MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB.38


__ADS_3

Happy reading 😍


Randy membuka kertas itu,betapa terkejutnya dirinya, isi di dalamnya adalah berbagai foto dirinya dengan Selvy bahkan semua yang dilakukan dengan Selvy terekam dengan jelas. Randy lupa siapa Ayah Nessa, seorang bangsawan yang mempunyai banyak mata-mata dan orang kepercayaan. kini dirinya sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa.


Randy berlutut di bawah kaki pak Nirwan dan mulai menangis menyesali perbuatannya yang sudah menyakiti Nessa.


"Pah maafkan Randy, Randy salah sudah berkhianat, tapi Randy mau mengakhiri hubungan Randy dengan dia, pah" ucapnya mencoba meminta maaf.


"Tolong beri satu kesempatan untuk Randy bisa mempertahankan rumah tangga Randy," Randy masih mencoba membujuk pak Nirwan yang masih saja terdiam.


"Kesempatan??? Pak Nirwan masih bersikap tenang,


"Iya pah," Randy berharap pak Nirwan yang tidak lain adalah ayah mertuanya memberi kesempatan kedua untuk nya.


"Saya sudah memberikan kesempatan itu," Jelas pak Nirwan, para pengawal mengangkat tubuh Randy dari kaki pak Nirwan dengan secara paksa.


"Dan kamu tidak berubah nak," Pak Nirwan berusaha tegar, bagaimana pun Randy adalah suami Nessa sekaligus Anak dari sahabatnya.


"Pah tolooong," Randy tetap terus berusaha, kini dirinya menatap Nessa yang masih di pangkuan Bunda.


"Bawa dia keluar, bereskan barangnya," Pak Nirwan sudah membuat keputusan, Randy sudah tidak layak bersama anaknya Nessa.


"Pah... pah...," Randy berusaha melawan kedua bodyguard yang menariknya secara paksa, namun dirinya tidak mampu melawan para bodyguard yang bertubuh kekar itu.


"Ness please, beri mas kesempatan Ness," kini Randy tepat berada di depan Nessa dan mencoba mendapatkan simpati dari istrinya.


"Kesempatan itu sudah habis dan tak tersisa mas," ucapnya, kini Nessa tidak lagi menangis.


Yoga hanya terdiam dan ikut merasa lega melihat semuanya berakhir dengan sesuai harapan, semua orang kini tahu kesalahan Randy, tapi tentang suami masa depan bagi Nessa, Yoga masih ragu, apakah dia pantas bersama seorang Nessa. apakah Nessa mempunyai rasa yang sama seperti dirinya yang selalu mencintai Rubby.


"Ness, mas minta maaf....


BRAAAK


Pintu tertutup, hening seketika... semua orang terdiam, Pak Nirwan berjalan ke arah istrinya dan anaknya, lalu ikut duduk di samping bunda, Nessa menatap ayahnya lalu tersenyum.


"Ayah sudah tahu kalau...


"Ya... hanya saja Ayah mengikuti permainan mu," ucap pak Nirwan dengan santai lalu mengelus rambut Nessa dengan lembut.

__ADS_1


"Ma... maksud ayah?! Nessa tidak berpikir bila Ayahnya sendiri sudah mengetahui rencana nya yang sudah dia susun.


"Hmmm, Ayah selalu ada di mana pun, tanpa kamu ketahui," ucapnya dengan tersenyum.


"Dan, tentang suami pengganti?! Nessa masih memikirkan kata-kata Ayah nya yang berhubungan dengan suami pengganti, artinya sudah dapat calon bagi dirinya.


"Sini nak, duduklah," Pak Nirwan menyuruh Yoga untuk duduk berhadapan dengan nya.


"Iya yah," Yoga pun kini ikut bergabung dengan apa yang sedang dibahas.


"Jadi cuma bunda yang tidak tahu masalah ini," ucap bunda lirih, bunda merasa sedih karena tidak bisa melihat adanya masalah pada rumah tangga anaknya.


"Karena bunda pasti tidak bisa menahan diri bunda, bila tahu semuanya, iya kan," Pak Nirwan tersenyum kepada istrinya.


"Pastinya yah, mana rela bunda melihat anak bunda ini menderita," bunda kembali memeluk Nessa penuh kasih.


"Itu sebabnya Ayah tidak memberi tahu bunda dan menutup nya rapat-rapat dari bunda," jelas pak Nirwan.


"Dan Yoga....


