
Happy reading 😍
"Ini bunda sayang, boleh bunda masuk?!"bunda tahu kalau pintunya tidak dikunci, namun bunda tidak ingin masuk begitu saja.
"Iya bunda, masuk saja" Nessa menyeka air matanya sebelum terlihat oleh bunda. Bagaimana pun hari ini pasti akan terjadi, hari dimana hatinya benar-benar hancur.
Bunda pun duduk diatas ranjang Nessa, bunda berpikir menikahi putrinya dengan anak sahabat dari suaminya adalah pilihan yang tepat, tapi nyatanya tidak sama sekali. bahkan bunda merasa bersalah kali ini, dirinya ikut menjadi penyebab dari hancur nya rumah tangga Nessa, andai saja dulu tidak memaksa Nessa untuk segera menikah.
"Sayang, maafkan bunda ya," bunda memulai pembicaraan dengan Nessa yang masih saja terdiam seribu bahasa.
"Loh, kok bunda minta maaf sih," Nessa kini melihat bunda yang ada di sebelah nya.
"Justru Nessa yang minta maaf sama bunda, Nessa sudah menyimpan semua ini dan tidak bercerita kepada bunda," ucap Nessa lagi.
"Bunda mengerti kenapa anak bunda sama suami bunda ini, menutupi kebenaran yang pahit dari bunda," ujar bunda pelan,
"Sebaiknya kamu tidur dulu ya nak,"Pinta bunda dengan tersenyum.
"Iya bunda, hmmm gimana keadaan Randy bun," Tanya Nessa dengan sedikit cemas, Karena dirinya tahu tentang ayahnya yang bisa melakukan apa saja, bila ada yang berani melawan atau menyakiti anggota keluarga nya.
"Semoga Randy baik-baik saja ya," ucap bunda dengan tersenyum kecil, hatinya juga merasa sedikit cemas dengan keadaan menantunya itu.
"Hmmm, apa kamu tidak ingin membahas tentang Yoga?! tanya bunda dengan pelan, namun penuh arti.
"Yoga???
Nessa terdiam sejenak, dia melirik bundanya lalu berjalan menghampiri jendela kamarnya. Yoga memang laki-laki yang baik menurut nya, dia selalu menolong dirinya bahkan sampai terluka karena nya. Nessa berpikir Yoga melakukan semua itu hanya semata antara bos dan pegawai nya. hanya itu tanpa melibatkan perasaan seperti rasa cinta terhadap lawan jenis. secara Yoga tahu bahwa dirinya adalah istri orang.
"Nessa belum memikirkan hal itu bunda," ucap Nessa.
"Ya bunda tidak akan lagi memaksa kamu nak," ujar Bunda dengan tersenyum.
__ADS_1
"Tapi pendapat bunda, dia laki-laki yang baik dan bisa menjaga calon makmum nya kelak," tambah bunda dengan tersenyum kecil.
Nessa hanya terdiam, lalu membalas senyuman dan duduk di samping bunda tanpa sepatah kata pun. meski dirinya sudah mantap untuk bercerai dan bersiap menjadi janda, bukan berarti dirinya berniat untuk menikah lagi dalam waktu dekat, perlu waktu untuk dirinya mengumpulkan kepingan Hatinya yang sudah hancur berkeping-keping.
"Ya sudah bunda keluar ya, ingat tidur lah," perintah bunda.
"Iya bunda,"
Sedangkan di kamar Riyu tengah di landa gulana( gelisah, galau, merana). Disisi lain dirinya sungguh senang luar biasa, karena pak Nirwan sudah memberikan kesempatan yang langka ini untuk melamar anaknya. Tapi di sisi lain, apakah Nessa akan menyetujui semua rencana pak Nirwan. yang menjodohkan dirinya dengan Nessa.
ARRRRGH
Yoga meninju di dinding kamar nya, saking kesalnya. rasa sakit yang baru saja dia dapatkan, tidak sebanding dengan rasa sakit yang Nessa alami, ingin sekali dirinya memeluk Nessa dan menenangkan nya namun tentu itu mustahil untuk dilakukan, di bukanya laci di bawah nakasnya, di ambil satu lembar foto yang telah usang, menandakan foto itu sudah sangat lama, foto dua anak kecil yang saling menggenggam tangan nya sambil tersenyum satu sama lain.
