MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
Tergoda lagi


__ADS_3

Happy reading 😍


Tiiing...


Nessa membuka matanya yang masih terasa berat, suara dari pesan masuk ke dalam handphone suaminya cukup untuk membuat nya terjaga.


"Maaas, ada pesan ini, mungkin saja penting," Nessa mencoba membangunkan suaminya yang masih terlelap.


Mendengar ada pesan di handphone nya, Randy pun terpaksa membuka matanya, meski rasa kantuk masih melanda.


"Siapa Ness?! tanya Randy kepada istrinya sambil menerima handphone nya yang berada di tangan Nessa.


"Iniiii...," Raut wajahnya langsung berubah pucat, dan rasa kantuknya juga sudah hilang saat dia melihat no yang baru dia dapatkan dari Selvi.


"Kenapa Maas?! ada yang aneh ya," tanya Nessa saat melihat suaminya langsung terdiam melihat chat yang sudah ada di handphone nya.


Randy terlihat gugup ketika melihat dan mengecek HP-nya,


"Hmmm, Bu...bukan apa-apa kok Ness," jawab Randy sambil mematikan handphone nya.


"Siapa yang mengirim pesan pagi-pagi sekali," batin Nessa saat melihat jam di dinding menunjukkan angka dua,


"Ini mungkin orang nggak ada kerjaan, aku mau lanjut tidur ya," ucap Randy sambil terus membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Randy berbohong lagi untuk kesekian kalinya. meski dalam hatinya berat dan merasa sangat berdosa sudah membohongi istrinya seperti ini.


"Oh, ya sudah...


Nessa pun ikut berbaring kembali, karena rasa kantuknya sudah menguasai tubuhnya.


Randy menunggu Nessa dan memastikan kalau istrinya benar-benar sudah terlelap.


Terdengar suara khas dari mulut Nessa, menandakan bahwa istrinya sudah tertidur pulas.


Randy pun melihat handphone nya kembali, di di bukanya pesan dari seseorang yang sangat dia kenal di masa lalu. Randy pun melihat pesan itu dan membukanya,


"Hai Randy... maaf klo aku ganggu ya,"


Randy pun membalas pesan itu dengan cepat,


"Tidak ganggu kok... ada apa ?! balas Randy, kali ini dia mengubah nadanya dengan silent sehingga tidak menggangu Nessa yang sedang tidur.


"A... akuuu... ingin bertemu sama kamu Ran,


Aku kangen bangeeet sama kamu,"


Entah apa yang di rasakan oleh Randy sekarang, Randy menyungging kan senyuman ketika tahu ada yang masih merindukan nya.


"Seandainya saja dulu kamu tidak pergi, mungkin saat ini kamulah yang menjadi istriku, bukan Nessa," batin Randy.


"Besok aku akan menemui mu, habis pulang kerja, bagaimana?! Randy membalas pesan Selvy,


"Hmmm...ok...

__ADS_1


"Aku menunggumu...," Selvy pun menyetujui rencana Randy,


"Ya sudah, sampai jumpa besok," Randy pun mengakhiri aksinya dan menghapus semua chat yang barusan memenuhi kontak chatnya sebelum menjadi bukti dan di ketahui oleh Nessa istrinya.


***************


"Ness...


"Ya mas, kenapa," Nessa menuangkan air putih kedalam gelas Randy, agar sandwich buatan tidak nyangkut di tenggorokan suaminya.


Pagi ini seperti biasanya Nessa menyiapkan sarapan suaminya karena akan segera pergi ke kantor dan bekerja.


"Akuuu kayaknya pulang telat lagi malam ini, pekerjaan di kantor sedikit menumpuk," Randy mulai berdiskusi dengan istrinya tentang kesibukannya nya di kantor,


Nessa terdiam sejenak, ingin rasanya dia mengatakan " Tidak boleh", namun apa daya dia tidak ingin terlihat seperti mengekang suaminya.


"Ya sudah mas, nggak apa-apa kok," ucapnya dengan sedikit tersenyum yang di paksakan.


"Kamu yakin nggak apa-apa," Randy melihat Nessa yang terlihat berubah sedikit murung.


"Iya mas, aku baik-baik saja kok," Nessa tersenyum sedikit lebar agar suaminya tidak mengkhawatirkan nya.


"Kamu makan sendiri saja, nggak usah menunggu ku," ujar Randy sambil mengunyah sarapan terakhir nya.


