
HAPPY READING 😍
"Sini duduk juga dan mulai sarapan," Yoga menuntun Nessa untuk duduk, namun Nessa tidak memakan bubur itu dengan tangannya.
"Akuuu...bisa sendiri Riyuuu....
Nessa merasa malu bila harus di suapi oleh Riyu segala, lagian. dia kan gak sakit, bunda dan Ayah langsung memperhatikan keduanya dengan tersenyum.
"Oh ya sudah iniii... makanlah," Riyu memberikan semangkuk bubur itu ke tangan Nessa lalu dia pun duduk di tempat nya.
"Apa kamu melupakan sesuatu?! tanya Yoga kepada Nessa yang kini tengah melahap bubur itu dengan cepat dan hampir habis.
"Ehmmm... apa ya?!
Nessa mencoba mengingat apa yang sudah dia lupakan saat ini.
"Hmmm, apakah tadi ada seseorang yang sudah membuat kan sebuah sarapan istimewa?! Yoga kini memberikan clue yang cukup jelas hingga Nessa dengan cepat bangkit dari tempat duduknya dan mengambil sesuatu yang sudah terlupakan itu.
"Soory, aku lupa karena ada yang buat mood ku jelek pada pagi hari," ucap Nessa dengan tersenyum lalu memberikan kotak makan itu yang berisi sandwich khusus buatannya untuk Yoga seorang.
"Soory ya, itu tidak akan pernah terjadi lagi, aku janji," ucap Yoga dengan mengelus pucuk kepala Nessa dengan tersenyum.
"Iya aku paham kok, kamu pasti banyak yang suka, dan aku harus bersaing di antara mereka yang ingin mendapatkan kamu," ucap Nessa dengan merasakan sesak di hatinya karena ucapan nya sendiri. Nessa tidak ingin ada wanita yang menyukai riyunya, Nessa hanya ingin memiliki Riyunya seorang saja.
"Sudah kan sarapan nya, Yoo kita joging," ajak Riyu yang seakan mengalihkan pembicaraan Nessa, Riyu tidak ingin Nessa terlalu banyak pikiran,
"Ayooo," Nessa bangkit dari tempat duduknya lalu memberikan salam kepada kedua orang tua nya.
"Oh, ya Bun... Ayah mau menemui salah satu klien yang kebetulan sedang berlibur di daerah sini, apa bunda mau ikut menemuinya," ajak pak Nirwan yang sudah punya rencana pagi ini.
"Bunda tidak ikut yah, bunda mau di sini saja," ucap bunda dengan tersenyum, bunda hanya malas saja bila harus mengikuti acara pertemuan seperti itu. bunda lebih memilih di rumah dan menunggu anak-anak.
"Ya udah, kalau begitu Ayah pamit ya," pak Nirwan mencium kening bunda dengan lembut.
"Hati-hati ya yah," ucap bunda dengan mencium tangan pak Nirwan.
__ADS_1
"Iya Bun, bunda juga kalau butuh apa-apa langsung hubungi ayah," ucap pak Nirwan yang sedikit khawatir meninggalkan bunda seorang diri.
Setelah pak Nirwan pergi, bunda pun berniat untuk berbelanja untuk keperluan malam nanti. Beberapa bahan makanan di kulkas sudah tidak ada lagi apalagi untuk makan malam nanti hanya ada beberapa telur saja bunda membutuhkan beberapa daging dan juga sayuran agar semua lengkap dan menggugah selera.
Namun bunda melupakan sesuatu, bunda bisa memesan semua nya kepada pemilik Villa yang sudah mereka sewa. Bunda pun bersiap pergi dan mengunci Villa. dan ada yang bunda lupa juga saat ini, Villa yang kini sedang ditempati sangat dekat dengan jalan berlalu lalang para kendaraan.
TIIIN...TIIIN...
Bunyi klakson begitu nyaring dan panjang tanpa jeda menandakan adanya bahaya di sekitar nya.
Bunda melihat ke arah suara itu, sebuah mobil Mercedes berwarna hitam tengah melaju dengan kecepatan tinggi ke arah bunda. dan sepertinya bunda tidak bisa lagi menghindari dan...
BAAAAM...
Bunda merasakan sakit di tangannya karena terbentur aspal tapi...