"Bersedia kah kamu menjadi suami masa depan Nessa," Pak Nirwan langsung to the points,


"Hmmm, sa....saya...


Nessa pergi menuju kamarnya dengan sedikit berlari, perasaan nya hancur berkeping-keping meski sudah dari awal tentang perselingkuhan suaminya. Yoga tahu pasti Nessa merasa sakit yang luar biasa, melebihi rasa sakit yang ada pada tubuhnya saat ini.


"Yoga maafkan sikap Nessa barusan," ucap pak Nirwan yang merasa tidak enak sudah melibatkan dirinya dalam masalah keluarga besar.


"Tidak apa yah, kalau begitu saya pamit juga," Yoga pun berpamitan untuk segera menuju kamarnya dan beristirahat sejenak.


"Ya, silahkan nak," pak Nirwan mengizinkan untuk Yoga beristirahat.


"Bunda mau ke kamar Nessa ya yah," Bunda pun pamit untuk menyusul Nessa dan berusaha menenangkan Nessa yang sedang kacau saat ini.


Pak Nirwan menganggukkan kepalanya tanda setuju, kini dirinya sendirian, di ruang tamu yang tadinya ramai.


"Ini saatnya memberikan sedikit pelajaran kepada sang pengkhianat," batin Pak Nirwan dengan tersenyum devil. Pak Nirwan menelpon anak buahnya yang sudah mengikat kedua tangannya Randy di bawah tanah.


__ADS_1


Ilustrasi penjara bawah tanah yang di tempati Randy ya guys.


"Bagaimana, kalian sudah memberikan sedikit pelajaran kepada nya," pak Nirwan mengirimkan pesan tersebut kepada anak buahnya.


"Tentu saja bos, bos bisa lihat sendiri," anak buahnya mengirimkan pesan balasan,


Dikirimkan video Randy yang sudah babak belur akibat pukulan para bodyguard yang juga geram melihat tingkah Randy sejak awal, kini mereka bisa melampiaskan semua amarah mereka dengan puas,


"Sial, tubuhku terasa remuk," batin Randy, darah segar memenuhi seluruh wajahnya, bahkan rasanya tulang belulang pun retak sampai terasa retak tiada berbentuk.


"Berani berurusan dengan kami, inilah hukuman buat seorang pengkhianat, Ciiih," salah satu bodyguard meludahi muka Randy yang sudah tidak berbentuk.


"Sudah lah, dia sudah menerima hukuman yang setimpal," salah satu bodyguard mencoba menahan temannya saat akan memberikan pukulan kepada Randy.


"Belum setimpal, hanya kematian yang bisa membayar lunas," ucap pak Nirwan yang sudah sampai di depan pintu ruang bawah tanah yang gelap.


"Ayah mau membunuh ku?! Randy tersenyum devil, tidak di sangka ayah mertuanya berani menyiksanya seperti ini.


"Kalau aku mau...


Pak Nirwan menghampiri Randy lebih dekat dan menjambak rambut Randy. sedangkan Randy hanya bisa meringis kesakitan.


"Aku sudah melakukan nya dari dulu, tapiiii...


Pak Nirwan melepaskan Randy lalu berjalan menjauhi nya.


"Aku punya hutang nyawa kepada Ayahmu, sekaligus sahabat terbaik ku," ucapnya dengan menatap Randy. mungkin bila Randy bukanlah anak dari sahabatnya, hanya tinggal nama saja yang ditinggalkan oleh pak Nirwan.


"Untuk hari ini, dan seterusnya jangan pernah muncul di hadapan ku dan juga Nessa, sampai hari persidangan tiba," Ancam pak Nirwan, cukup baginya melihat anaknya hancur.


Pak Nirwan pergi meninggalkan Randy yang terdiam, cukup lelah untuk hari ini, sekarang dia akan beristirahat sejenak di ruang kerjanya.


Bunda mengetuk pintu Nessa dengan pelan, bunda tahu Nessa pasti sedang menangis saat ini.


TOK...TOK...TOK ..


"Ini bunda sayang, boleh bunda masuk?!" bunda tahu kalau pintu nya tidak di kunci namun bunda tidak ingin masuk begitu saja.


"Iya bunda, masuk saja," Nessa menyeka air matanya, sebelum terlihat oleh bunda. bagaimana pun hari ini pasti akan terjadi, hari di mana hatinya benar-benar hancur

__ADS_1


Happy reading 😍


"


__ADS_2