
Happy reading 😍
"Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan terjatuh juga#
#Serapat apapun menutupi kebohongan, pasti akan ketahuan juga#
Istri adalah seseorang tidak pernah meminta imbalan sedikit pun kepada suaminya. Dari pagi hari sampai sore, tangannya tidak pernah berhenti bekerja, tiada batas waktu.
Semoga lelahnya istri bisa menjadi Lilaah dan menjadi pintu pembuka rezeki.
So... tetap semangat ya buat para istri yang selalu bersabar dan selalu bersyukur dan terus berjuang untuk keluarga.
#Next#
Setelah seharian berada di rumah sakit, Nessa kembali ke rumahnya bersama keluarga nya. Randy membantu memapah Nessa sampai ke kamar mereka, bunda dan ayahnya pun ikut masuk untuk memastikan keadaan anaknya sekali lagi.
"RAN, mulai hari ini akan ada penjaga khusus di depan rumah kalian, agar tidak terjadi lagi hal hal buruk terjadi pada Nessa, apalagi Nessa sedang mengandung" ucap pak Nirwan mengingatkan Randy, rasa khawatirnya terhadap Anak dan calon cucunya begitu besar.
"Iya pah, Randy mengerti," ucap Randy, entahlah mungkin ini yang terbaik tapi Selvy juga pasti tidak akan tinggal diam, Hanya Dirinya yang bisa menyelesaikan masalah ini. bukan para pengawal atau yang lainnya, dia yang menyebabkan api menyala maka dia sendiri yang harus memadamkan api itu. sebelum api semakin besar dan lebih sulit di padamkan.
"Bunda harap kamu lebih berhati-hati sayang, kemanapun kamu pergi, jangan sendirian, bawa para pengawal ya," ucap bunda kepada Nessa, karena bunda tidak bisa mengawasi Nessa selama 24 jam.
"Tenang saja bunda, ayah, Nessa baik kok juga calon cucu kalian," Nessa tersenyum getir, harusnya menjadi seorang ibu adalah kebahagiaan tiada tara. namun tidak dengan nya, seandainya saja dirinya tidak hamil saat ini, mungkin dirinya sudah membongkar rahasia Suaminya dan pergi jauh dari para pengkhianat dan memulai hidup baru.
Kehamilan nya kini menjadi penghambat beberapa rencananya, Nessa berencana mengugurkan kandungan nya, percuma anak ini lahir bila sang ayah tidak menganggap kehadirannya kelak karena memilih selingkuhan nya.
"Ya sudah kamu Istirahat saja, bunda dan ayah harus pulang sekarang, karena adik kamu pasti kewalahan mengurus semuanya sendiri," ucap bunda kepada Nessa, sungguh berat bagi bunda meninggalkan Nessa yang baru saja pulang dari rumah sakit,
"Iya bunda dan ayah hati-hati di jalan ya," ucap Nessa dengan tetap mempertahankan senyum nya meski itu hanya kepalsuan semata. apapun yang terjadi, Nessa tidak akan melibatkan kedua orangtuanya, dia sendiri yang akan menyelesaikan semuanya.
"Randy antar ya bun," Randy lekas berdiri untuk mengantarkan mertuanya pulang ke rumahnya.
"Ga usah, kamu jaga Nessa saja, jangan biarkan dia melakukan hal yang membahayakan dirinya dan calon cucu bunda," ucap Bunda menahan langkah Randy.
__ADS_1
DEG...
Lagi lagi bunda membahas calon cucunya, membuat Nessa merasakan sesak di dadanya mengingat kelakuan suaminya di belakang, sungguh membuat Nessa merasa jijik kepada dirinya sendiri yang malah hamil saat ini dan membuat langkah nya sedikit terhambat.
"Ya sudah bunda dan ayah pamit ya,"bunda dan ayah pun melangkah pergi dari kamar Nessa.
"Bagaimana cara nya aku bisa keluar sekarang dan mengugurkan kandungan ku," batin Nessa, adanya pengawal nanti malah membuat kebebasan nya terkurung. Tapi Nessa tidak bisa menolak keinginan orang tua nya .