"Ness, apa kamu benar-benar lupa tentang Riyuu?! Yoga menatap foto kebersamaan mereka, foto Riyu dan Ruby yang selalu bersama, meski harus berpisah untuk sekian lama, namun kini Riyu mencoba kembali untuk bisa mengambil hati Ruby nya.
Yoga membaringkan tubuhnya di atas kasur dengan terus menatap foto itu dan tidak lama terpejam dan meletakkan foto itu di atas dadanya.
Pak Faisal begitu kaget melihat sebuah pesan yang dikirim kan oleh besannya yang tidak lain adalah sahabat nya, sebuah pesan dimana anaknya terlihat babak belur dan terikat di penjara bawah tanah.
Pak Faisal pun langsung menelpon sahabat nya itu dan menanyakan maksud dari foto tersebut,
"Kenapa dia," tanya nya to the points, karena pak Faisal tahu sifat sahabat nya.
"Kau bahkan tidak mengenali siapa anakmu, maaf untuk kali ini, aku tidak bisa memberikan kesempatan lagi, jemput lah dia, sebelum aku berubah pikiran dan mengirimkan kan nya ke NERAKA," Pak Nirwan lalu menutup telponnya secara sepihak.
"Kini giliran perempuan ****** itu" ucap pak Nirwan dengan tersenyum smirk," mereka berdua tidak pantas untuk mendapatkan belas kasih, kini pak Nirwan sendiri yang akan turun tangan menemui Selvy dan sedikit memberikan pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan sepanjang hidupnya.
Pak Faisal sudah tiba di tempat kediaman pak Nirwan, dia pun segera masuk dan mencari pak Nirwan untuk meminta penjelasan lebih detail tentang apa yang dilakukan oleh anaknya, Randy. Namun sepertinya usahanya sia-sia, sebelum berhasil masuk ke dalam, anak buah pak Nirwan sudah membawa Randy ke hadapan nya.
"Randy...
__ADS_1
Pak Faisal mengambil Randy dan memapah nya, sungguh baru kali ini dirinya melihat anaknya dalam kondisi yang mengenaskan. sebenarnya apa yang dia lakukan, hingga membuat sahabatnya melakukan ini.
"Bawa dia pergi jauh dari sini, dan ingat jangan pernah kembali, kalau tidak tahu sendiri akibat nya," ucap bodyguard yang tadi membawa Randy.
Tanpa sepatah kata pun, pak Faisal akhirnya membawa anaknya, meski urusan nya belum selesai dengan si pemilik rumah, namun keselamatan Randy kini lebih penting baginya. mobil pun melaju dan meninggalkan kediaman pak Nirwan sahabatnya.
"Bangun Ran," Pak Faisal menepuk pipinya Randy yang bengkak, untuk membangunkan anaknya.
"Awwww... sakit lah," protes Randy kepada Papanya yang seenaknya saja menepuk pipinya.
"Sakit kamu bilang, jelaskan apa penyebab semua ini?! Pak Faisal menatap Randy tajam, kini dia akan mengetahui penyebab anaknya seperti ini.
Randy terdiam dan menundukkan kepalanya, dia tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan perbuatan nya kepada Ayahnya, dia masih selamat di sana tapi mungkin tidak dengan Ayahnya, bisa saja dia di gantung bila mengetahui nya.
"Kenapa diam," pak Faisal tidak sabar mendengar penjelasan dari anaknya Randy.
"Aku....
"Se... selingkuh pah," ucapnya dengan terbata, mau tidak mau akhirnya Randy harus mengakui perbuatan nya.
"Pantas saja mertua mu murka, kau pantas mendapatkan nya," ucap pak Faisal, tidak di sangka kelakuan anaknya sudah mencoreng nama baiknya di hadapannya sahabat nya itu.
"Pergilah dari sini, kesalahan mu sungguh sangat fatal," ucap pak Faisal, dia tidak ingin melihat Randy untuk sementara waktu.
"Kalian bawa dia jauh dari hadapan ku," perintah nya kepada Anak buahnya.
"Pah please, maafkan Randy lah, jangan usir Randy dari rumah ini," bujuknya dengan bersimpuh di kakinya pak Faisal.
"Kesalahan mu sungguh sangat fatal, perlu waktu untuk membuat nya normal kembali, sebelum mertuamu memaafkan mu jangan pernah kembali ke sini,"
Happy reading 😍
__ADS_1