
Happy reading 😍
"Mas kau...," Nessa tahu apa yang sudah Randy lakukan kepada nya, Dia merasa jijik dengan suaminya, Nessa pun langsung masuk ke kamar mandi untuk menghilangkan bekas suaminya di tubuhnya, bukan tapi bekas pelakor yang sudah masuk ke dalam rumah tangga mereka.
"Setelah selesai mandi, Nessa tetap ingin bekerja dari pada melihat Randy, dengan bekerja dirinya bisa sedikit melupakan masalah rumah tangga nya.
"Pagi bunda, maaf Nessa kesiangan jadi tidak sempat buat sarapan," ucap Nessa saat melihat bunda dan Ayah sedang menikmati sarapan pagi ini.
"Tidak apa-apa, lagian kamu tuh tidak wajib buat sarapan, kan sudah ada asisten rumah tangga sayang," jelas bunda dengan tersenyum.
"Apa kamu mau bekerja hari ini, sepertinya kamu butuh istirahat sayang," ucap bunda saat melihat Nessa yang memakai syal, tidak biasanya dirinya memakai Syal setebal itu.
"Kerja lah Bun, emang kenapa," tanya nya, Bunda sepertinya melihat Nessa agak aneh.
"Tumben anak bunda pake Syal," terang bunda tanpa basa basi lagi.
"Hmmmm, lagi pengen aja bunda, hehehe," Nessa tidak ingin semua orang tahu tanda merah di leher nya akibat kejadian semalam.
"Ya sudah, kamu berangkatlah sama Yoga, dia sudah menunggu di depan," ucap bunda sambil meminum air putih hangat.
"Iya bunda, Nessa berangkat ya," Nessa berpamitan setelah membawa kotak bekal yang sudah di isi sandwich buatan bunda,
"Apa Nessa sudah mengingat masa kecilnya ya Bun," tanya Ayah ketika bunda selesai sarapan dan akan membawa piring kotor bekas sarapan ke dapur.
"Entahlah yah, bunda harap anak kita baik-baik saja," bunda tidak ingin Nessa mengingat masa lalunya dengan paksaan, karena bunda tidak tega melihat Nessa yang kesakitan dan menangis saat mencoba mengingat nya.
"Bagaimana dengan Yoga," tanya Ayah lagi, entahlah pak Nirwan merasa Yoga mempunyai perasaan pada anaknya Nessa.
"Kenapa dengan Yoga memang nya," tanya bunda kali ini. di mata Bunda, Yoga adalah sosok pria yang bertanggung jawab, beruntung sekali wanita yang bisa menjadi istrinya kelak.
Riyu dan Ruby begitu dekat bunda, meski mereka sudah terpisah sekian lama namun kita tidak tahu apakah Riyu melupakan Ruby, dan sebaliknya mungkin saja Ruby juga masih menyimpan kenangan terindah nya bersama Riyuuu," jelas pak Nirwan kepada bunda yang ikut terkenang kisah masa kecil keduanya.
"Tapi kita kan sudah sepakat, akan melupakan masa lalu yah," ucap bunda dengan menghela nafasnya.
"Ya bunda, ayah minta maaf sudah membuat bunda teringat masa lalu mereka," Pak Nirwan tidak ingin melihat istrinya sedih, bagi bunda Ruby hanyalah masa lalu Nessa yang tidak perlu di bahas dan dipertanyakan lagi.
__ADS_1
"Bunda ke kamar ya," bunda tidak menjawab permintaan maaf dari pak Nirwan. bunda terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan malah menguncinya dari dalam.
Setelah mengunci pintunya, bunda berjalan menuju kamarnya, dan mendekati lemari kecil khusus untuk menyimpan kenangan terindah masa lalunya dulu. Bunda lalu membuka laci dan mengambil album foto bercover hitam, album foto itu tampak album foto pada jaman dahulu yang menggunakan rool film lalu harus mencucinya ke studio foto. namun kini kamera jenis jadul itu sudah hampir punah di mana-mana karena sudah tergantikan oleh kamera handphone ya g bisa di bawa kemana-mana.
Sama seperti Radio, kini Radio pun mengalami kepunahan begitu pula dengan studio nya. banyak toko yang terganti oleh berbagai jenis kuliner.
