MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB.36


__ADS_3

Happy reading 😍


BYUUUR


Nessa menyiramkan minuman yang ada di hadapannya ke arah Selvy tanpa berkata sepatah kata pun.


"Ambil saja kekasihmu itu, gue tidak butuh," ucapnya dengan meninggalkan Selvy yang basah kuyup.


"Tentu saja dengan senang hati," balas Selvy sebelum Nessa benar-benar pergi.


Nessa menghentikan langkahnya sejenak, namun dia tidak berbalik, dia hanya ingin membuktikan bahwa dirinya masih bisa berdiri meski di sakiti berulang kali oleh suaminya.


"Ayo pergi, tempat ini tidak layak buat orang terhormat seperti kamu," Yoga datang dan menuntun Nessa.


"Ngapain loe ke sini??? Nessa kaget melihat ada Yoga di depan nya.


"Nanti deh kita bahasnya," ujarnya.


POK...POK...POK...


"Hebat ya, kamu berteriak tentang perselingkuhan, tapi ternyata kamu juga berada di dalamnya," ucap Selvy dengan tersenyum devil dan melirik ke arah Nessa dan Yoga.


"Jangan pernah samakan gue Ama loe, kita berbeda kasta," cibir Nessa dengan sedikit meremehkan Selvy.


"Oh, ya.... istri yang selingkuh apa itu boleh dilakukan?!


"Gue gak selingkuh, kayak loe," Nessa sedikit geram akan tuduhan Selvy yang seenaknya.


"Sttttt, ayo pergi biarkan dia menggonggong," ucap Yoga dengan menggenggam tangan Nessa dan membawa nya pergi.


"Iiih Yogaaaaa....


"Aku belum puas tahuuu, aku mau Jambak tuh nenek lampir," dengus Nessa dengan memukul Yoga berulang kali saking kesal dengan Selvy.


"Wooow... sakiiit tauuuu...," Yoga memegang bahunya dan mengelus nya, sungguh ibu hamil itu sangat berbahaya.


"Bodo amat...," Nessa ngeloyor pergi meninggalkan Yoga, namun Nessa tidak memperhatikan jalanan, di sebelah kiri ada seorang pengendara motor dengan berkendara ugal-ugalan, Nessa tersentak kaget, motor itu sudah sangat dekat dengan nya, tidak bisa menghindar lagi, Nessa memejamkan matanya,


"Maaf nona, Mas...," pengendara motor itu bangun dari motor nya yang terjatuh saat di tahan oleh Yoga.


"Lain kali berhati-hati lah," ucap Yoga dengan melihat keadaan Nessa yang masih memejamkan matanya.


"Sudah aman, buka matamu," bisik Yoga ke telinga Nessa.


"Hmmm...," Nessa membuka matanya, dia memperhatikan sekujur tubuhnya, tidak ada yang terluka, tapi Yoga...


"Astaga, tanganmu terluka!!!

__ADS_1


"Nggak papa lah, Yoo pulang," Yoga tidak merasakan sakit di tangannya, baginya Nessa adalah segalanya. tidak boleh ada yang melukainya sedikit pun.


Kini Nessa menuruti perintah Yoga, dia pun memapah Yoga menuju mobilnya, Nessa juga membantu membukakan pintu mobilnya lalu menyuruh yoga untuk masuk,


"Kamu duduk di sana, aku yang bawa mobil" ujar Nessa saat Yoga duduk di tempat biasanya.


"Tidak, kamu sedang hamil," Yoga membantah perintah Nessa.


"Gue tidak selemah itu tuan, jangan gunakan alasan "Hamil", buat ngelarang apa yang gue lakukan," Nessa mengambil alih kunci mobil lalu membawa mobil Yoga dalam hitungan detik.


"Inilah Ruby kuuu," batin Yoga dengan tersenyum.


"Kenapa senyum-senyum?! Nessa berpikir Yoga sedang mengejeknya.


"Nggak kok, fokus saja menyetir," ucap Yoga dengan mengalihkan pandangannya ke depan.


Nessa menara ke arah depan, Nessa terperanjat saat di depan nya, ada bayangan Randy dan Selvy yang begitu mesra. di lihat nya perut Selvy yang membuncit seperti sedang hamil besar.


"Awaaaaas Neess,"Teriak Yoga yang mengembalikan kesadaran Nessa. lalu mengambil alih kemudi yang hampir saja tidak terkendali dan menabrak pembatas jalan.


