
Happy reading 😍
Randy menunggu dengan sabar, namun sampai tengah hari, orang yang ditunggu tidak kunjung datang. entah apa yang di lakukan oleh Selvy hingga belum kembali juga.
"Aaah kemana dia?!" Randy pun berjalan menuju keluar dan melihat secara langsung keadaan di luar sana.
Namun belum ada tanda-tanda kedatangan nya. Randy menahan rasa laparnya sejak pagi tadi. kini dia memutuskan untuk pergi mencari pekerjaan di luar sana. karena dia kini hanya bisa mengandalkan kekuatan dari diri sendiri. semua kartu ajaib nya pun sudah tidak bisa membantu nya kali ini. karena Ayahnya sudah membekukan semuanya tanpa terkecuali.
SEMENTARA ITU...
Semenjak ingatan nya kembali,Nessa kini tidak mau jauh dari Yoga. Nessa benar-benar lengket sekali seperti lem. namun tetap saja, mereka belum sah menjadi pasangan di mata hukum dan agama. sehingga bunda dan ayah selalu mendampingi putrinya. Status Nessa yang masih menjadi istri orang tentu saja membuat Boomerang tersendiri bagi Nessa.
"Bunda, kapan sidang perceraian ini dilakukan?! tanya Nessa kepada bunda yang sedang duduk santai sambil membaca majalah kesukaan bunda.
"Nanti sayang, tunggu cucu mama lahir dulu, baru kamu bisa berpisah dengan suami mu secara sah," jelas bunda kepada Nessa. meski bunda tahu penjelasan bunda hanya akan membuat Nessa sedih.
"Harus selama itu ya bunda," ucap Nessa pasrah, padahal Nessa ingin banget menjadikan Yoga sebagai suami pengganti sekaligus yang terakhir untuk nya.
"Ya sayang, bersabar ya, kadang kita memang harus berkorban untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki," jelas bunda dengan tersenyum berharap Nessa memahami apa yang di katakan oleh bunda.
"Iya bunda, Nessa pasti sangat bersabar menunggu saat itu tiba," ucap Nessa dengan mata berbinar membayangkan acara pernikahan nya dengan Yoga kelak.
"Hmmm, bunda lihat Yoga gak, kemana ya dia?! Nessa melirik ke semua sudut ruangan, untuk menemukan jejak Yoga di sana.
"Yoga lagi mandi sayang," jawab bunda sambil membuka majalah dari bab ke bab selanjutnya,
"Kalau gitu Nessa mo ikut ah,"Nessa mau beranjak dari tempat duduknya, namun dengan cepat bunda menahan nya.
"Heeei kamu ini, kalian meski saling mencintai, tapi tetap saja masih ada batasan yang harus di patuhi," tegas bunda.
"Iya bunda, canda koook," Nessa hanya berniat menggoda sang bunda saja.
__ADS_1
Pagi harinya, Nessa dan juga Yoga melakukan joging keliling kompleks, Nessa dan juga akhirnya hanya jalan-jalan santai karena semenjak keluar dari rumah nya, Nessa terus saja memegang tangan Yoga, Nessa melewati beberapa Ibu-ibu yang sedang memilah sayuran untuk kebutuhan sehari-hari.
Nessa tersenyum ke arah para ibu-ibu yang tengah berbelanja di mang Diman si penjual sayur keliling. Ada yang membalas senyuman nya namun kebanyakan dari mereka yang berbisik-bisik.
"Sebaiknya kita pergi dari sini," bisik Yoga yang seakan tahu apa yang tengah di bicarakan oleh para ibu-ibu itu. Nessa menurut, dia pun melanjutkan langkahnya namun kini dirinya tidak menggenggam tangan Yoga.
"Ruby....
Yoga memanggil Nessa yang kini berubah drastis, Nessa yang tadinya bawel kini mengunci mulutnya rapat-rapat. Yoga tahu ini pasti akibat pertemuan nya dengan ibu-ibu kompleks yang tengah membicarakan dirinya dan Nessa.
