
Happy reading 😍
"Kenapa kamu membuat Nessa seperti ini," bunda kini menatap Yoga dengan amarah. kejadian yang tidak bisa bunda lupakan kini malah terulang lagi.
"Maafkan saya bunda," Yoga benar-benar menyesal telah mengizinkan Nessa untuk mendatangi danau.
PERGIIIII
Yoga pun perlahan menjauhi dari tempat Nessa berada, namun pak Nirwan menghentikan langkahnya dan menepuk pundak nya.
"Jangan di ambil hati, bunda tidak bermaksud untuk seperti itu," pak Nirwan mencoba menenangkan Yoga yang terlihat down karena sikap bunda barusan.
"Iya pah, maafkan saya sudah membuat Nessa celaka untuk kesekian kalinya," Tiga hampir saja menangis, namun dia tidak ingin terlihat lemah di mata calon mertuanya itu.
"Tidak, jangan menyalahkan diri sendiri, semua sudah ada yang ngatur, berdo'a saja semoga Nessa baik-baik saja," ucap Pak Nirwan.
"Ya pah," Yoga berusaha setenang mungkin, namun tetap saja rasa khawatirnya begitu besar,
Bantuan medis pun dengan cepat bergerak dan membawa Nessa ke dalam mobil ambulans, bunda ikut menjaga Nessa di dalam mobil sedangkan Ayah mengikuti mobil ambulans sampai ke rumah sakit. begitu pun dengan Yoga yang ikut mengikuti mobil ambulans sampai rumah sakit.
"Ness, please cepat sadarlah," Yoga benar-benar menyesal karena bertindak bodoh, seharusnya dia tidak membiarkan Nessa berada di atas perahu.
Setengah jam perjalanan akhirnya ambulans dan yang lainnya sampai di rumah sakit, para tenaga medis pun sudah siap-siap menyambut kedatangan pasien gawat darurat. setelah berhenti beberapa suster pun langsung bergerak memindahkan Nessa memakai brankar dorong yang bisa bergerak dengan cepat keruang IGD.
"Tunggu disini ya pak, bu," ucap seorang suster lalu menutup pintu IGD tersebut.
Bunda terduduk lemas di ruang tunggu, air matanya mengalir tanpa henti seakan tiada habisnya, rasa takut kehilangan Nessa begitu besar, apalagi Nessa pernah mengalami kecelakaan yang fatal.
"Bunda, jangan nangis terus, ayah yakin anak kita anak yang kuat Bun," pak Nirwan memeluk bunda agar bunda berhenti menangis.
"Ayah yakin?! Nessa sedang hamil yah, bunda takut terjadi hal buruk terhadap calon cucu kita," ucap bunda yang masih saja menangis.
"Ya ayah tahu Bun, tapi kita harus yakin bahwa Nessa akan baik-baik saja," pak Nirwan masih terus mencoba berpikiran positif agar tetap bisa tenang.
Bunda melihat Yoga yang tidak jauh dari tempatnya, Bunda lalu menghampiri Yoga dengan mata sembab, di tatapnya pria yang dia yakini bisa menjadi suami Nessa dan bisa menjaga Nessa tapi kini semua itu sudah tidak berlaku, bunda sudah tidak yakin dengan pria yang ada di hadapannya.
"Apa yang kamu lakukan di sini, saya tidak mau melihat kamu," ucap bunda.
__ADS_1
"Bunda please, saya ingin melihat Nessa baik-baik saja," Yoga tidak ingin pergi sebelum melihat Nessa baik-baik saja.
"PERGIIIII...," Bunda mendorong Yoga agar dia tidak lagi mengganggu Nessa dan pergi dari kehidupan Nessa.
"Mulai sekarang, jangan pernah menemui anak saya lagi," bunda memberikan ultimatum yang cukup mengejutkan bagi Yoga.
"Maafkan Yoga Bun," Yoga pun pergi meski langkah nya begitu berat.
"Bunda kenapa malah mengusir Yoga," pak Nirwan menggeleng kan kepalanya, tidak menyangka bila istrinya malah mengusir calon menantunya itu.
"Cukup yah, jangan membela dia terus," bunda kembali duduk dan menunggu para dokter keluar dan memberikan informasi tentang keadaan Nessa saat ini.
Pak Nirwan pun mengikuti apa yang diperintahkan bunda, dirinya pun hanya terdiam tapi tidak dengan otak kecilnya yang penuh dengan rencana yang tidak bunda ketahui.
"Dok, bagaimana keadaan Nessa, anak saya?! tanya bunda dengan berdiri dan menghentikan Dokter yang baru saja keluar memeriksa keadaan Nessa.
