MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB.32


__ADS_3

Happy reading 😍


Ruby...Ruby...


Riyu malah teringat dengan Ruby, entahlah apa yang terjadi dengan Ruby nya. dia tidak ingat sama sekali.


"Ibuuu.... Ruby ku mana Bu," Riyu mencoba bangkit dari tempat tidur. namun kepalanya langsung terasa pusing saat dia berusaha bangun, tubuhnya terasa lemah kali ini.


"Tenanglah Riyuuu...


"Ruby terjatuh buuu, itu gara-gara Riyuu hiks," Riyu kecil mulai menangis, dia sangat menyesal sudah membawa Ruby ke sungai yang beraliran cukup deras.


"Iya ibu sudah mengetahui nya nak," ucap ibunda Riyu dengan mengusap kepala anaknya dengan lembut. pasti hatinya sangat sedih bila mengetahui kebenaran tentang Ruby.


"Apa Ruby baik-baik saja Bu, biarkan Riyuu melihat nya," Riyu mencoba bangkit kembali, namun kini ibunya menahan nya.


"Besok kita tengok Ruby ya, sekarang anak mama istirahat dulu dan makan bubur ini, agar anak ibu cepat pulih dan bisa bertemu dengan Ruby lebih cepat," ucap ibunda Riyu dengan mengambil wadah yang didalamnya berisi bubur putih dan beberapa toping di dalamnya.


"Iya bu, bener kan besok aku bisa menemui Ruby?! Riyu terpaksa menuruti keinginan Ibunda nya, namun tetap saja dia belum bisa merasa tenang bila belum bertemu dengan Ruby.


"Iya ibu janji," ucap ibunda nya dengan tersenyum, sambil menyuapi Riyu dengan pelan-pelan.


Di Ruangan Ruby, bunda nya dengan Sabar menunggu Ruby yang masih terbaring lemah, Ruby masih belum sadarkan diri akibat benturan di kepala nya. Pak Nirwan tidak tega melihat bunda yang nampak murung dan bersedih. Pak Nirwan pun sudah membeli banyak makanan yang di sukai oleh istrinya, namun belum ada satupun yang di sentuhnya.


"Bun, makan lah meski hanya sedikit," pak Nirwan berusaha membujuk istrinya agar mau makan dan tidak bersedih terus menerus.


"Bunda tidak lapar yah,* jawab bunda dengan menepis tangan pak Nirwan.


"Bunda mana mungkin tidak lapar, bunda belum makan sedari pagi tadi," ucap pak Nirwan dengan pelan-pelan,


"Bunda... Ruby akan sedih bila melihat bundanya nanti jatuh sakit juga," pak Nirwan terus membujuk bunda agar mau makan.


"Iya yah, maafin bunda," bunda sadar bahwa dirinya tidak boleh seperti ini demi Ruby.

__ADS_1


"Alhamdulillah klo bunda sadar, sekarang makan ya," pak Nirwan dengan penuh perhatian menyuapi bunda dengan tersenyum bersyukur akhirnya istrinya mau makan juga.


Jam berputar dengan begitu cepat, malam pun telah tiba, Riyu tidak bisa memejamkan matanya sama sekali, kenapa rasanya pagi begitu sangat lambat datang, biasanya pagi selalu bisa lebih cepat. Riyu merasa gelisah tatkala dirinya melihat jam dinding baru menunjukkan pukul 01.00 dini hari.


"Aku gak bisa menunggu, aku ingin bertemu Ruby sekarang juga," batinnya, di lihatnya ibunda yang sudah tertidur pulas.


"Aku hanya sebentar kok ibu, setelah melihat Riyu, aku akan kembali," batinnya, Riyu lalu turun dari ranjang nya dengan hati-hati dengan membawa botol infus yang masih terpasang di tangannya.


Riyu mengendap-endap menuju pintu keluar, semoga saja ibunya tidak terbangun dan mengetahui aksinya ini. Riyu berhasil sampai di depan pintu dan langsung membukanya dengan hati-hati. setelah berhasil keluar dari kamarnya sendiri, dia cepat menuju kamarnya Ruby yang kata ibu bersebelahan dengan kamar nya.


"Ruby....


"Maafkan aku ya..


