
HAPPY READING 😍
Suara d****an demi d****an sungguh membuat semua para anak buah pak Nirwan enggan untuk mengecek ke dalam. pasti di dalam sana ada dua sejoli yang tengah bercocok tanam, tanpa benang satu helai pun.
"Ada apa???
Pak Nirwan bertanya kepada anak buahnya yang turun dengan muka tegang.
"It....ituuu booos anuuuu...
"Apa kalian melihat sesuatu," pak Nirwan memancing para anak buahnya agar berbicara sejujurnya tentang apa yang sebenarnya terjadi di atas sana.
"Anuuuu booos...co-cok ta-nam," ucap salah satu anak buahnya dengan sangat pelan, mereka tidak tahu harus mengatakan apa.
"Apa kalian melihat siapa yang ada di dalam sana?! pak Nirwan kembali menegaskan apa yang sudah bosnya perintah kan.
Para anak buahnya pak Nirwan terdiam, sungguh nasib mereka seperti sedang berada di ujung tanduk. kini bosnya akan memarahi mereka habis-habisan karena tidak menjalankan tugas dengan benar. seharusnya mereka tetap mengecek semua kamar tanpa terkecuali.
Pak Faisal yang sedari tadi terdiam kini bangkit dan langsung menuju ke atas, dirinya tidak bisa lagi menunggu terlalu lama. dirinya akan memastikan sendiri apa yang sebenarnya sudah terjadi.
Pak Faisal terus menyusuri setiap kamar, sampai pak Faisal berhenti tepat di kamar milik Randy yang sepertinya terkunci dari dalam.
Tidak hanya itu, pak Faisal juga mulai mendengar suara-suara laknat di dalam kamar yang terdengar begitu menjijikkan bagi pak Faisal. jantungnya terasa mau copot, namun pak Faisal terus menerus kan langkah nya dan kini sampailah ia di depan pintu kamar Randy.
BRAAAAK
Pak Faisal akhirnya mendobrak pintu yang terkunci dari dalam itu.
Lampu kamar yang padam, menyelamatkan keduanya dari rasa malu saat pak Faisal masuk dan menyeret sang pria hingga terjatuh. Amarahnya sudah tidak bisa terkendali lagi. peringatan keras sudah di abaikan begitu saja. sudah tidak ada lagi kesempatan kedua untuk nya.
RANDYYY...
__ADS_1
Suara pak Faisal begitu keras sehingga menyadarkan seseorang yang masih terbaring di atas ranjang.
"Randy..." batin Yuri dengan begitu terkejut.
"Jadi pria yang sudah melakukan penyatuan dengan nya bukanlah Yoga melainkan Randy, bagaimana mungkin ini bisa terjadi, Yuri dengan jelas telah membawa Yoga bersamanya. ini benar-benar tidak mungkin.
"Pah... apa yang...
PAAAAK
Satu tamparan keras mendarat mulus mencium pipi Randy, pak Faisal benar-benar tidak habis pikir bila Randy sudah melakukan kesalahan lagi dan kini sangat fatal.
"Kurang ajar kau, lihat apa yang kau lakukan kali ini," pak Faisal benar-benar marah kepada Randy yang selalu saja melakukan tindakan bodoh yang merugikan dirinya sendiri.
"Dan kau wanita ******, angkat kaki dari Villa ku sekarang juga," Pak Faisal tidak melihat ke arah mereka berdua, dia tidak ingin melihat pemandangan yang sudah merusak citra dan nama baik nya di hadapan keluarga besar pak Nirwan.
Yuri menangis, kenapa semua jadi begini, kenapa pria yang bersama nya adalah Randy, bukan Yoga. begitu pun dengan Randy yang tidak kalah kagetnya, Randy begitu bergairah karena mempunyai kesempatan bercocok tanam dengan istrinya lagi, namun apa yang terjadi sangat mengejutkan. Yuri lah yang telah menghangatkan tubuh nya, Yuri lah yang tengah ia cumbu dengan hasrat menggebu beberapa saat yang lalu.
Setelah kepergian pak Faisal, Yuri dan Randy sama-sama mencari keberadaan pakaian yang sudah tercecer di mana-mana.