Bunda membuka Album halaman satu, terdapat foto kedua anak kecil yang berpegangan tangan satu sama lain.di bawah foto tersebut terdapat sebuah memo yang berisi, aku adalah princess, dan kamu adalah my king, Ruby...
Tak terasa menetes air matanya bunda dengan cepat, foto ini di ambil saat Ruby dan Riyu sedang bermain di rumah Riyu. setelah bermain Riyu mengajak Ruby untuk bermain di sungai, namun Riyu tidak meminta izin kepada kedua orang tuanya, dan juga kedua orang tua Ruby.
"Aa, kita mau kemana atuuh," tanya Ruby saat tangannya di tarik dengan terburu-buru oleh Riyu.
"Ke sungai Rubyy, aa punya kejutan buat Ruby, dan ini tempat rahasia kita, nggak boleh ada orang lain yang tahu ya," jelas Riyu dengan tetap memegang tangan Ruby.
"Rahasia???
"Kejutan apa sih aa," tanya Ruby yang kini mulai penasaran dengan kejutan yang akan di berikan oleh Riyu untuk nya.
"Ada deeh, ayo ikut saja, kamu pasti akan menyukainya," ucap Riyuuu dengan tersenyum kepada Ruby.
"Aa Ruby capeee, haus juga," ucap Ruby saat kakinya sudah terasa kesemutan.
"Ya sudah, kita istirahat dulu," ucap Riyuuu dengan menuntun Ruby untuk duduk di atas batu besar.
Ruby berjalan di belakang Riyuu karena sedang melewati jembatan kayu kecil menuju batu besar yang ada di seberang sungai.
Aaaaaaah....
Jembatan kayu yang Ruby pijak ternyata sangat licin dan membuatnya tergelincir jatuh ke dalam aliran sungai yang deras.
Byuuur...
Tubuh Ruby terbawa aliran sungai, Ruby berusaha untuk tidak tenggelam dan meminta tolong, namun air sungai sudah membuat suaranya tidak bisa keluar sama sekali.
"Rubyyyyyyy...
__ADS_1
Riyu pun terjun ke dalam sungai untuk menolong Ruby, namun dirinya lupa kalau saat ini dia hanya lah anak kecil berumur 9 tahun. Riyu pun sama halnya seperti Ruby, terbawa arus sungai yang begitu deras akibat hujan semalam.
DUUUK...
Kepala Ruby terbentur bebatuan dan menyebabkan dirinya tidak sadarkan diri dan terus terbawa arus.
"Ada orang tenggelam," teriak seorang warga yang lewat area itu,
Teriakan nya terdengar oleh beberapa warga yang juga akan melintasi sungai.
"Tolong mereka pak," teriak seorang ibu yang histeris saat melihat ada anak yang terbawa arus sungai.
"Iya Bu, kami akan menolong nya," ucap warga yang membuka pakaian nya dan akan terjun menolong kedua anak itu.
Tak lama kemudian, akhirnya Ruby dan Riyu berhasil terselamatkan namun denyut nadi Ruby sangat lemah dan ada luka di kepala nya.
"Ayo kita bawa ke Puskesmas," ucap warga yang langsung membawa keduanya ke rumah sakit terdekat.
"Ini anak pak Nirwan kan," ucap seorang ibu, saat melihat wajah Ruby yang masih tidak sadarkan diri.
"Kalau begitu, ibu tolong kabari kedua keluarga nya, mungkin mereka tidak mengetahui keberadaan anaknya," ucap salah satunya yang kini ikut cemas memikirkan nasib kedua anak yang sudah dia tolong.
"Baik pak, saya akan menghubungi orang tuanya," ucap ibu itu yang langsung mengambil handphone nya dan mencari nama bunda Ruby di handphone miliknya.
"Tuuuuut...tuuuut...tuuuut...
"Halooo...
Seseorang terdengar mengangkat telpon dan mulai bicara, ibu itupun bersyukur karena ada yang mengangkat telpon nya, namun bagaimana caranya dia memberitahu kan berita ini.
"Buuuu...Ruby... Rubby.....
"Kenapa dengan Rubyyyyyyy???
Happy reading 😍
__ADS_1