
Happy reading 😍
"Tunggu sebentar...
Nessa berbalik arah dan mengambil sesuatu yang jatuh dari tangannya tepat di sisi pintu mobil.
"Ayo pergi Riyuuu," ucap Nessa dengan tersenyum, untung saja tidak hilang.
"Apa sih yang kamu cari Ruby," tanya Yoga yang penasaran.
"Ini Riyuuu, cincin ku," ucap Nessa dengan memperlihatkan cincin yang tadi terjatuh.
Entah kenapa ada perasaan tidak suka saat Nessa menunjukkan cincin itu, cincin pernikahan nya dengan Randy. apa ini artinya Nessa masih mencintai Randy. Tiga hanya terdiam saja sedangkan Randy tersenyum melihat Nessa yang masih memakai cincin pernikahan mereka.
"Mas tahu, kamu masih mencintai mas Ness, dan mas juga akan membuktikan bahwa mas bisa lebih baik lagi bila kamu memberikan mas kesempatan kedua," "Batin Randy dengan penuh harapan rumah tangga nya akan tetap utuh.
"Jangan terlalu banyak berharap, ingat Nessa sudah mempunyai calon suami pengganti," ucap pak Faisal yang seakan tahu isi kepala Randy.
Randy terdiam, tapi bukan berarti dia akan diam saja tentang suami pengganti, apapun caranya Randy harus menghilangkan si suami pengganti itu, meski harus menggunakan cara kekerasan.
Pak Faisal melajukan mobilnya saat Nessa sudah tidak lagi memperhatikan nya.
Nessa memandangi mobil tersebut dengan wajah tersenyum penuh arti. Nessa sudah tahu apa yang dia tuduhkan adalah benar adanya. dan Nessa melihat jelas mertuanya itu, namun Nessa tidak ingin mempermasalahkan hal itu, dan yang menjadi masalah adalah seseorang yang berpura-pura sembunyi darinya.
"Tunggu lah sidang kita mas," batin Nessa, meski ada rasa sakit di dalam sana, pernikahan yang baru saja dia bina harus hancur lebur dengan adanya pengkhianatan dan orang ketiga.
"Ruby....
"Ruby.....
"Ruby....
Yoga memanggil Nessa Sampai tiga kali namun Nessa tetap saja fokus melihat ke arah depan. itu membuat Yoga sedikit cemburu karena merasa tidak diperhatikan lagi.
"Sayaaaang.....
__ADS_1
Yoga menghalangi pandangan Nessa, sehingga membuat Nessa berbalik menatap Yoga dengan wajah kusut nya.
"Eh iya Riyuuu, maaaf...," Nessa lupa bila dirinya sedang bersama Riyuuu, ini gara-gara Randy yang telah memecah belah pikiran nya.
"Kamu mengenal mobil itu kan, dan kamu tahu ada seseorang di dalam nya, yang membuat kamu melupakan seseorang yang sejak tadi ada di samping kamu," ucap Tiga panjang lebar,
"Iya Riyuuu, maaf ya," Nessa benar-benar tidak sengaja sudah mengabaikan Riyuu barusan.
"Kamu masih mencintai nya?! kini Yoga mulai menanyakan hal penting bagi nya, apakah Nessa masih mencintai Randy yang masih berstatus suaminya.
"Ngomong apa sih kamu Riyuuu," Nessa mencoba mengelak dengan pertanyaan Riyu, karena Nessa sudah tidak mencintai Randy semenjak dirinya melihat suaminya sudah berkhianat dan menodai ikatan suci pernikahan mereka.
"Jangan pernah ngomong yang aneh-aneh ya," ujar Nessa dengan tersenyum. Nessa tahu kini seseorang yang sedang ada di hadapannya sedang cemburu melihat Nessa yang masih memperhatikan Randy.
"Ruby mencintai Riyuuu?! tanya Yoga kepada Nessa,
"Ya, saaaaaangaaaaaaat," ucap Nessa dengan mencium pipi Riyuuu lalu tersenyum. semoga dengan cara ini Yoga tidak lagi cemburu.
"Apakah Nessa mencintai Yoga," tanyanya dengan pertanyaan yang sama hanya beda nama saja.
Nessa tidak menjawab pertanyaan terakhir, Ruby memang mencintai Riyu, tapi bagaimana dengan Nessa, apakah Nessa juga mencintai Yoga, meski pernah ada seseorang di hati Nessa selain Riyuu,
Nessa menggenggam tangan Pria di hadapannya, lalu menghela nafasnya, Nessa menatap lekat pria itu, berusaha menyakinkan bahwa tidak ada laki-laki manapun yang bisa sejajar dengan dirinya.