"Mas, kamu berangkat ke kantor saja, aku bisa sendiri kok," ucap Nessa, saat ini Nessa merasa risih dekat dengan suaminya, bayangan perempuan yang sudah menjadi orang ketiga terus muncul di otaknya.
"Mas hari ini gak ke kantor dulu,mas mau jaga kamu saja Ness," ucap Randy dengan menatap mata Nessa yang bulat.
"Tapi aku tidak ingin melihat mu mas," batin Nessa, Suaminya menatap dirinya tidak wajar seperti nya ada niat terselubung di balik tatapannya itu.
"Hmmm Ness, apaaa kitaa bisaa...," Randy semakin mendekatkan wajahnya bermaksud untuk menci*** bibir istrinya yang merah merona dan semakin mengundang hasratnya.
"Mas... a...aku ke kamar mandi dulu ya," Nessa bangkit dari tempat tidur dan langsung menuju ke kamar mandi.
"Ok...," Randy sedikit kecewa karena telah gagal menyentuh bibir istrinya,
"Nggak mungkin kan ngusiiir suami sendiri dari kamar ini, ya ampun malah aku yang terjebak," batinnya, mau sampai kapan dirinya sembunyi di kamar mandi seperti ini.
TING....
Sebuah pesan masuk ke handphone Randy, Nessa memperhatikan gerak gerik suaminya di celah-celah pintu kamar mandi.
"Pasti si orang ketiga," batinnya, Nessa semakin bertekad untuk menghilangkan jejak di antara keduanya dengan mengugurkan kandungan nya secepat mungkin.
Randy melihat handphone nya dan melihat isi pesan yang di kirim oleh seseorang yang sudah menjadi duri dalam daging.
"Mas aku mau ketemu sama kamu sekarang,"
"Selvy benar-benar sudah tidak waras, aku tidak bisa menemuinya saat ini, terlalu beresiko, apalagi ada pengawal yang bisa saja menjadi mata mata," batin Randy, di lihatnya di luar rumah nya sudah ada beberapa orang yang menjaga keamanan rumah mereka setelah mertuanya memerintahkan untuk mencari pengawal Nessa.
__ADS_1
Randy pun membalas pesan itu dengan sedikit gelisah,
"Aku tidak bisa pergi sekarang, mengertilah akibat ulahmu, kini Nessa di jaga oleh pengawal," Randy lalu mengirimkan pesan itu dengan cepat sebelum Nessa kembali dari kamar mandi.
TING...
Pesan balasan telah masuk dengan cepat, Randy langsung membaca pesan itu,
"Aku tidak mau tau, pokoknya aku mau kamu mas, sekarang!!!
Randy semakin bingung, apa yang harus dia lakukan sekarang,
"Hmmm Ness, mas mau ke kantor dulu, apa kamu baik-baik saja," Randy sedikit berteriak agar Nessa mendengar suara nya.
"Iya mas, pergi aja ke kantor, aku baik-baik saja kok," balas Nessa di balik pintu kamar mandi.
"Ya sudah, kalau ada apa-apa, telpon saja ya," Randy bangkit dari tempat duduknya dan sedikit merapikan kemejanya yang sudah kusut.
"Iya maaas," ucap Nessa sekali lagi.
"Aku harus mengakhiri hubungan ini, sebelum semuanya terlambat dan membahayakan diriku," batinnya sambil terus berjalan menuju ke arah luar, tempat di mana mobilnya berada.
"Kalian jaga ibu ya, saya mau ke kantor dulu," ucap Randy ketika dia berjumpa dengan para pengawal di halaman rumah nya.
"Baik pak, kami akan menjaga ibu dengan baik," ucap salah satu pengawal.
"Kalau begitu saya berangkat, jangan sampai lalai dan ada orang asing masuk ke rumah," pinta Randy kepada para pengawal.
"Siaap pak," mereka menjawab dengan serentak.
Randy pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Nessa keluar dari kamar mandi setelah mengetahui suaminya telah pergi.
__ADS_1
"Akhirnya aku bebas oooi," batinnya.
Happy reading 😍