
Happy reading 😍
"Ya yah, saya akan mengambil dan menyembuhkan hatinya yang terluka," batin Yoga.
"Apa kamu masih mengingat Riyu Ness?;! batinnya.
"Begini saja, malam ini kita makan malam bersama ya, ingat ayah pasti akan senang bila kamu bisa bergabung dengan kami," pinta pak Nirwan yang dengan penuh harap kepada Yoga saat ini.
Yoga datang ke acara makan malam yang diadakan keluarga Nessa, meski dirinya dan Nessa kini seperti orang asing yang belum mengenal, tidak ada canda tawa seperti biasanya. Pak Nirwan dan bunda pun hanya saling terdiam saja. sampai ada telpon masuk ke handphone pak Nirwan, dengan cepat di angkat nya telpon tersebut.
"Ya, ada apa mas bro," Pak Nirwan bangkit dari duduknya, karena telpon itu sangat penting dari salah satu colega bisnis nya.
Nessa melanjutkan makannya tanpa melihat bila Yoga sedang mencuri pandang kepada nya. Tak apa baginya, Yoga tidak marah sedikit pun dengan sikap Nessa yang menjadi sedingin es kepada nya.
"Sayang, bunda sama ayah harus pergi sekarang yah," Pak Nirwan tiba-tiba datang dan mengajak bunda untuk ikut bersama nya.
"Hmm, kemana yah," ucap Nessa yang penasaran, bukankah ini terlalu mendadak.
"Colega ayah terkena musibah jadi ayah harus memberikan support agar dia tidak berlarut-larut dalam kesedihannya," jelas pak Nirwan kepada Nessa.
"Yoga, tolong jaga Nessa yah," pinta pak Nirwan dengan tersenyum ke arahnya.
"I...iya yah, pasti Yoga jagain kok," ucap Yoga dengan sedikit gugup karena Nessa tengah melotot ke arah nya.
"Kalau begitu bunda pergi ya sayang," bunda mencium kening Nessa, sebaliknya Nessa mencium tangan bunda. begitu juga kepada ayahnya,
Yoga pun melakukan hal yang sama seperti apa yang Nessa lakukan, Setelah kepergian kedua orang tuanya, kini tinggal mereka berdua di meja makan, hening hanya ada suara sendok dan garpu yang sedang beradu.
"Ness, kamu marah sama akuu?! Yoga mencoba membuka pembicaraan dan mencairkan suasana yang membeku.
__ADS_1
"Engga...," ucap Nessa tanpa melihat ke arah lawan bicaranya.
"Baiklah, kalau kamu gak mau lihat aku," batin Yoga lekas bangun dari tempat duduknya dengan membawa beberapa piring kotor ke tempat pencucian.
Nessa hanya memperhatikan langkah nya tanpa berbicara, sedangkan Yoga melanjutkan membersihkan piring dan perabotan makan yang baru saja dia pakai.
Dalam sekejap semua sudah rapi dan bersih, Yoga pun menatap Nessa yang tengah memperhatikan nya. namun Nessa masih enggan menatap dirinya. Yoga pun pergi tanpa sepatah kata pun menuju kamarnya.
Nessa kini yang membawa bekas makannya, lalu melakukan apa yang Yoga lakukan, namun karena langkah yang di ambil Nessa terlalu terburu-buru, kakinya menginjak kain yang basah hingga membuat nya terpeleset.
"Hmmm, bisakah kau berhati-hati dan menjaga dirimu?! Yoga dengan cepat menangkap tubuh Nessa yang hampir jatuh ke lantai.
"Maaf," Nessa cukup kaget karena hampir saja terjatuh dan lagi-lagi Yoga lah yang menjadi pahlawan bagi Nessa.
"Maaf bila kamu gak nyaman sama aku," Yoga membangun kan Nessa dan menuntun nya ke tempat yang aman, setelah itu dia yang mencuci semua piring kotor bekas Nessa sampai bersih.
"Semua sudah beres, sekarang tidur lah dan beristirahat," pinta Yoga saat melihat Nessa masih saja berdiri dan memperhatikan dirinya.
"Kenapa," ucap Yoga yang heran dengan Nessa yang sudah tidak cuek lagi terhadap dirinya.