"Bunda baik-baik saja," ucap seseorang yang kini membantunya untuk bangun.
"A...apa yang terjadi???
"Bunda sebaiknya minum dulu, agar lebih tenang," ucap pria itu dengan memberikan satu botol air mineral, bunda pun mengangguk dan langsung meminum nya.
"Bunda sudah tenang?! tanya pria itu, yang kini sedikit khawatir dengan keadaan bunda.
"Ya, Alhamdulillah saya sudah lebih baik," ucap bunda dengan mengatur nafasnya yang terasa berpacu dengan begitu cepat.
"Terima kasih sudah menolong bunda ya nak Randy," ucap bunda dengan penuh syukur, entah apa yang akan terjadi bila tidak ada Randy yang menolong nya.
"Ayo sini bunda, Randy bantu masuk ke dalam dalam," Randy membantu memapah bunda yang terlihat masih syok.
"Awwww...
Nessa meringis kesakitan karena jarinya mengeluarkan darah segar akibat tertusuk tusuk gigi yang sedang ada di tangan nya.
"Sini tangan mu, lain kali berhati-hati lah Ruby, Riyu memasukkan jari Nessa yang masih mengeluarkan darah ke dalam mulutnya, Yoga menghisap sedikit darah itu lalu membuang nya. Yoga juga sudah meminta plester untuk jari Nessa yang terluka dan memasang nya dengan pelan.
__ADS_1
"Sudah, apa masih sakit," tanya Yoga yang khawatir bila Nessa masih merasa kesakitan.
"Ehmmm, tidak Riyuu.. terima kasih ya," Nessa merasa malu karena menjadi perhatian banyak pengunjung yang kini tersenyum ke arah mereka. entah apa yang ada di dalam benak orang-orang itu.
"Apa masih mau makan atau kita pulang saja," ajak Yoga saat melihat Nessa yang hanya mengaduk makanan di depannya.
"Rubyyyyyy...
Kini Yoga menyentuh pundak Nessa karena Nessa tidak menjawab pertanyaan yang baru saja dia lontarkan. Yoga menjadi khawatir dengan Nessa. ada apa dengan sikap nya kali ini, apa yang sebenarnya di pikirkan oleh Nessa.
"Ya... kenapa Ri..yuuuu
"Yook pulang," Yoga bangkit sambil memegang tangan Nessa agar Nessa tidak melamun lagi.
"Apa yang kamu pikirkan Ruby, cerita lah biarkan aku menjadi bagian dari hatimu," ucap Yoga dengan tersenyum, Yoga tidak ingin melihat Nessa selalu menanggung beban sendirian, Yoga tidak ingin melihat Nessa bersedih.
"Aku ingat bunda Riyuuu, firasat ku gak enak sejak tadi,"ucap Nessa dengan memegang tangan Riyu agar dirinya bisa berdiri tegak.
"Kalau begitu, kita pulang ya, kita pake motor gimana," tanya Yoga saat dirinya melihat ada pangkalan ojek.
"Boleh...
Nessa menyetujui ide Yoga itu, dengan naik motor akan mempercepat mereka untuk pulang dan memastikan bunda baik-baik saja di Villa.
Yoga pun membawa Nessa menghampiri para tukang ojek dan berniat menyewa motor nya. Riyu memberikan beberapa lembar uang berwarna merah, karena Yoga akan menyewanya dan dialah yang mengemudikan motor nya. bagaimana pun Yoga tidak rela bila Nessa ada di samping pria lain, meski itu tukang ojek sekalipun.
Tak sampai dua puluh menit, Nessa dan Yoga sudah sampai di depan Villa mereka, namun di samping Villa ada sebuah mobil yang sedang parkir, Nessa sepertinya mengenali mobil itu,
"Ini mobil papa Faisal," batinnya.
"Ada tamu sepertinya Ruby," Yoga juga sudah mengenali mobil itu, Yoga menjadi sangat waspada sekarang, jangan sampai ada sesuatu yang buruk terjadi pada bunda Nessa.
"Iya Riyuuu... tapi mau apa dia," Nessa berpikir bukan pak Faisal di dalam sana, tapi seseorang yang sangat ingin dia lepaskan dalam hidupnya.
Happy reading 😍
__ADS_1