai menuruti setiap perkataan Yoga.
"Cepat bawakan mobil, ku Sherlock lokasi nya," Perintah Yoga kepada Asisten nya yang merangkap menjadi supir pribadi juga.
"Baik bos," ucapnya, perintah bosnya tidak bisa dia langgar, karena ada hukuman di setiap pelanggaran yang di lakukan.
"Posisi kita jauh dari keramaian, sulit untuk mendapatkan minum," ujar Yoga ketika menyadari dirinya dan Nessa benar-benar di tempat sepi yang di penuhi rimbunan pohon besar.
"Sebenarnya kamu mau kemana sih, ini kan jalan ke hutan," tanya Yoga setelah menyadari bahwa sejak tadi dia dan Nessa akan berjalan menuju hutan yang memang tidak jauh dari kantor Nessa.
"Tempat favorit ku, ujar Nessa dengan pelan, kini rasa sakit di kepalanya sudah sedikit berkurang.
"Tempat favorit?! Yoga tidak terlalu mempermasalahkan tentang tempat favorit karena dia pun memiliki tempat favorit tersendiri.
"Di hutan sana maksudmu,"tanya Yoga lagi, mustahil baginya bila hutan belantara menjadi tempat favorit bagi seorang wanita seperti Nessa.
Nessa hanya mengangguk saja, tubuhnya masih terasa lemas sekarang, karena dia belum minum seteguk air pun dari dua jam yang lalu.
Tak lama kemudian,mobil pun datang menjemput mereka, Yoga merasa lega akhirnya bantuan sudah datang, bukan untuk dirinya tapi untuk Nessa.
"Ayo kita pulang," Yoga memapah Nessa dengan hati-hati. semoga saja Nessa baik-baik saja.
"Tolong buka pintunya," perintah Yoga kepada Asisten nya yang sudah siap membuka pintu untuk tuannya.
Setelah Nessa masuk, Yoga pun masuk lewat pintu lainnya, kini Nessa dan Yoga duduk berdampingan, Nessa memejamkan matanya agar bisa mengurangi rasa sakit di kepalanya yang muncul kembali.
"Loe bawa minum kan," tanya Yoga kepada supir nya.
"Ini bos, dan beberapa obat penahan nyeri," supir pun memberikan apa yang Yoga butuhkan.
"Ini minumlah, setelah itu coba minum obatnya," Yoga memberikan botol minuman yang masih tersegel kepada Nessa.
"Ya, Terima kasih Riyuuu," Nessa pun menerimanya dan segera meminumnya.
__ADS_1
"Riyuuu...
HAPPY READING 😍