MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB. 66


__ADS_3

Happy reading 😍


"HENTIKAN...


Selvy melepaskan tangan Yuridis saat pak Faisal kini menatap dengan penuh amarah kepada nya. calon mertuanya yang tidak pernah setuju dirinya menikah dengan Randy. dan kini pria tua itu dengan berani menatap tajam dirinya. seakan mengancam nyawanya.


"Kau pikir semua keinginan mu akan terwujud hei, tua bang**" Teriak Selvy dengan tersenyum sinis,


"Lihat saja, dia tidak akan pernah bisa menjadi menantu mu," Selvy menjambak rambut Yuri dengan kasar, tangan kirinya mengeluarkan sebuah belati kecil namun tajamnya cukup untuk memotong sebuah jalur nya nafas seseorang.


"Akhhh, tolong gue Randy....," pekik Yuri yang sangat ketakutan melihat tingkah Selvy yang kini sudah hilang kendali dan tidak waras di matanya.


"Sel... kita bicara baik-baik, ok...," Randy mencoba berbicara dengan Selvy agar dia tidak berbuat nekat.


"Randyyy...


"Kau bilang bicara baik-baik?!


Selvy malah makin menarik rambut Yuri, membuat si pemilik nya makin meringis kesakitan.


POK...POK...POK...


Suara tepukan tangan menghentikan aksi Selvy untuk sementara. Selvy melihat ke arah suara si pemilik tepukan itu. dan dia adalah seorang wanita yang kini tersenyum kepada nya. Selvy tidak menyangka bila Nessa malah membiarkan Randy menikah lagi dengan perempuan lain selain dirinya. padahal dulu Nessa sangat menentang adanya pernikahan antara dirinya dan Randy.


"Nessaaa...


" Sudah lama kita tidak berjumpa ya," Selvy kini perlahan melepaskan tangannya dari rambut Yuri yang sudah berantakan akibat perbuatannya.


"Hei Selvy...


"Sepertinya ini bukan tempat untuk seorang pe-la-kor...," ucap Nessa dengan menatap wajah Selvy yang sudah merah padam.

__ADS_1


"Ciiiih... jangan sok suci kau Nessa...


Selvy berusaha menghampiri Nessa dan hendak mendorong nya, semua orang begitu terkejut melihat aksi Selvy yang tampak menakutkan bagi sebagian orang. bunda terlihat santai saja melihat tingkah laku Selvy yang seperti anak kecil yang kalah saat bermain.


GREB...


"Heeei... apa yang kalian lakukan haah," Teriak Selvy yang masih saja meronta. Dua orang bertubuh kekar memegang tangan Selvy dan membawa nya menjauh dari Yuri dan yang lainnya.


"Bawa dia pergi jauh dari sini," ucap pak Nirwan yang sudah ada di belakang para bodyguard itu.


"Kurang Hajar cepat lepaskan, atau kalian akan menyesal," Selvy masih saja berbicara meski dirinya makin menjauh dari acara itu. percuma saja Selvy melawan keduanya. tubuhnya yang mungil tidak sepadan dengan dua pria kekar yang kini tengah menarik dirinya,


"Jangan kembali, atau nyawamu akan melayang," ucap para bodyguard dengan nada ancaman, sesuai perintah yang diberikan tuannya.


"Hmmm... lihat saja aku akan menjadi duri dalam daging, aku gak akan biarkan kalian bahagia," batin Selvy. hari gagal masih ada hari esok, begitu pun seterusnya. Selvy akan terus mengganggu tanpa lelah. mobil pun melaju membawa Selvy entah kemana.


"Kenapa diam saja merasa kasian," tanya Yoga saat Nessa begitu fokus memperhatikan Selvy yang kini sudah pergi menjauh.


"Nah itulah kenapa kita harus bisa bersikap sesuai dengan ekspektasi, dan menjadi diri sendiri bukan orang lain," Yoga tersenyum melihat Nessa yang kini merasa beban di bahunya sudah sedikit berkurang.


"Maaf semuanya atas gangguan kecil ini, sekarang acara akan kita lanjutkan kembali," ucap pak Faisal dengan memakai pengeras suara.


Nessa dan Yoga pun duduk kembali di tempat duduk mereka, begitu pun dengan bunda dan pak Nirwan yang baru saja membereskan masalah yang muncul ke permukaan.


