
Happy reading 😍
"Laporan??? Nessa benar-benar bingung, sebenarnya siapa orang yang mengetahui dirinya berada di tempat ini.
"Siapa pak yang sudah melaporkan???" ucap Nessa kepada para polisi itu.
"Itu dia mbak orang nya," pak polisi menunjukkan sebuah mobil taxi online yang sedang terparkir tidak jauh dari tempat lokasi kejadian.
"Pak supir???," benar dugaan Nessa, ternyata pak supir lah yang sudah menolong nyawa nya dengan membawa pak polisi.
Nessa menghampiri mobil taxi itu untuk menjumpai sang supir untuk berterima kasih karena sudah peduli padanya dan menolong nyawanya.
"Pak terima kasih ya, bapak sudah menyelamatkan nyawa saya, mungkin klo tidak ada bapak saya tidak akan bisa melihat mentari lagi besok sekali lagi saya sangat berterima kasih pak," ucap Nessa dengan terus bicara tanpa henti meninggalkan tanda titik dan koma.
"Iya nona sama-sama, tapiiii nona salah orang," pak supir merasa tidak enak hati, padahal dia hanya mengikuti perintah dari seseorang yang sudah menjadi langganan taxi nya.
"Salah orang?!
Nessa mengulangi bagian kata dari bapak supir yang membuat nya bertanya tanya dan penasaran dengan maksud dari perkataan pak supir.
"Iya bu, bukan saya yang sudah menolong nona saya hanya mengikuti perintah saja," ucap pak supir, dia hanya ditugaskan untuk tetap tinggal dan memberikan informasi kepada seseorang bila terjadi sesuatu yang membahayakan.
"Ma... maksud bapak bagaimana ya?! Nessa sebenarnya ingin cepat pergi dan beristirahat di dalam kamarnya, namun Nessa semakin penasaran dengan apa yang di maksud pak supir.
"Tuan saya yang sudah menyelamatkan nyawa nona," pak supir menunjukkan sebuah mobil berwarna hitam tidak jauh berada di tempat mereka berdiri.
Nessa melihat ke arah yang sama dan terdiam sejenak, siapa orang yang sudah menolong dan menyelamatkan nyawanya, siapakah pahlawan yang begitu peduli tentang dirinya???.
"Ah, andai saja itu Randy, suamiku yang menolong ku,"Batin Nessa, tampak kemuraman di wajahnya ketika keinginan itu hanyalah angan angan semata. karena tidak mungkin orang itu adalah suaminya, karena suaminya lah yang membuat dirinya terkena masalah seperti ini.
"Ituu yaa?!" Nessa pun melihat ke arah mobil hitam Mercedes Benz C-Class yang di mana ada seseorang yang sudah menolong nya di dalam mobil itu.
"Sayaaa boleh bertemu dengannya?!" tanya Nessa kepada pak supir yang mengaku hanya sebagai suruhan saja, Nessa seakan ragu untuk menjumpai sosok pahlawan nya kali ini.
__ADS_1
Nessa takut kalau orang yang menolongnya malah tidak mau bertemu dengannya dan akan mengusir nya.
"Tentu saja nona, mari saya antar," ucap Pak supir , mempersilahkan Nessa untuk berjumpa dengan tuannya.
"Dia tidak galak kan ya," bisik Nessa di telinga pak supir saat mereka berjalan beriringan sambil tetap melirik mobil yang semakin dekat.
"Uhuuk... ti... tidak nona," Ucap pak supir dengan sedikit mundur beberapa langkah agar tidak terlalu dekat dengan Nessa.
"Isssh nie orang kenapa sih, Emang aku bau apaa??!," batin Nessa, melihat kelakuan pak supir yang seperti sengaja menghindar dari Nessa. Nessa mencium aroma tubuhnya sendiri, masih wangi meski sudah mengeluarkan keringat dingin.
"Nonaa jangan macam-macam, hidupku tergantung sikap mu nona," batin sang supir, pasti tuannya saat ini sedang memperhatikan dirinya dan Nessa.
BRUUUUM...