"Riyuu siapapun kamu, di masa depan, Ruby akan tetap mencintai nya, meskipun kau mengubah wujud mu, meskipun ada orang lain yang hadir di antara kisah kita, ingatlah, Ruby akan selalu ada untuk Riyuu, meskipun Ruby menjadi orang lain sekalipun, meskipun Riyu ku kini berubah wujud, hanya ada satu pangeran di hati terdalam Ruby,," Nessa membawa tangan Yoga untuk menyentuh dadanya,
Perbuatan Nessa ini sungguh membuat Yoga terenyuh, seharusnya dia percaya kepada Rubynya yang tidak akan pernah berpaling darinya. kini Yoga bisa merasakan detak jantung Nessa di atas tangan nya yang sedang anteng diantara dua hal yang harus dia jaga dan belum sah untuk dia sentuh.
"Maafkan aku Ruby, sudah meragukan semua nya," Yoga tersenyum lega mendengar apa yang di ucapkan Nessa kepada nya, dia semakin bersabar dan bersabar menunggu Nessa menjadi miliknya seutuhnya.
"Iya, jangan cemberut lagi ya," ucap Nessa dengan tersenyum,
"Akkh ma...maaaf," Yoga tidak sengaja menekan salah satunya, membuat nya merasa bersalah kepada Ruby. dia harus bisa menjaga wanita nya meskipun dia menginginkan lebih.
"Hmmm, ya gak papa," Nessa bersemu merah, sentuhan Yang baru saja Yoga berikan sedikit membuat nya traveling tentang malam pertama. sebagai seseorang yang sudah menikah tentu itu adalah menjadi bagian kebutuhan biologis nya. namun apa daya, dirinya harus puasa dan bisa menahan hasratnya sendiri, sampai anak pertamanya lahir, dan sidang cerai terlaksana, lalu melewati masa Iddah bagi perempuan yang bercerai dan lama masa Iddah kurang lebih tiga bulan,
__ADS_1
Setelah melewati masa Iddah barulah Nessa dan Yoga bisa merencanakan pernikahan mereka. sungguh waktu yang panjang bagi keduanya.
"Riyuuu....
"Ya....
Nessa berhenti berjalan, ada sesuatu yang ingin dia bicarakan dengan Riyu, namun ia enggan untuk mengungkapkan kegelisahan yang ada di hatinya, rasa takut sudah menghantui dirinya, rasa akan kehilangan Riyuu apalagi.
"Kenapa... bicaralah," Yoga mengelus pipi Nessa dengan lembut, Yoga siap menjadi pendengar yang baik bagi Ruby nya.
"Apa kita bisa bersama Riyuuu, hiks," Nessa menangis, dadanya tiba-tiba begitu sesak, bagaimana kalau Yoga bosan menunggu nya dan menemukan wanita lain yang siap menjadi istrinya.
"Huuuus, kamu bicara apa sih," Yoga tahu apa yang di pikirkan oleh Ruby,
"Ruby, kau tahu berapa tahun aku menunggu mu," tanya Riyu dengan menatap mata Rubynya.
"Tidak?!
"20 TAHUN...
"Apa... selama itu," Nessa terkejut mendengar perkataan Yoga yang selama ini selalu menunggu nya.
"Ya, selama itu, aku tidak pernah mengenal makhluk yang namanya wanita selain ibuku," jelas Yoga saat mengingat bagaimana perjuangan nya untuk bisa berada di dekat Nessa seperti sekarang ini.
"Ciiiius," Goda Nessa yang mulai bisa bercanda, kini hatinya merasa lega mendengar penjelasan dari Yoga, beban yang tadi terasa menghimpit kedua pundaknya, hilang dalam sekejap.
"Iya Ciuuuuus," Yoga mencubit hidung Ruby saking gemasnya dengan sikap wanita yang ada di hadapannya yang selalu berubah-ubah, kadang terlihat gembira, kadang terlihat sedih.
"Tapiiii.... bagaimana kalau ada perempuan lain yang lebih cantik dan lebih seksi dari aku, apakah kamu akan tergoda, tanya Ruby yang masih penasaran apa yang akan dilakukan oleh Yoga bila bertemu dengan wanita lain.
"Hmmmm, gimana ya," Yoga mencoba membayangkan apa yang dikatakan Nessa. meski Yoga sudah mendapatkan Jawaban nya.
"Tuuuh kan lama jawab nya....
"Dasar pria sama saja, gak bisa liat gadis seksi dikit," Nessa pergi begitu saja meninggalkan Yoga yang masih belum memberikan jawaban nya.
__ADS_1
Happy reading 😍