"Lihat apa yang kamu lakukan," Yoga sedikit berteriak melihat Nessa yang melamun di saat menyetir.


"Ma...maaf gueee...


Nessa terdiam sejenak, tak terasa tangisnya pecah, meski dia berusaha untuk tegar, tetap saja hatinya perih membayangkan suaminya bersama orang lain.


"Hentikan" Yoga menahan tangan Nessa yang sudah memerah.


"Jangan menyakiti diri kamu seperti ini, apa kamu pikir dengan begini, hidupmu akan bahagia, dan Randy akan kembali?! Yoga tidak ingin Nessa menjadi lemah hanya karena Randy, laki-laki yang sudah menyakiti Rubby nya.


"Hiks...hikss...," Nessa dengan cepat memeluk Yoga yang terdiam melihat Nessa yang masih menangis di pelukan nya.


"Ada aku yang akan menjaga mu," ucapnya sambil mengelus rambut Nessa.


Yoga merasakan perih yang sama, hanya saja dia tidak ingin terlihat lemah di mata Nessa, dia tidak ingin di anggap laki-laki lebay. meski menangis adalah hal naluriah manusia.


"Sudah tenang, biar aku yang menyetir ya, tanganku sudah lebih baik," ucapnya saat Nessa melepaskan pelukannya.


"Maaf, gue udah buat repot loe terus," ucap Nessa yang merasa tidak enak, hari ini dirinya sudah membuat Yoga celaka dua kali hanya untuk melindungi dirinya.


"Hmmm... (Aku rela melakukan apapun demi kamu Rubby)," batin Yoga.


"Berikan pelajaran untuk wanita itu," Yoga mengirim kan pesan kepada seseorang.


"Baik bos,"


Orang suruhan Yoga ternyata sudah ada di tempat yang sama dengan Selvy saat ini, Dia pun mengikuti langkah Selvy kemana pun sampai dia memesan taksi online.

__ADS_1


"Antarkan saya ke alamat ini," Selvy menunjukan handphone nya.


"Baik nona, sepertinya nona kehujanan," ucap Supir taksi yang melihat penampilan Selvy yang basah kuyup.


"Diam, jalan saja...," Selvy terlihat geram, dua pun duduk dan membersihkan pakaian nya dengan tissue.


"Awas saja, gue akan balas lebih dari ini," batinnya.


Pak supir pun melajukan kendaraannya dengan perlahan, selang beberapa menit Selvy pun tertidur, pak sopir pun tersenyum, dia melajukan kendaraannya dengan lebih cepat, melewati jalanan setapak yang sunyi dan minim penerangan. sampai tibalah mobil itu di area pemakaman yang gelap gulita, seperti nya lampu penerangan sedang rusak.


Mobil pun berhenti tepat di area pemakaman tersebut, pak supir pun membangunkan Selvy dan menyuruh nya turun. Selvy terbangun namun matanya belum terbuka sempurna, rasa kantuknya masih saja menguasai dirinya.


"Sudah sampai ya," ucapnya sambil mengucek matanya, lalu memakai kacamata hitam nya.


"Sudah nyonya, silahkan turun," ucap Pak supir itu.


"Berapa?! tanyanya setelah melihat argo taksi yang tidak menyala.


"Gratis nyonya, tidak usah bayar," ujar pak supir itu.


"Wah serius nih gratis," tanya Selvy seakan tidak percaya dengan kata-kata pak supir.


"Iya nyonya...


"Hmmm, lumayan lah," Selvy memasukkan kembali uang yang baru saja akan. dia bayarkan kepada pak supir.


"Terima kasih ya," ucapnya setelah turun dari mobil.


"Sama-sama," pak supir tersenyum devil, lalu menancap gas dan meninggalkan Selvy dalam sekejap.


"Tu...tunggu dulu...


"Ini di mana ya?!!


Selvy baru menyadari bahwa dirinya merasa asing dengan tempat yang baru saja dia turun, keadaan yang gelap, di tambah lagi memakai kacamata hitam, membuat nya tidak bisa melihat dengan jelas. di buka nya kaca mata hitam yang dari tadi dia pakai.


"Ini...ini...


"Ini area pemakaman...


Selvy merasakan bulu kuduknya berdiri, suara burung hantu dan beberapa hewan malam menambah suasana terkesan menyeramkan...


"Toooloong.....


Selvy berlari tak tentu arah, sampai dirinya jatuh bangun karena menginjak tanah pemakaman,


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2