"Iya mas, aku tahu," jawab Nessa, di minumnya air putih hangat yang ada di sampingnya, entah kenapa susah sekali menelan sandwich yang begitu lembut.


"Aku berangkat ya," Randy melihat Arlojinya yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


"Assalamualaikum...


"Waaalaikumussalam...


Randy langsung menuju ke halaman rumah di mana mobil nya berada. Nessa pun mengikuti langkah suaminya sampai di depan teras rumah saja. entah kenapa rasanya berat melepas suaminya pergi, padahal kemarin tidak seperti itu.


"Tiiiin... Tiiiin...


Randy memberi tanda bahwa dirinya akan segera berangkat kerja, tak lupa dia melambaikan tangan nya dan tersenyum.


Nessa pun membalas dengan melambaikan tangannya juga, meski wajahnya tersenyum namun tersirat rasa tidak ikhlas di hatinya, seakan-akan suaminya akan pergi jauuuh sekali.


"Sebaiknya aku ke rumah bunda saja, daripada sendirian di rumah," Nessa berniat untuk berkunjung ke rumah orangtuanya.


***************


Took...took...took..


"Iya... masuk saja," Randy langsung menghentikan kerjanya saat ada seseorang yang mengetuk pintu.


Randy mengambil secangkir kopi yang di pesan nya pada OB dan meminumnya,


"Pagi Sayang...


"Oppps, Sorry...

__ADS_1


Uhuuk....


Randy tersentak kaget, hampir saja kopi yang dia minum membasahi pakaian yang dia pakai.


"SHELVY???


Randy berdiri dan melihat ke arah luar, jangan sampai ada orang yang melihat Selvy berada di kantornya.


"Kenapa siih, kok panik gituu," ucap Selvy dengan senyuman penuh menggoda, apalagi pakaian yang dia pakai tampak kekecilan di tubuhnya, menunjukkan apa yang terbungkus di dalamnya.


"Sel... kamu tidak bisa seenaknya datang ke kantor, bagaimana kalau ada yang curiga dengan hubungan kita," Randy berbisik ke telinga Selvy yang sudah bergelayut manja kepada Randy.


"Aku kangeeeen ma kamu Raan," ucap Selvy dengan tetap mengalungkan tangannya ke leher Randy.


"Seeeel... ingat kita tidak bisa seperti dulu lagi, aku kan sekarang sudah menikah, aku harus cari alasan yang tepat untuk menemui mu," Randy mencoba menjelaskan alasan kepada Selvy tentang hubungan nya yang tak lagi sama seperti dulu.


"Iya aku tahu sayang, makanya aku ke kantor kamu, aku mau melamar kerja," ucap Selvy dengan tersenyum.


"Melamar kerja???


"Iyaaa, melamar kerja di kantor kamuu," jelas Selvy sekali lagi.


Glek...


Randy menahan air liur nya melihat Selvy yang semakin menggoda dirinya,


Kini Selvy dengan sengaja duduk di pangkuan Randy dan terus mencoba membujuk nya agar Randy mau menerima dirinya bekerja di kantor nya.


"Tapi kantor lagi tidak ada lowongan pekerjaan, semua devisi belum membutuhkan tambahan tenaga kerja," Randy mencoba menjelaskan kenapa Selvy tidak bisa bekerja denganya begitu saja.


"Aku mau jadi Sekretaris kamu, gimana," Selvy tetap ingin bekerja di kantor Randy, tentu dengan maksud tertentu.


"Apaaa???


"Sekretaris???


"Iyaaa sayaang...


"Akuuu mauuu menjadi sekretaris kamu, kamu jangan khawatir sayang, kamu cukup bayar aku dengan hati kamuuu," Selvy meraba dada Randy dengan penuh hasrat,


Randy terdiam kali ini, dari dulu keinginan kekasihnya itu tak pernah mengenal penolakan,


apapun keinginan nya.


"Selvy hentikan, ini kantor, bagaimana kalau ada yang melihat kita," Randy berusaha menahan hasratnya yang bisa saja bangkit saat ini.


"Ok...


Selvy pun turun dari pangkuan Randy dengan tersenyum penuh kemenangan,


"Randy... aku yakin kamu masih bisa ku taklukkan, lihat saja nanti," batin Selvy, tidak ada siapapun yang bisa memiliki Randy selain dirinya,


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2