"Loe Ngapain sih di sini,"Yuri melihat tubuh nya yang polos tampak banyak tanda kepemilikan yang sudah dilakukan oleh Randy. apalagi pada bagian leher dan area sekitar ****nya. Yuri masih tidak percaya bila dia melakukan nya dengan Randy. bahkan dirinya begitu menikmati permainan panas mereka yang baru saja terhenti.
"Siaaal.... loe harus nya bisa membedakan donk," Randy juga sama kesalnya dengan Yuri. rencana yang sudah dia susun sedemikian rupa gagal total dalam semalam. ini masih belum seberapa, yang lebih memalukan adalah Papanya yang menjadi saksi perbuatan nya. ini sungguh di luar rencananya.
"Gue yakin, gue tuh melihat Yoga di dalam kamar ini," Ucap Yuri yang kini tengah Frustasi. hilang sudah harapan nya untuk mendapatkan Yoga.
"Gue juga yakin, gue lihat Nessa di sini," ucap Randy yang tidak mau kalah, Randy bahkan melihat Nessa tengah tertidur di atas ranjang nya.
"Lebih baik kita cepat bersihkan diri kita," Randy dengan cepat mengambil pakaian nya lalu menuju kamar mandi menyelesaikan apa yang belum terselesaikan.
Di bawah sana pak Nirwan sudah menunggu besannya dengan senyum yang tersungging di bibirnya. sedangkan pak Faisal turun dengan rasa malu tiada tara, Randy sudah mencoreng nama baik keluarga sekali lagi. pak Faisal kini sudah tidak mempunyai muak lagi untuk bertemu dengan pak Nirwan.
__ADS_1
"Nessa... Yoga... kalian dari mana? tanya bunda saat melihat Nessa dan Yoga datang dari arah pintu utama dengan mesem-mesem seperti sedang bahagia.
"Tadi Nessa sama Riyu keluar sebentar Bun, cari buah-buahan ini," jawab Nessa dengan menunjukkan sekeranjang buah yang begitu komplit.
"Banyak banget, untuk apa ini nak," tanya bunda dengan terheran. apalagi di dalamnya bukanlah buah-buahan yang Nessa sukai.
"Buat hadiah bunda,' jawab Nessa dengan tersenyum dan menatap Yoga yang kini tersenyum juga.
"Hadiah buat siapa sih nak," bunda semakin penasaran dengan teka-teki yang di ciptakan oleh Nessa.
"Tunggu saja bunda, nanti juga bunda tahu kok," ucap Nessa yang kini menuntun bunda agar duduk saja karena akan ada drama setelah ini.
Tak berapa lama Randy dan Yuri turun dan keluar dengan pakaian yang sedikit tidak beraturan. apalagi Yuri, sungguh tidak tahu bagaimana kini penilaian orang terhadap keduanya. Syal yang menempel di lehernya, rambut yang terlihat berantakan, tentu saja akan memicu berbagai pertanyaan, apalagi cuaca sedang panas, tidak sesuai bila mengenakan syal di musim panas.
Semua orang melihat ke arah mereka seakan sedang menyambut kedatangan nya. Yuri terlihat hanya menunduk saja dan tidak berani memandang semua orang, berbeda saat dirinya datang dan dengan percaya diri memperkenalkan dirinya.
"Jangan diam saja, jelaskan kepada kami apa yang kalian lakukan Haah...," pak Faisal sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya, di tariknya kerah baju Randy dengan kedua tangannya, hingga membuat Randy terangkat.
"Ka.. kamiiiii... ini...bukan kemauan kami," Randy tetap saja tidak menerima hal yang sudah dia lakukan bersama Yuri.
"Iya pah, ini bukan mau kami, ini pasti jebakan pah, ada yang sudah tega menjebak kamii hiks," jawab Yuri yang kini menangis tersedu-sedu.
"Jebakan...
"Apa maksud mu dengan jebakan, dan siapa yang ingin menjebak kalian? tanya pak Faisal dengan menatap tajam ke arah Randy.
"Dia yang sudah menjebak kuuu...
Happy reading 😍
"
__ADS_1