Riyu melihat Ruby yang masih belum tersadar, kepala Ruby di ditutupi oleh perban putih, ada bunda Ruby dan juga Ayah Ruby yang sedang menjaganya. Riyu ingin sekali masuk, namun saat dirinya akan membuka pintu, sebuah tangan mencekalnya. Riyu melihat siapa orang yang sudah ikut campur dalam urusan nya.


"I...ibuu...


"Riyuu mau apa???


"Riyu mau melihat Ruby buuu...," ucap nya dengan wajah polos nya.


"Iya sayang, tapi ini sudah malam, Ruby lagi istirahat sekarang," ucap ibunda yang kini membantu Riyu membawa botol infus yang di pegang oleh Riyu.


"Iya Bu, Riyu minta maaf," Riyu melihat Ruby di depan kaca pintu masuk, Riyu harus benar-benar menunggu sampai besok agar bisa menyapa Ruby.


"Kita kembali ya," ibunda menggendong Riyu agar tidak kelelahan berjalan.


Riyu hanya bisa pasrah saat harus pergi dan meninggalkan Ruby di sana. dia harus menuruti keinginan ibunya, setidaknya dia sudah merasa lega bisa melihat Ruby.


KEESOKAN HARINYA...


AAAAAAKH.... SAKIIIT....

__ADS_1


Teriakannya begitu menggema membuat semua orang yang ada di sekitarnya bertanya ada apa yang terjadi. begitu pun dengan bunda dan pak Nirwan yang sedang menikmati sarapan pagi mereka. bunda mengenal suara anak yang tengah berteriak itu, bunda langsung masuk ke ruangan anaknya Ruby, di lihatnya Ruby sudah terbangun dengan memegang kepalanya dengan kedua tangannya. di sebelah nya terdapat anak kecil yang sedang memperhatikan Ruby yang kesakitan.


"Apa yang kau lakukan di sini," tanya bunda dengan geram, saat bunda mengetahui anak itu juga yang sudah menyebabkan Ruby pergi ke sungai.


"Ruby... kenapa nak, kamu sudah sadar," bunda memeluk Ruby, namun Ruby malah menolak nya karena merasakan sakit di bagian kepala nya.


"Sakiiit....hiks," Ruby masih memegang kepalanya dan mulai menangis.


Bunda menjadi sangat panik melihat Ruby seperti itu, untungnya dokter dan beberapa suster mendengar adanya jeritan, hingga mereka datang tepat waktu dan memberikan obat rasa sakit dan penenang untuk Ruby. setelah beberapa menit, Ruby pun tidak merasakan sakit lagi dan tertidur kembali akibat pengaruh obat yang di berikan oleh dokter.


"Apa anak saya baik-baik saja dok," tanya bunda sambil mengelus pipi Ruby yang kini kembali tertidur.


"Ada yang harus saya katakan Bu," ucap Dokter dengan mimik muka serius.


"Sebaiknya kita bicarakan di ruangan saya, mari Buu," dokter yang memeriksa keadaan Ruby mengajak bunda untuk ikut bersama nya.


Bunda pun menuruti perintah dokter dan mengikuti langkah nya sampai ke ruangan nya. bunda berharap tidak ada hal yang membahayakan nyawa Ruby,


"Katakan dokter, apa yang terjadi dengan anak saya, kenapa dia kesakitan seperti tadi," tanya bunda langsung ke inti masalah.


"Ruby sedang mengingat sesuatu, sehingga membuat kepalanya terasa sakit, sebaiknya jangan paksa dia untuk mengingat apapun sementara waktu, karena semakin dia mencoba mengingat maka rasa sakit akan kembali muncul," jelas Dokter kepada bunda.


"Saya mengerti Dok," ucap bunda, apa yang ingin Ruby ingat sebenarnya. bunda lalu tersadar bahwa dirinya meninggalkan Riyu di sana.


"Saya permisi dok," bunda lalu melangkah dengan cepat agar lebih cepat sampai di ruangan Ruby.


"Apa yang sudah kamu lakukan hah," bunda menarik tangan Riyu dengan kasar, membuat Riyu sedikit meringis.


"A...akuuu... hanya...


"Lepaskan dia," ibunda Riyu datang dan langsung menggendong Riyu.


"Bawa dia, jangan pernah mengganggu Ruby lagi, pergilah...," bunda terlihat marah kali ini.

__ADS_1


Ibunda Riyu tidak mengucapkan sepatah katapun, dirinya membawa pergi Riyu ke ruangan nya.


Happy reading 😍


__ADS_2