
Happy reading 😍
"Caloooon???
untuk kesekian kalinya papa Randy menentukan jodoh nya. Randy selalu menuruti keinginan papanya dengan syarat tidak ada paksaan untuk keduanya, Satu hal yang membuat semuanya gagal, Randy meminta perjodohan berlanjut bila keduanya mempunyai perasaan yang sama. Dan bagi Randy jatuh cinta adalah hal yang tidak mudah meskipun calonnya bagaikan bidadari yang turun dari kahyangan.
Randi dari awal sudah mencurigai papanya, karena handphone papa nya tidak bisa di hubungi saat bersama Nessa. Randi menjalankan apapun yang papanya lakukan, selama Randy putus sama mantannya yang telah meninggalkan nya tanpa sebab, sejak itu pula pak Faisal memperkenalkan berbagai macam karakter wanita untuk bisa menjadi pendamping Randy kelak, Namun ternyata, usaha nya sia-sia belaka, Randy bahkan tidak merespon semua wanita yang papanya promosikan kepada nya.
"Caloon???
Randy mengerti dengan maksud papanya dengan kata calon tersebut,
"Tidak...," jawab Randy singkat.
"Harus... kali ini tidak ada pengecualian," ucap pak Faisal dengan lugas dan tegas, menandakan Randy tak bisa melakukan penolakan lagi.
"Tidak usah menikah cepat-cepat, yang penting kalian saling mengenal dulu...
"Bagaimana???
"Nessa kah kali ini kandidat mu papa," Randy bertanya kepada Papanya agar dia tidak salah orang.
"Ya... siapa lagi memangnya," jawab pak Faisal.
"Papa yakin Nessa adalah gadis yang baik Ran," Pak Faisal mencoba bernegosiasi dengan anaknya.
"Dan juga cantik, sedikit keibuan...
"Ya kan Randy...," ucap pak Faisal yang terkekeh ketika melihat Nessa yang tampak kesulitan menjaga Aqila.
"Keibuan bagaimana, Yanga ada bayi klo di pegang sama dia, bisa langsung berubah jadi balita dalam sekejap ckck..," ujar Randy yang menggelengkan kepalanya.
"Haha..haha...," Pak Faisal tertawa mendengar penuturan Randy tentang Nessa.
"Karena dia itu memang selalu mementingkan pekerjaan nya," jelas pak Faisal tentang siapa Nessa.
"Sudahlah pah, aku pikir kami tidak akan bisa bersatu, ok...," Randy mencoba menjelaskan apapun yang papa nya lakukan, percuma saja.
Hatinya sudah rapuh dan butuh waktu yang sangat lama agar bisa menerima hati yang baru lagi.
"Begini saja, bila dalam sebulan ini, kmau tidak ada perasaan apapun kepada Nessa, maka kamu bebas melakukan apa saja, termasuk menolak nya," pak Faisal memberikan penawaran kepada Randy.
"Baik, siapa takut... aku yakin, aku nggak akan pernah menyukai nya," ucap Randy dengan tersenyum tipis.
__ADS_1
Melihat tamunya masih saja di luar, pak Nirwan langsung menghampiri nya dan mempersilahkan masuk ke dalam rumah.
"Pak Faisal dan nak Randy, kenapa berdiri saja, ayo kita masuk ke dalam," Pak Nirwan langsung menyuruh keduanya ke dalam karena memang ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh pak Nirwan.
Nessa yang sedang asyik mengobrol dengan bunda dan adiknya pun sedikit teralihkan ketika tamunya masuk bersama dengan ayahnya.
Nessa pun memperhatikan Randy Secara diam-diam begitu pun dengan Randy, melakukan hal yang sama dengan calon istri nya itu. kini keduanya saling menatap secara diam-diam. ada banyak pertanyaan dari tatapan keduanya.
"Cantik juga," gumam Randy dalam hatinya.
"Inikah calon imamku berikutnya," batin Nessa yang tak pernah berpikiran lebih jauh lagi.
Dalam beberapa menit, keduanya saling bertatapan dengan membawa berbagai pertanyaan di hati keduanya.
"Eheeeem... uhuuuk," Pak Faisal ternyata masih memperhatikan keduanya yang hanya berdiri di depan pintu masuk,
"Ma... maaf om, ehmmm... ayo silahkan," ucap Nessa yang merasa malu dan salah tingkah tentang kejadian seperti itu.
