
Happy reading 😍
"Pah, please maafkan Randy lah, jangan usir Randy dari rumah ini," bujuknya dengan bersimpuh di kaki pak Faisal.
"Kesalahanmu sungguh sangat fatal, Perlu waktu untuk membuat nya normal kembali, sebelum mertuamu memaafkan mu, jangan pernah kembali ke sini," pak Faisal berlalu dan meninggalkan Randy yang masih terduduk di lantai.
DI TEMPAT LAIN
Selvy sedang asyik berbelanja di mini market, dia pun memilah berbagai produk yang akan dia beli, namun ada yang aneh sepertinya, saat melewati para pengunjung lainnya, mereka menatap ke arahnya dengan wajah tidak suka.
"Kenapa nie ibu-ibu mukanya pada jutek sama gue ya?! gumamnya saat memperhatikan para ibu-ibu yang kini sedang berbisik dan melihat ke arahnya.
"Bodo amat lah," Selvy meneruskan belanja dan berharap bisa cepat selesai dan kembali ke rumahnya yang nyaman tanpa ada gangguan apapun.
Tanpa sepengetahuan dirinya, para ibu-ibu rumah tangga itu mengikuti Selvy sampai ke depan kasir saat dia akan membayar semua belanjaan nya hari ini.
"Kemana ya mas Randy? Selvy merasa aneh, dari semalam Randy tidak bisa dihubungi sampai sekarang. Kasir sudah membungkus semua barang yang baru saja dia beli, setelah membayar, Selvy pun melangkah keluar mini market.
Baru saja melangkah ke luar tiba-tiba ada yang melemparkan sesuatu ke arahnya dan langsung mengenai rambutnya yang baru saja creambath di salon langganan nya.
"Iiiih apaan sih ini," Selvy memegang rambutnya yang lengket akibat benda itu, di lihatnya benda lengket itu dengan tatapan matanya yang membulat.
"Hueeeeeek," bau tidak sedap yang begitu tajam, sungguh sangat membuat nya mual, belum selesai masalah yang dihadapi nya, dia kini mendapatkan serangan dari berbagai arah. kini semua pakaian yang di pakai nya penuh dengan benda lengket dengan bau busuk yang sangat menyengat,
"Cukuuuuuup, siapa yang berani melakukan ini sama gue hah," Selvy pun sangat marah melihat dirinya yang kini terlihat kacau dan bau busuk.
"Ciiih, itu belum seberapa, dasar pelakor?! ucap salah satu seorang ibu yang ikut andil dalam melemparkan telur busuk ke arah Selvy tadi.
__ADS_1
"Hey, ibu siapa hah, jangan ikut campur urusan saya," bentak Selvy yang kini benar-benar geram dengan kelakuan ibu yang tidak dia kenal tapi ikut campur dalam urusan nya.
BYUUUR
"Dasar lakor tidak tahu diri, mati aja sana," tiba-tiba dari arah lain ada yang mengguyur Selvy dengan seember air es, yang membuat Selvy benar-benar basah kuyup.
"Awas kalian, saya akan membalas perbuatan kalian ini" Selvy menjauh dari para ibu-ibu yang sudah membuat nya malu, banyak orang yang melihat kejadian itu, sungguh keterlaluan mereka. Selvy menuju parkiran dan menaiki mobilnya, di dalam mobilnya dia mengganti pakaian nya, untung saja dia selalu menyediakan baju ganti di dalam mobilnya, hanya saja bau yang menyengat belum bisa hilang begitu saja, dia pun menyemprotkan semua isi parfum miliknya agar bisa meminimalisir bau yang tidak sedap di tubuhnya.
"Siapa yang menyuruh mereka, dan ngatain gue pelakor?! Selvy merasa ada yang sudah menyuruh mereka melakukan hal itu.
"Ooooh gue tahuuu," Selvy tersenyum smirk, saat menebak apa yang dia tanyakan pada dirinya.
"Nesssa, gue akan balas semua ini," Selvy pun melajukan mobilnya dengan cepat.
SEMENTARA ITU...
Randy membawa semua barang kebutuhan nya, karena hari ini dia akan meninggalkan rumah nya dan pergi entah kemana, dia tidak tahu kemana kini kakinya harus melangkah.
