
Happy reading 😍
Acara pun di mulai kembali, kini Randy dan Yuri telah sah menjadi pasutri meski tidak ada catatan di pemerintahan alias siriii. Yuri langsung meninggalkan ruangan dan pergi entah kemana bersama taxi online yang ternyata sudah ia pesan. tidak ada yang menghentikan langkahnya termasuk Randy yang kini menjadi suaminya.
"Lihatlah, apa wanita seperti ini yang kau inginkan, pergi meninggalkan suaminya sendiri," bisik pak Faisal, dia tidak habis pikir kenapa anaknya malah memilih wanita seperti Selvy dan Yuri padahal Nessa jauh lebih baik dibandingkan dengan mereka.
Randy terdiam mendengar apa yang baru saja dikatakan ayahnya. dia tidak bisa memberikan pembelaan kepada Yuri yang membuat dirinya tidak berharga di mata ayahnya.
"Dasar bod**, mau kemana dia?" batin Randy yang sedikit malu di hadapan Nessa dan Yoga yang masih hadir sampai akhir pernikahan mereka.
"Selamat ya, karena acara seperti nya sudah selesai, kami sekeluarga pamit pulang karena ada urusan lain yang harus kami lakukan," ucap pak Nirwan kepada pak Faisal yang kini saling berjabatan tangan.
"Oh ya, terima kasih sudah mau hadir di acara ini," pak Faisal hanya bisa tersenyum untuk menutupi rasa malu akibat ulah menantu nya yang malah pergi begitu saja meninggalkan acaranya.
Setelah itu Nessa dan Yoga pergi duluan dengan saling bergandengan tangan. melihat hal itu, Randy masih merasakan cemburu yang luar biasa. ingin rasanya menggantikan posisi Yoga di samping Nessa. tapi tentu saja kini semua akan menjadi sulit karena status barunya.
Di dalam perjalanan, bunda dan Nessa tengah asyik mengobrol dan bersenda gurau, bahkan apa yang mereka bahas mengundang gelak tawa di antara mereka, sesekali Yoga pun ikut menimpali, meski dirinya lebih fokus dalam menyetir,hingga pembahasan pun mulai ke jenjang serius.
"Empat bulanan gimana Bun?! tanya Nessa, saat berdiskusi dengan bunda tentang acara yang akan di adakan untuk kesehatan bayi yang masih dalam kandungan nya.
"Acaranya sederhana saja kok sayang, cukup keluarga besar kita, bagaimana menurut mu?! tanya bunda kepada Nessa yang sepertinya enggan memberi tanggapan apapun.
"Boleh kok bunda, lagipula akan banyak orang yang berdo'a untuk anak kita nanti," ucap Yoga yang kini ikut angkat bicara, mewakili Nessa yang tidak memberikan jawaban apapun.
"Eh... Riyuuu, aku kan belum bilang apa-apa loh," protes Nessa saat Yoga malah sudah menyetujui permintaan bundanya.
"Shuuut... aku yang memutuskan," Yoga tersenyum karena Nessa merasa terkejut dengan keputusan nya.
__ADS_1
"Nessa rasa tidak perlu lah bundaaa," pinta Nessa yang kini pinter dengan keputusan bunda dan Yoga.
"Lah kenapa nak, lagipula cuma acara keluarga aja, itung-itung kita berkumpul semacam arisan keluarga," bunda berharap Nessa mau menyetujui rencana nya, karena biasanya hanya hari-hari besar saja semau keluarga besar berkumpul dan berjumpa di karenakan kesibukan masing-masing.
"Ayah juga setuju, kapan lagi ada acara besar seperti ini, lagipula ini bagus untuk mu sayang,"pak Nirwan menyetujui ide bunda dan Yoga.
"Tuh kan, semuanya sudah setuju, tiga lawan satu, kamu kalah telak Ruby," Yoga menggoda Nessa yang kini hanya bisa pasrah saja, karena tidak ada yang memihak kepada nya, termasuk Riyunya.