Pak Nirwan dan anggota keluarga nya begitu senang melihat kedatangan tamu istimewa nya.
Setelah makan siang bersama, Nessa dan Randy pun kembali duduk di taman bikinan sendiri, ini kesempatan buat Nessa karena ada sesuatu yang akan mereka bicarakan nanti.
Namun sepertinya tempat nya tidak tepat bagi Randy. banyak sekali telinga yang menempel di dinding.bahkan tembok pun bisa menipis.
"Ness, gimana kalau kita jalan-jalan?!," Randy berinisiatif mengajak Nessa jalan-jalan sore, melihat pemandangan sekitar kompleks perumahan tempat Nessa tinggal sekarang.
Nessa pun bangkit dari tempat duduknya dan menyetujui permintaan Randy.
'Nessa...
Randy mencoba berkomunikasi dengan lawan jenisnya.
"Kamu memangnya mau di jodohkan kayak gini?
"Hmm... Enggak sih, beberapa kali sudah menolak juga," ucap Nessa berusaha menjawab dengan baik dan benar.
"Trus kenapa sekarang mauu??? Randy memberikan pertanyaan berikutnya.
"Ya... intinya mau mencoba dan menuruti keinginan mereka membuktikan kalau mereka hanya buang-buang waktu saja," ungkap Nessa, menurut nya yang bisa menentukan hidup, mati dan jodoh hanyalah TUHAN.
Tiba-tiba saja ada dua orang ibu-ibu kompleks yang menghampiri Nessa dan Randy, namun Nessa tidak mengenal mereka sama sekali, apa yang akan mereka lakukan.
"Waah ini kan mba Nessa ya," ucap seorang ibu yang menatapnya nya dari kaki sampai ke ujung kepala Nessa, dan tersenyum sinis, tampak dari pelupuk matanya rasa tidak suka terhadap Nessa.
__ADS_1
"Iya betul saya Nessa," Nessa tetap tersenyum kepada mereka,
"Si perawan tua yang nggak laku ituu," ucap Ibu satunya, melihat Nessa seperti melihat sesuatu yang mereka tidak suka, padahal Nessa tidak mengenal keduanya, tapi bagaimana mereka mengenal Nessa?!
"Maksud ibu apa ya, saya bukan perawan tua seperti yang ibu tuduhkan," Nessa sudah mulai tersulut emosi nya ketika salah seorang ibu mengatakan hal yang tidak pantas kepadanya.
"Duuuh mba Nessa ini, semua orang sudah tahu kok, kalau mba Nessa itu kan nggak laku, "
ucap ibu yang lainnya dengan tersenyum sinis ke arah Nessa.
"Lagian mana ada sih yang mau sama perawan tua seperti mba Nessa ini...
"Iya juga ya... Hahaha...," keduanya malah terus membuly Nessa dengan sebutan perawan tua.
"Cukup...
"Saya yang akan menikah dengan Nessa," ucap Randy yang tidak tahan lagi Mendengar celotehan ibu-ibu itu yang terus memojokkan Nessa.
"Apa kamu pikir kami percaya hah," kedua ibu-ibu itu tidak mempercayai ucapan Randy yang akan menikahi Nessa.
"Saya Randy berjanji akan menikahi Nessa Maharani dan berjanji akan menjadi suami yang baik kelak," Randy berteriak dan mengumumkan niatnya supaya semua orang yang melewati jalan itu mendengar perkataan nya.
Randy memegang kedua tangan Nessa sambil berlutut dengan menatap mata Nessa yang sangat teduh. sedangkan Nessa hanya terdiam melihat pembelaan Randy untuk melindungi dirinya.
Melihat banyak orang yang melihat ke arah mereka, kedua ibu-ibu itu pun pergi tanpa berbicara sepatah kata pun.
"Kenapa diam???
"Seharusnya kamu melawan orang yang membuly kamu," ujar Randy.
"Jangan pernah takut bila kamu berada di jalan yang benar Ness," Randy menceramahi Nessa yang terlalu lemah dan gampang dibully ma orang lain.
"Mereka benar kok, aku kan memang perawan tua," jawab Nessa dengan tersenyum getir dan menundukkan kepalanya.
"Isssssh, kamu ini bicara apa...
"Besok kita menikah...," ucap Randy singkat.
"Apaaa???
Nessa tersentak kaget mendengar perkataan Randy.
"ME...NI...KAH...
__ADS_1
"PAHAAAM...," ucap Randy dengan santai.
Happy reading 😍