MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB.45


__ADS_3

Happy reading 😍


"Iya aku ingat semuanya, semuanya Riyuuu," Ucap Nessa yang masih betah memeluk tubuh Yoga yang tidak lain adalah Riyuuu.


"Benarkah Ruby ku telah kembali?! Yoga yang kini melepaskan pelukan nya karena ingin melihat wajah Nessa.


Nessa hanya mengangguk, tanpa aba-aba Nessa menautkan bibir nya lalu mengalungkan tangannya ke leher Riyuuu.


Namun Riyu sadar, ini bukanlah waktu yang tepat, apalagi status Nessa yang masih menjadi istri orang.keduanya masih belum pantas bila harus bersama sebelum Nessa benar-benar bercerai dan mengantongi status janda. Riyuu kini harus banyak bersabar melewati proses panjang. belum lagi bila Nessa melahirkan anak pertama nya, karena Nessa sekarang sedang hamil dan lama kelamaan perut Nessa akan membuncit seiring berjalannya waktu.


"Ruby, ayo kita kembali ke dalam," Riyuuu mencoba menetralisir hasratnya yang bisa saja ingin menuntut nya lebih dari sekedar kiss saja.


"Nggak, aku gak mauu," ucap Ruby, dia gak mau lagi minum obat-obatan dari dokter itu. sungguh sangat membosankan baginya.


"Menurut lah untuk kali ini ok, no debat," Yoga menggenggam tangan Nessa dengan hati-hati karena tangan Nessa yang sedikit terluka akibat pencabutan paksa yang dilakukan oleh Nessa.


Mendengar ucapan Yoga, Nessa tidak lagi berani membantah pria itu. Nessa seakan terhipnotis dan melakukan apa yang di perintahkan kepada nya.


"Ya udah deh, ayo kita masuk sayang," Ucap Nessa dengan tersenyum lalu menggandeng tangan Yoga.


DEG


Kata asing yang baru saja dia dengar, sungguh membuat dirinya semakin panas dingin. membuat detak jantung nya berpacu lebih cepat.


"Sa...sayang?! Yoga mengulang kata asing yang baru saja dia dengar, dan itu tertuju pada nya.


"Iyaaa sayaaaang," bisik Nessa dengan lembut di telinga Yoga meski dirinya harus berjinjit.


Lagi-lagi perlakuan Nessa sungguh bisa membuat junior nya terbangun, untung saja ini bukan di ruangan tertutup. klo tidak Yoga bisa saja khilaf dan memakan Nessa yang selalu membuat hasratnya bangkit dari tempat istirahat nya.


"Nesss, kamu baik-baik saja sayang," bunda sudah ada di belakang Nessa, bunda cukup terharu ketika mengetahui ingatan Nessa yang selama ini hilang, sudah kembali lagi.


"Bunda...." Nessa memeluk bundanya dengan erat, bunda yang selama ini dilupakan oleh Ruby.


"Aku baik-baik saja kok bunda, malah sangaaaaaaat baik," jelas Nessa dengan tersenyum, terlihat sekali aura kebahagiaan di wajah putrinya itu.


"Hmmmm, Ada yang ingat sama Ayah kah?" pak Nirwan merajuk saat Nessa hanya mengingat bundanya saja.

__ADS_1


"Ayaaaah...," Nessa menghampiri Ayah nya dan memeluk pria hebat itu.


Sungguh bila saja menangis itu tidak dianggap cengeng, mungkin pak Nirwan sudah menangis sejadi-jadinya melihat kondisi Nessa yang kini sudah bisa mengingat kembali dirinya sebagai seorang Ayah.


Yoga memahami keadaan yang ada di depannya, Ruby nya bukan milik dirinya sendiri tapi milik kedua orang tuanya. meski jujur Yoga pun masih kangen dan ingin mendapatkan pelukan yang sama.


SEMENTARA ITU...


"Selvy.....," Randy memanggil Selvy yang belum juga keluar kamar padahal hari sudah siang, Randy merasakan perutnya yang berbunyi sejak subuh tadi, tapi Randy belum memiliki peralatan memasak, hingga dirinya harus mencari makan di luar.