"Alhamdulillah, keadaan nya baik-baik saja, untungnya pasien langsung mendapatkan pertolongan pertama, dan air yang masuk pun sudah keluar dari pertolongan pertama itu," terang Dokter kepada bunda.
"Syukurlah dok," bunda kini merasa lega mendengar penjelasan dokter yang menyatakan bahwa Nessa baik-baik saja.
"Tentu silahkan, saya permisi,"
Setelah mendapat izin, bunda langsung masuk dan melihat keadaan Nessa yang masih tidak sadarkan diri. bunda duduk di kursi dan memegang tangan anaknya, pakaian Nessa yang basah kuyup sudah tergantikan oleh pakaian pasien.
"Ness, sadarlah nak," bunda mengelus rambut Nessa,
Jari jari kecil mulai bergerak, begitu pun dengan matanya yang mulai terbuka meski perlahan. rasa pusing datang membuat Nessa memegang kepalanya dengan tangan nya.
"Bunda...," Nessa mulai bisa melihat dengan jelas dan menatap bunda nya yang tengah berada di samping nya.
"Alhamdulillah nak, kamu sudah sadar," ucap bunda dengan gembira.
"Iya bunda, Nessa baik-baik saja kok," terang Nessa dengan tersenyum, dirinya merasa tidak enak hati sudah membuat kedua orangtuanya khawatir seperti ini.
Nessa menatap seluruh ruangan, seolah mencari keberadaan seseorang. pak Nirwan menangkap gelagat anaknya itu. pak Nirwan tahu apa yang sedang Nessa cari.
"Ada apa nak, kamu mencari siapa?! tanya pak Nirwan yang berpura-pura tidak tahu.
__ADS_1
"Yoga mana yah," tanya Nessa kepada pak Nirwan.
"Sudah pergi nak," jawabnya dengan tersenyum.
"Pergi, kenapa yah?! Nessa tiba-tiba terbangun mendengar Yoga yang pergi.
"Sudahlah, kamu Istirahat dulu nak, jangan banyak pikiran," bunda mencoba mengalihkan pembicaraan dan menyuruh Nessa untuk banyak istirahat.
"Engga Bu, Nessa harus ketemu sama Yoga," Nessa mencabut selang infus nya dan turun dari ranjang pasien untuk mengejar Yoga.
"Nessa apa yang kamu lakukan nak," bunda terkejut dengan apa yang di lakukan Nessa yang mencabut selang infus di tangannya.
"Bunda dia adalah Riyuuu Bun, Nessa ingat semuanya," Nessa lalu berlari untuk bisa mengejar Yoga, dengan masih memakai pakaian rumah sakit,
"Riyuuu jangan pergiiii lagiii hiks," Nessa berlari meski kakinya tidak memakai alas kaki,
"Riyuuuuuuuu....," Nessa berteriak sesampainya di halaman rumah sakit yang begitu luas, meski aksinya banyak di saksikan para pengunjung dan pasien lainnya.
"Hah...hah...hah...," Nessa masih saja terus berlari mencari keberadaan Riyuu, meski kini nafasnya mulai memburu, Nessa terduduk di atas lantai dan menangis, Riyunya kini sudah pergi dan meninggalkan dirinya lagi dan lagi.
"Ruby...
Nessa berhenti menangis dan melihat siapa yang sudah memanggil dirinya dengan nama panggilan masa kecilnya. hanya Riyuu yang tahu nama kecilnya.
"Ah, Riyuuuuuuuu... hiks," Nessa bangkit dari duduknya dan langsung memeluk pria yang ada di hadapannya dengan erat. sungguh dirinya tidak ingin melepaskan pelukan nya.
Yoga cukup terkejut mendengar Nessa yang memanggil nya dengan sebutan Riyuu dan langsung memeluk nya.
"Hei, kamu sudah ingat siapa aku," tanya Yoga di sela pelukan nya.
"Iya, aku ingat semua nya, semuanya Riyuuu hiks," ucap Nessa yang masih betah memeluk tubuh Yoga yang tak lain adalah Riyuu.
"Benarkah Ruby ku telah kembali," Yoga yang kini melepaskan pelukan karena ingin melihat wajah Nessa.
Nessa hanya mengangguk, tanpa aba-aba Nessa menautkan bibir nya lalu mengalungkan tangannya ke leher Riyu, Riyu cukup kaget mendapatkan serangan dadakan. Namun rasa rindu membuat nya membalas apa yang dilakukan Nessa terhadap nya.
Happy reading 😍
__ADS_1