MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB.21


__ADS_3

Happy reading 😍


"Kemana mas Randy, kenapa belum pulang juga jam segini?!" Nessa melihat arloji di tangan kirinya, jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, tentu jam kerja sudah selesai beberapa jam yang lalu.


"Nessa mengecek beberapa cctv, ternyata tidak ada tanda-tanda suaminya masuk kantor hari ini. Jelas-jelas dia meminta izin untuk bekerja. Kalau begitu, suaminya sudah berbohong lagi dan lagi.


"Jadi kamu masih menemui dia mas," batin Nesssa, entah harus bagaimana sekarang, Randy sungguh tidak pernah menghargai dirinya sebagai istri yang sah.


"Baiklah mas, sampai kapan dia akan menjadi duri dalam daging?!" Nessa menghela napas dengan berat, seberat kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan.


"Ness, datanglah ke rumah bunda sekarang ya, bunda tunggu," pesan masuk ke dalam hapenya dan ternyata dari bunda.


"Ada apa bunda, ini kan udah malam loh," Nessa mengirimkan balasan, dan menanyakan perihal apa yang ingin bunda sampai kan kepadanya.


"Ada sesuatu yang ingin bunda bahas sama kamu nak, itu pun kalau kamu bisa datang, tapi kalau tidak bisa ya, tidak apa-apa," jelas bunda dalam chatnya.


"Oh... ok bunda, Nessa kesana ya," Meskipun badan nya lelah tapi Nessa tidak enak bila harus menolak keinginan bunda.


Karena sudah malam, kemungkinan Nessa akan menginap saja sekalian di rumah bunda malam ini. Namun bagaimana dengan Randy bila dia pulang nanti bila tahu Nessa tidak ada di rumah???


"Apa aku harus minta izin kepada Randy??? Nessa merasa bimbang dengan keputusan yang akan di ambilnya. bagaimana pun dia adalah seorang istri, dan tugas istri adalah selalu memberi tahu sang suami tentang kemana dirinya mau pergi.


"Ya... sudahlah, besok saja," Nessa mengunci pintu rumahnya, setelah semua di rasa aman, Nessa segera bergegas agar bisa sampai lebih cepat.


Sebelum pergi ke rumah bunda, Nessa membersihkan dirinya terlebih dahulu, apalagi dirinya baru saja mengalami hal hal yang cukup menegangkan hari ini, untungnya dia bertemu dengan orang baik yang sudah mau menolong nya. Setelah selesai Nessa langsung berangkat dan mengunci pintu rumahnya karena Randy suaminya tidak kunjung datang juga.


Sesampainya di rumah bunda, Nessa turun dari mobilnya, padahal bunda sudah melarang Nessa untuk menyetir mobil sendiri, karena dirinya sedang berbadan dua, jangan sampai nanti membuat nya kelelahan.


Setelah berjalan beberapa detik saja, Nessa sudah sampai di depan pintu dan mengetuk pintu nya yang terlihat terkunci dari dalam. aneeh, biasanya pintu masih terbuka apabila akan ada tamu yang datang, termasuk dirinya yang sekarang menjadi tamu di rumah bunda.

__ADS_1


"Bun...," Nessa mencoba memanggil bunda dengan sedikit berteriak, di tengok nya jendela kaca yang berada di samping pintu, gelap... karena tirai menutupi keadaan di dalam sana.


"Ya ampun pintunya gak di kunci ternyata," Batin Nessa saat Nessa memegang handle pintu dan mendorong nya sedikit ke dalam.


SURPRISE...


"Oh my God...," Nessa cukup terkejut dengan apa yang ada di depan matanya. Bu dan dan Ayah sudah menyambut kedatangan nya dengan melakukan surprise, cairan bening hampir saja terjatuh apabila Nessa tidak menahan nya. hanya keluarga nya yang selalu membuat nya bisa tersenyum.


"Wahh ada pesta ya???


"Dalam rangka apa niih???


Nessa bertanya kepada semua orang yang ada di dalam ruangan ini. karena hari ini bukan hari ulang tahunnya, apalagi ulang tahun pernikahan nya. Entah apa dirinya akan merayakan hari ulang tahun pernikahan atau tidak, melihat rumah tangga nya yang tidak sehat.