"Hmmm, kenapa sih mas," ucap Selvy sekenanya,


"Kenapa?! hari sudah siang, belilah makanan, aku sudah kelaparan," Randy memberikan uang terakhir nya,


"Ok, aku pergi ya mas," Selvy pun langsung merebut uang yang ada ditangan Randy dan pergi dengan secepat kilat.


"Ingat cepat kembali," pesan Randy dengan sedikit berteriak, karena Selvy sudah jauh di depan nya.


"Ya...," Selvy pun melangkah pergi meninggalkan rumah petak itu.


Selvy mencari tempat makan yang dia inginkan, tapi dia tahu dengan uang yang cuma seratus ribu saja dirinya tidak bisa mendapatkan makanan yang enak.


BRUUUK


"Awwww," Selvy terjatuh karena yang dia tabrak bertubuh kekar dan atletis.


"Sorry, kamu tidak apa-apa kan," pria itu membantu Selvy untuk berdiri dan meminta maaf atas kejadian yang tidak dia sengaja.


"Sorry... sorry, makanya ya kalau jalan itu liat, liaaaaat," Selvy menatap orang itu dengan takjub, tubuhnya yang kekar dan wajahnya yang tampan membuat nya berkhayal tingkat tinggi.


"Iya saya benar-benar minta maaf," ucap sang pria yang tidak enak hati sudah menabrak gadis cantik yang ada di hadapannya.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, keduanya seperti memiliki ketertarikan yang sama. Selvy juga begitu terpesona dengan ketampanan sang pria.


"Ehmmmm, sebagai permintaan maaf saya, bagaimana kalau kita makan siang di cafe itu," ajak sang pria.


"Hmmm, ga usah mas, nanti malah merepotkan lagi," Selvy berpura-pura menolak ajakan dari sang pria meski sebenarnya dia ingin sekali menerimanya.

__ADS_1


"Please, kali ini saja ya," ucapnya dengan tersenyum kepada Selvy.


"Baiklah mas,akuu mau," ucapnya dengan tersenyum,


"Wah tajir kayaknya niih," batin Selvy saat melihat pria di hadapannya memakai jas berwarna hitam dan membawa mobil yang tak kalah berkelas.


"Kalau begitu silahkan," pria itu membuka pintu mobil dan mempersilahkan Selvy untuk masuk.


"Terima kasih mas," Selvy pun masuk dengan perasaan gembira, bahkan kini dia melupakan sesuatu. atau bahkan melupakan seseorang yang sedang menunggu kedatangan nya.


Setelah Selvy masuk, pria itu pun masuk ke dalam mobil nya, tak lama kemudian mobil berjalan dan mencari tempat makan yang tentunya enak.


Mobil itu berhenti di sebuah hotel elite, tujuan nya mencari cafe terlupakan sudah, pakaian ketat yang di pakai Selvy sudah membuat hasrat sang pria bangkit.


"Ehmmm, mas ini kan hotel ya, kenapa berhenti di sini," tanya Selvy kepada pria yang baru saja dia kenal.


'Iya kita makan di sini ya, sekalian ada meeting dengan klien, gapapa kan," jelasnya.


"Ohw, ok deh," Selvy pun memahami bahwa orang yang ada di depannya pasti sangat sibuk.


"Kamu tunggu di sini dulu ya," pinta sang pria .


"Ok," Selvy pun duduk di ruang tunggu dan menyaksikan si pria yang sedang berbicara dengan resepsionis.


Dilihatnya pria itu menerima sebuah kunci kamar, itu berarti dia telah memesan salah satu kamar di hotel itu. setelah menerima kunci kamar itu, sang pria mengajak Selvy untuk mengikuti nya.


"Ayo kita ke kamar dulu ya, sambil nunggu klien ku," ucapnya kepada Selvy.


"Hmmm, iya mas," Selvy pun menerima ajakan sang pria dengan senang hati.


Mereka pun berjalan menghampiri lift untuk menuju kamarnya yang berada di lantai atas. setelah pintu lift terbuka, keduanya pun masuk, hingga pintu lift tertutup.


"Akh mas, apa yang kau lakukan," ucap Selvy yang begitu terkejut saat pria dihadapannya memeluknya dari belakang.


"Bermainlah dengan ku," ucapnya, tangannya sudah meraba bagian sensitif milik Selvy, membuat Selvy mengigit bibirnya.


"A..kuuuu ....

__ADS_1


Happy reading 😍


__ADS_2