'Maasss, kemana aja ihhh," Selvy merajuk saat mengetahui yang dia tunggu akhirnya menelpon nya.
"Kita ketemu di rumah mu," ucap Randy lalu menutup telponnya dengan segera.
"Maaas," Selvy merasa kesal, belum sempat dia bicara, Randy sudah menutup telponnya. dia untuk mempercepat laju mobilnya agar cepat sampai di rumah nya dan melakukan ritual mandi nya untuk menghilangkan bau tidak sedap di sekujur tubuh nya.
Tidak berapa lama Randy sudah sampai di rumah Selvy tapi sang pemilik belum juga sampai, Randy mau tidak mau membuka pintu nya karena dia mempunyai kunci cadangan yang di berikan oleh Selvy kepada nya. Randy langsung masuk sebelum ada orang yang mencurigai dirinya.
DI SISI LAIN
__ADS_1
Kedua sahabat saling bertemu untuk membicarakan hal penting tentang apa yang sudah terjadi kepada anak-anak mereka. harapan mereka melihat keduanya bahagia sirna sudah. Pak Faisal menghembuskan nafas dengan kasar, tak di sangka putra yang dia banggakan kini telah mencoreng mukanya di hadapan sahabat nya. rasa malu sudah tidak bisa ditutupi lagi.
"Saya harap kita tetap bisa menjalin kerja sama Mas," ucapnya setelah sekian lama terdiam dan berpikir untuk memulai pembicaraan dengan sahabat nya ya g me jadi Colega bisnisnya.
"Hmmm, tentu saja kamu tenang saja, asupan dana akan selalu mengalir ke perusahaan mu," ucap pak Nirwan dengan tenang. baginya bisnis adalah bisnis Tidaka ada sangkut paut dengan masalah yang ada di keluarga keduanya.
"Syukurlah, Sa...saya benar-benar minta maaf atas kelakuan Randy," ucap pak Faisal yang merasa bersyukur memiliki sahabat yang begitu pengertian.
"Tapi untuk Randy, saya tidak bisa menjamin apa-apa," terangnya dengan tersenyum kecil. meski Randy memohon dan bersujud kepada nya, pak Nirwan sudah tidak bisa merubah keputusannya.
"Iya...saya paham mas," ucap pak Faisal, kesalahan Randy memang tidak bisa di maafkan begitu saja.
"Dan ingat Nessa tidak akan memberikan nama anaknya dari Ayahnya, dan jangan coba-coba datang bila dia melahirkan," ancaman yang manis tapi menusuk pergerakan pak Faisal, dirinya hanya bisa menggerakkan kepalanya tanpa berbicara sepatah kata pun.
Pak Nirwan meninggalkan tempat itu menuju perusahaan nya bersama Riyuuu yang kini menggantikan posisi Nessa untuk sementara waktu. sampai Nessa benar-benar pulih dan menyatakan ingin bergabung lagi dengan perusahaan.
"Apa kamu sudah berbicara dengan Nessa?! tanya pak Nirwan kepada Yoga yang berjalan di samping nya.
"Hmmm, belum yah," ucap Yoga dengan tersenyum, dia tidak ingin mengganggu Nessa yang sedang galau saat ini. dia tidak ingin mengambil kesempatan di dalam kesempitan, baginya berada di dekatnya saja sudah cukup.
"Bersabarlah, saya yakin suatu hari nanti anak ayah itu akan mengingat kamu nak," ucap pak Nirwan dengan menepuk bahu Yoga dan tersenyum kepada nya.
"Iya yah, Saya akan mencoba untuk selalu menjaga Nessa dan bayinya," ucap Yoga, meski itu adalah janji yang selalu dia tepati.
"Nessa anak yang begitu keras, dia tidak suka orang lain ikut campur urusan nya, tapi di balik itu dia anak yang lembut dan perhatian," terang pak Nirwan,
"Ya yah, aku akan mencoba mengambil dan menyembuhkan hatinya yang terluka," batin Yoga.
__ADS_1
"Apa kamu masih mengingat Riyu Ness?! batinnya.
Happy reading 😍