"Riyuuu....,* Nessa menghentikan langkahnya lalu menatap Yoga dengan nanar.
"Hmmm.... Ada yang menganggu pikiran mu ya Ruby," Yoga tahu beban di pundak Nessa begitu berat, Yoga berharap tetap bisa berada di samping Nessa tanpa batas waktu.
"Riyuuu, apa kita bisa terus bersama, meski hubungan kita belum sah di mata hukum? tanya Nessa dengan raut wajahnya yang terlihat sedih.
"Sabar ya, aku tidak akan pergi kemana-mana kok, meski akan ada yang tidak menyukai hubungan kita," jawab Yoga dengan tersenyum, meski kini Yoga mempunyai peluang cukup besar untuk bisa mendapatkan Ruby kembali, Akan ada badai di tengah perjalanan keduanya, contoh nya adalah sekarang, ibu-ibu kompleks yang tidak tahu menahu Bagaimana kisah antara Ruby dan Riyu.
"Sebaiknya kita pulang saja ya," Yoga menggandeng kembali tangan Nessa yang sempat terlepas.
"Iya...," Nessa tidak banyak membantah, mungkin suasana rumah akan membuat moodnya menjadi lebih baik.
DI HOTEL...
Selvy baru saja keluar dari kamar mandi setelah bercocok tanam dengan pria yang baru saja dia kenal. bahkan dia melupakan seseorang yang sedang menunggu kedatangan nya. pesona pria yang ada di sampingnya begitu menggoda nya.
TOK...TOK...TOK...
Pintu di ketuk dengan keras oleh seseorang di luar sana, membuat Selvy dengan cepat memakai pakaian nya sebelum orang yang ada di balik pintu berhasil masuk dan melihat nya tanpa busana.
TOK...TOK...TOKK
__ADS_1
Pintu kini di gedor lebih keras lagi, sang pria sepertinya menyadari siapa yang ada di balik pintu tersebut. akhirnya sang pria berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu setelah menyuruh Selvy untuk bersembunyi segera.
BRAAAK
Pintu langsung di dorong dengan keras saat kuncinya sudah terbuka, masuklah seorang wanita dengan memakai jas hitam dan rok sebatas paha saja menampilkan bentuk kaki yang putih mulus,
"Dimana dia mas," bentak wanita itu kepada sang pria yang sudah melakukan aktivitas ranjang bersama Selvy.
"Siapa maksud mu sayang, mas hanya sendirian kok," jawab sang pria dengan tersenyum dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya.
"Ohw yah, terus ini milik siapa mas," wanita yang kini melihat adanya sepatu wanita semakin membuat nya tidak percaya dengan laki-laki yang berada di hadapannya.
Sang pria hanya bisa terdiam tidak berkutik saat istrinya menemukan tanda bukti yang nyata. sang istri pun melanjutkan pencarian nya, mencari keberadaan wanita jala** yang sudah berani tidur dengan suaminya itu.
"Keluar loe pelakor," teriak nya dengan tetap mencari keberadaan Selvy yang sedang gemetar di dalam persembunyian nya.
BAAAAM
Pintu lemari terbuka dan nampak lah Selvy yang sedang sembunyi di balik nya. sang istri pun langsung menarik rambut Selvy dengan keras, membuat Selvy keluar dari lemari dan meringis kesakitan.
"Dasar pela*** tidak tahu diri," teriak sang istri yang kini berada di puncak amarah, dengan terus menjambak rambut Selvy hingga kusut.
"Awwww, lepaskan saya," teriak Selvy yang mencoba melawan sang istri.
PAAAK...PAAAAK...
Dua tamparan mendarat mulus di pipinya, meninggalkan rasa panas dan ngilu, tidak hanya sampai di situ saja, kini wanita yang sudah menampar Selvy, mengeluarkan gunting lalu tersenyum ke arahnya.
"Dasar perusak loe, benalu yang tiada guna, mati aja sanaaaaa," Sang istri sah melayangkan gunting itu ke arah Selvy yang sudah merasa ketakutan sekarang.
"Aaaah jangaaan....
__ADS_1
Happy reading 😍