"Loe demam," ucap Nessa singkat, lalu membawa Yoga.
"Biarkan saja, aku baik-baik saja," Yoga berbalik arah menuju kamarnya.
"Ya sudah, lagian masa bodo lah," batin Nessa, lalu melangkah pergi juga ke kamar nya.
Nessa mencoba tertidur seperti biasanya, namun matanya enggan bekerja sama, Dia membolak-balik tubuhnya ke kanan dan kiri, mencoba terpejam, namun tidak bisa juga. ada yang membuat hatinya gelisah, yang jelas bukan suaminya tapi pria lain,
"Apaan sih nih, kok gue mikirin Yoga sih?! Nessa terbangun, kini kakinya yang tidak mau diam, semacam menyetrika baju saja, dirinya benar-benar gelisah.
__ADS_1
"Gue lihat dia dulu, tapi....
Nessa bingung mau apa, di sisi lain ingin. sekali dirinya melihat kondisi Yoga, di sisi lainnya bertolak belakang, tetap di kamar nya dan tidur.
Tapi rasa khawatirnya begitu besar, Nessa pun mulai berjalan menuju ke arah kamar nya Yoga, di lihatnya pintu nya yang sedikit terbuka, itu tandanya Yoga tidak mengunci pintu kamar nya.
Nessa pun mencoba masuk dengan perlahan, dilihat nya Yoga yang tengah tertidur namun sepertinya tidak tenang, dan gelisah seperti dirinya yang tidak bisa tidur. Nessa semakin dekat dengan Yoga, Nessa meraba dahi Yoga dengan perlahan.
"Shhhh, panas sekali," Nessa pun mengambil semacam alat kompres agar panasnya bisa cepat turun. baru saja Nessa akan mengambil alatnya, tangannya sudah di tahan oleh Yoga yang tiba-tiba sudah memperhatikan dirinya.
"Kenapa masuk tanpa permisi?! tanya Yoga dengan tetap berbaring karena kepalanya mulai terasa pusing.
"Jangan banyak bicara, loe lagi sakit jangan banyak bergerak," ucap Nessa kepada Yoga yang kini memejamkan matanya yang terasa panas.
Nessa dengan cepat mengambil alat kompres, namun kini dirinya harus berhati-hati karena penyelamat nya sedang terbaring lemah. setelah mendapat apa yang diperlukan Nessa langsung kembali lagi ke kamar Yoga, tidak lupa dia membawa beberapa obat-obatan untuk pereda panas yang ada di kotak medis.
"Sembuhlah jangan sakit," batin Nessa, tangannya sudah memegang kain yang akan di taruh di kening Yoga.
"Aku baik-baik saja kok, jangan sedih seperti itu," ucap Yoga dengan tersenyum, dia tidak ingin membuat Nessa malah khawatir dengan nya dan malah Nessa yang menjaga dirinya.
"Iyalah loe harus baik-baik saja, kalau gak ada loe, gue sama siapa donk?! ujar Nessa dengan terus mengopres Yoga dengan telaten.
"Kamu ini bisa berubah dalam sekejap ya," ujar Yoga yang nampak senang bisa berbicara lagi dan bersama seperti dulu.
"Ih guee gak bisa berubah kali, loe pikir gue super woman apa," gerutu Nessa yang seakan. tidak senang dengan candaan Yoga.
"Iya bukan gitu maksudnya Ness," Yoga tertawa melihat tingkah laku Nessa, meski dia belum bisa bangun karena kepalanya masih berat.
"Maaf ya, gue cuekin loe tadi," ucap Nessa yang merasa bersalah dengan sikap nya, padahal Yoga tidak ada sangkut pautnya dengan masalah keluarga besar nya. bahkan Yoga lah yang selalu ada di saat hatinya benar-benar hancur dan terluka. Yogalah yang selalu membuat dirinya berharga, Yogalah yang selama ini berkorban untuk nya, ya hanya untuk nya, hanya untuk Nessa.
__ADS_1
Di dalam diamnya, buliran air mata meluncur begitu mulus nya, Nessa mulai terisak, entah apa yang ada dalam pikiran nya saat ini. tapi ada rasa yang begitu besar yang dia rasakan saat ini, rasa takut akan kehilangan.
Happy reading 😍