Tiba-tiba saja mobil yang tinggal satu langkah saja, melaju dengan kencang dan meninggalkan Nessa dan pak supir yang di buat bingung sekaligus heran.
"WHAT????
Nessa sedikit kaget melihat mobil itu sudah jauh dari pandangan nya, Nessa pun membalikkan badannya dan melangkah kembali ke arah pak supir yang sama kagetnya dengannya.
"Sa....sayaa....," pak supir bunguy harus mengatakan apa, jujur dia pun tidak mengerti maksud bosnya ini.
TING...
Sebuah notif masuk ke dalam handphone pak supir, di lihat nya pesan tersebut yang tak lain adalah pesan dari bosnya.
"Antarkan dia pulang dengan selamat, dan ingat jangan terlalu dekat atauuuuu....
GLEEEK...
Pesan itu tertahan, membuat pak supir menghela nafasnya dalam-dalam seakan hari esok dia tidak akan bernafas lagi.
"Ba...baik sa...saya akan mengantar nona sampai ke rumahnya dengan selamat, ehm ituuuuu apa bos kelanjutan pesannya??!," balas pak supir dengan masih bertanda tanya dengan kalimat terakhir untuknya.
__ADS_1
"Tentu saja hukuman mu bila berani melakukan nya sekali lagi, bilang sama dia, gw ada urusan penting," balas sang bos besar dengan cepat,
"Mati gw...," sang supir tidak bisa menghindari hukuman dari sang bos. semoga saja dia masih bisa bernafas esok hari.
"Tuh kan apa ku bilang, bos kamu tuh gak mau ketemu sama saya," Ucap Nessa yang sedikit kesal karena rasa penasaran nya belum terpecahkan.
"Bu... bukan begitu nona, ada sesuatu yang penting yang harus di selesaikan jadi...
"Ok... terserah dia, aku tak peduli," Nessa memotong kata-kata yang belum selesai dari pak supir.
"Sekarang antar saya pulang saja ya, saya harus cepat sampai rumah," pinta Nessa sedikit panik saat melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 7 malam yang artinya dia sudah pergi selama satu jam yang lalu, tinggal dua puluh menit lagi waktu yang tersisa, jangan sampai para bodyguard tersadar dan melihat dirinya tidak ada di rumah.
"Baik nona, saya ambil mobilnya dulu, nona tunggu saja di sini sebentar," ucap pak supir, meminta persetujuan Nessa agar Nessa tidak lelah berjalan lagi ke arah mobilnya.
Nessa pun mengangguk tanda menyetujui permintaan pak supir, lagi pula dia benar-benar. lelah saat ini.
Setelah mendapat persetujuan, pak supir bergegas menuju ke arah mobilnya dengan jalan sedikit berlari, karena dirinya juga ingin cepat istirahat dan cepat mengantarkan Nessa dan memberikan laporan kepada bosnya.
Tak butuh waktu lama, kini Nessa pun naik taxi yang sama namun kali ini Nessa berniat untuk duduk di depan saja.
"Stop Nona, apa yang kau lakukan," Teriak pak supir yang sedikit panik saat Nessa tiba-tiba saja masuk dan duduk bersebelahan dengan nya.
"Duduk," ucap Nessa dengan santai, tangganya mengambil seatbelt dan memasang nya agar dirinya aman dan bisa cepat sampai.
"Nonaaaa, please pindah ke belakang ya," pinta psk supir dengan sedikit memelas agar Nessa mau pindah dan tidak menambah hukuman dari bosnya.
"NGAAAK...
Nessa tetap tidak mau pindah dari tempat duduknya kini, menurutnya itu hanya akan membuat banyak waktunya.
"Matilah Aku kali ini bila bos tahu, satu hukuman saja belum aku terima," batinnya, Nona yang ada di hadapannya malah membuat dirinya terkena masalah lebih besar.
"Ayooo jalan," perintah Nessa saat melihat pak supir yang malah melamun saja.
__ADS_1
"Ba...baik nona," Pak supir pun melesat mengantarkan Cinderella tanpa kereta kencana ke istana nya.
Happy reading 😍