"Hmmmm, jadi anak bunda tidak ingat ini hari apa??? tanya bunda dengan lirih, baru kali ini Nessa melupakan hari terpenting bagi bunda, biasanya Nessa lebih antusias untuk mempersiapkan semuanya.


"Astaga bundaaa Nessa benar-benar lupa," Nessa menepuk jidatnya sendiri akan kecerobohan nya.


"Bu..bukan gitu Bun, ya karena kerjaan aku lagi banyak aja Bun," sarkah Nessa yang tidak mau kalau bunda tahu yang sebenarnya.


"Tungguuuu..


Bunda memperhatikan Nessa dan memutar tubuh Nessa, sepertinya ada yang kurang. bagaimana kalau bunda tau hal yang sebenarnya terjadi.


"Dimana suamimu Ness?!" tanya bunda, bunda mengedarkan pandangannya ke arah luar, sepi dan tidak ada Randy di sana.


"Emmmm.... dia lagi lembur bun, katanya banyak kerjaan yang harus di selesaikan," jawab Nessa, meski sebenarnya Nessa juga tidak tahu pasti kemana suaminya itu. namun Nessa yakin dimanapun dia berada pasti tidak sendirian.


"Lembur sampe jam segini Ness??" Bunda melihat jam dinding yang menunjukkan pukul sepuluh malam, biasanya para karyawan juga meski lembur tidak akan mengambil j lembur terlalu malam agar bisa istirahat dan bekerja kembali pada saat pagi hari.

__ADS_1


"Iya Bun, mungkin Emang lagi sibuk aja Bun," Nessa terpaksa berbohong lagi dan lagi hanya untuk membuat nama suaminya tidak jelek di mata keluarga besar Nessa.


"Neeesss, sejak kapan kamu berbohong nak, ini bunda loh, bunda tahu apa kamu itu jujur atau tidak," batin bunda, di lihatnya Nessa dengan intens, Nessa anak yang jujur dan penyayang, tapi kini bunda baru melihat kalau Nessa begitu pandai membohongi dirinya.


"Ya sudah kalau begitu kamu duduk saja dulu ya, bunda lagi menyambut tamu spesial bunda, bunda sengaja mengundang nya untuk bersilaturahmi dan mengenalkan kamu dan yang lainnya.


"Iya Bun, Nessa juga mau nginap dulu ya, boleh kan Bun," Nessa berharap bunda mengizinkan dirinya untuk menginap meski tanpa Randy kekasihnya.


"Ya sudah bunda malah senang kalau anak bunda mau nginap," Ujar bunda dengan tersenyum dan memeluk Nessa.


"Terima kasih bunda," Nessa bersyukur mempunyai bunda yang begitu mengerti dirinya.


Ting Tong...


Suara bell berbunyi menandakan ada seseorang di luar sana dan menunggu tuan rumah untuk membukakan pintu untuk nya. bunda pun langsung bergegas dan melihat siapa yang datang,


"Assalamualaikum BESTie," ucap tamu itu dengan menjabat dan memeluk bunda dengan erat.


"Waaalaikumussalam, ya ampun akhirnya kamu datang juga ya," ujar Bunda dengan tersenyum, tamunya pun akan menginap satu hari saja, karena hotel yang akan mereka sewa sudah penuh dan tidak bisa lagi mencari hotel lain.


"Wah kamu masih cantik saja ya, padahal usia kita kan udah tuiir hehe," goda tamu yang ternyata adalah teman lama bunda.


"Harus donk say, menolak tua deeh hehe," balas Bunda dengan tertawa pelan.


"Oh iya nih anak aku BESTie kenalin," teman bunda tidak datang sendiri tapi bertiga, dua orang lagi adalah seorang pemuda yang cukup tampan di mata Bunda.


Nessa menyusul bunda ke arah pintu untuk mengetahui tamu istimewa bunda, betapa terkejutnya Nessa, karena salah satu tamu itu adalah orang yang dia kenal.


"Paaak supiiiir....

__ADS_1


Happy reading 😍


__ADS_2