"Belanja yuuk, kayaknya akan banyak barang yang kita perlukan, dan bernuansa baby, cucu bunda," ucap bunda, otaknya sudah traveling membeli beberapa peralatan bayi dan lucu-lucu tentunya, seperti pakaian bayi pastinya, selimut, keranjang bayi dan keperluan bayi lainnya, seolah tertanam dan memenuhi isi kepala bunda saat ini.
"Ayooo bunda cuuus...," Nessa dengan cepat menyetujui ide bunda tentang berbelanja dan langsung menggandeng tangan bundanya.
"Ckckck... para wanita memang cepat merespon kalau sudah urusan mengenai kata ajaib " Belanja", " pak Nirwan terkekeh melihat tingkah laku istri dan anaknya yang selalu antusias dan satu frekuensi bila sudah keluar kata ajaib.
"Yah begitulah yah, kita hanya akan menjadi pengawal dan tukang angkut barang untuk sementara," ucap Yoga dengan tersenyum simpul.
"Sudaaaah, jangan banyak cakap lah, terima saja nasib nya," Nessa tiba-tiba melingkar kan tangannya ke leher Yoga dari belakang. tentu saja tindakan nya itu membuat semua orang shock mendadak.
"Eiiiiitts, apaan ini tangannya, nanti nak Yoga tidak fokus menyetir nya," ucap bunda yang sedang sigap menarik tangan nya Nessa.
"Hehehe, iya bundaaa sorry," Nessa hanya tersenyum melihat kedua orang tua nya kini melihat ke arah nya. sedangkan Yoga hanya tersenyum saja melihat tingkah laku Nessa yang selalu saja membuat kejutan untuk nya.
"Ruby kau ini, ada-ada saja," batin Yoga. meski dirinya senang saat Nessa memeluk dirinya seperti itu.
Tak berapa lama, mereka pun sampai di tempat tujuan. Yoga memasuki area parkir yang luas namun sempit karena sudah banyak kendaraan di dalam sana. Yoga mencari tempat yang tidak terlalu jauh dari pintu masuk, agar Nessa tidak berjalan terlalu lama, dan membuat nya lelah.
"Nah di sini tidak terlalu jauh," Yoga menghentikan laju mobilnya, saat menemukan tempat parkir yang menurutnya cocok.
__ADS_1
"Ayoo turun bunda," ucap Nessa yang sudah tidak sabar untuk berbelanja dan melihat-lihat isi Mall.
"Iya ayooo...," bunda pun mengikuti langkah Nessa, begitu pun dengan pak Nirwan dan Yoga yang ikut menyusul dan siap beralih profesi menjadi pengawal pribadi para wanita.
"Hmmm, kalau begitu bagaimana kalau kita mengadakan challenge," ucap Bunda dengan penuh semangat.
"Challenge???
"Ok, bunda... siapa takut," Nessa dengan berani menjawab tantangan dari bunda.
"Ok, Challenge nya adalah membeli jenis-jenis perlengkapan bayi tanpa menanyakan nama dari alat nya dan harus menebak sendiri apa yang baru saja kita beli nanti," jelas bunda panjang lebar, bunda tersenyum saat Nessa hanya terdiam saja, bunda tahu Nessa tidak begitu hafal dengan apa yang dibutuhkan oleh seorang bayi yang baru lahir apalagi nama-nama dari benda tersebut.
"Ehmmmm, ituuuuu....
"Ok, siap bunda, kita mulai dari sekarang," Yoga menarik tangan Nessa dengan tiba-tiba, sontak membuat Nessa sedikit terkejut.
Mereka pun berpencar, bunda tahu Nessa dan Yoga pasti berhasil memenangkan Challenge, untungnya ada Yoga di samping Nessa saat ini yang bisa membantu Nessa menemukan benda-benda yang di butuhkan oleh seorang bayi ketika sudah lahir nanti.
"Riyuuu kamu yakin kita membutuhkan ini??? tanya Nessa saat Yoga membeli sebuah alat pompa ASI.
"Iya, itu akan berguna nanti pas bayinya sudah lahir nanti," terang Yoga kepada Nessa yang masih saja membolak-balik kan benda yang ada di depannya yang menurut nya lebih mirip seperti sebuah klakson mobil bus dalam kota.
"Memangnya ini untuk apa ???
"Ituuu untuk...
Happy reading 😍
__ADS_1