Sedangkan Yuri sibuk merapikan tatanan rambut nya yang sudah berantakan akibat perbuatan Selvy. dia tidak mengira bila Selvy akan menjadi hewan liar dan berusaha untuk menyakiti dirinya.


Dan Randy bukannya membantu Yuri yang sebentar lagi menjadi istrinya, matanya malah melihat ke arah Nessa yang sedang mengobrol dengan Yoga. senyum dan tawa Nessa sungguh membuat hatinya terenyuh, baru kali ini dirinya melihat Nessa bisa tertawa bahagia seperti itu. semenjak hamil anak pertama nya, Nessa terkesan begitu manis dan makin cantik saja.


"Ruby...bisa kita bertukar tempat duduk," pinta Yoga saat menyadari bila Randy terus saja memandang Nessa. tentu saja Yoga tidak akan membiarkan hal itu terjadi terlalu lama.


"Eh, emang kenapa Riyuuu...hmmm," Nessa yang tidak sadar sedang di perhatikan oleh Randy hanya bisa bertanya kepada Yoga.

__ADS_1


"Karena aku tidak mau, ada buaya yang menikmati keindahan Tuhan yang hanya tercipta untukku," ucap Yoga yang kini sedikit narsis.


"Hahaha, ok... tenang saja Riyuuu, Hawa akan selalu ada bersama Adam, meski sempat terpisah sangat jauh," Nessa memegang wajah Yoga dengan kedua tangannya. Yoga merasa ada kehangatan yang mengalir dari tangan Nessa dan membuat dirinya bersemangat.


"Tapi tetap saja, sang Adam merasa cemburu bila hawanya di lirik oleh Adam yang lainnya," ucap Riyu yang kini sudah berganti tempat duduknya.


"Dasar Yoga, selalu saja mengganggu kesenangan ku," batin Randy yang sedikit dongkol, ternyata Yoga menyadari bahwa dirinya sedang memperhatikan Nessa yang kini sudah menjadi kekasih nya.


"Ran... loe liatin siapa sih," Yuri menegur Randy yang tidak membantu dirinya memperbaiki tatanan rambut nya.


"Eng...engga kok," Randy tidak ingin Yuri tahu bila dirinya sedang memperhatikan istrinya sendiri.


Kini Yuri yang melihat ke arah Yoga yang sedang tertawa kecil bersama Nessa, canda gurau keduanya bagaikan hukuman cambuk bagi nya, begitu menyakitkan.kini dirinya harus terjebak dalam ikatan pernikahan yang tidak ia rencanakan sama sekali dalam seumur hidup nya.


"Yoga... meski aku menikah dengan Randy, bukan berarti aku berhenti mengejar mu," batin Yuri, meski dadanya terasa sesak melihat Yoga yang tertawa lepas bersama wanita lain.


"Dan lihatlah, Hawa yang lain pun ingin merebut Adam ku," ucap Nessa saat memergoki Yuri yang berusaha curi pandang ke arah Yoga. kini Nessa yang merasa terancam dengan keberadaan Yuri, karena sepertinya Yuri lebih licik dari Selvy, dan yang paling penting adalah, Yuri menginginkan Riyu nya, Nessa tidak akan membiarkan Yuri berdekatan dengan Yoga dengan alasan apapun.


"Dia... tidak sama dengan Hawaku ini, jauuuuh berbeda," ucap Yoga yang kini tersenyum melihat Nessa yang juga merasakan rasa cemburu yang selalu Yoga rasakan saat dulu Nessa masih bersama Randy dan bermesraan di hadapannya.


"Haaah... masa siih...


Nessa meragukan kebenaran dari ucapan Yoga, bagaimana pun Yoga adalah pria normal, ibarat kucing, bila dikasih ikan asin, ya akan langsung di makan tanpa tahu ikan itu dari mana asalnya.


"Kok masa sih, beneran loooh," ucap Yoga dengan tersenyum, gak ada wanita lain di hatinya,


"Baik lah kita mulai acaranya ya," ucap pak penghulu yang sudah siap untuk menikahkan Randy dan Yuri.


Semua orang pun berhenti bicara dan kini fokus menjadi saksi.


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2