MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB.63


__ADS_3

Happy reading 😍


"Apa kamu baik-baik saja nak? pak Nirwan bertanya kepada Yoga yang masih saja terdiam dan memperhatikan Nessa.


"Ehhmmm baik kok pah," ucapnya saat ketahuan kalau dirinya sedang melamun dan tidak ikut komentar tentang pernikahan Randy.


"Ehmmm emang kamu kenapa Riyuu," Nessa kini menatap Yoga juga.


"Ngaak papa kok," Yoga tersenyum semuanya kini memperhatikan dirinya.


"Nak, berapa usia kandungan mu? tanya pak Nirwan kepada Nessa, mencoba mencari topik yang enak untuk di bahas.


"Mungkin 4 bulan yah," ucap Nessa dengan asal. Nessa memang tidak pernah tahu berapa usia kandungan nya karena dirinya enggan untuk memeriksa nya ke bidan ataupun dokter setempat.


"Bagaimana kalau kita melakukan USG? tanya pak Nirwan kepada Nessa dan juga Yoga yang kini saling pandang mendengar rencana pak Nirwan.


"Ga usah lah yah, ngapain juga lah USG segala, aku males ngantri nya," ucap Nessa dengan acuh, meski pernah terpikir di dalam benaknya untuk melakukan hal itu bila saja suaminya yang memintanya, tapi sekarang semua sudah tidak lagi Nessa pikirkan, bahkan sebuah nama saja belum ada di benaknya.


"Kenapa kamu bertanya tidak usah nak," tanya pak Nirwan yang tahu pasti alasan sebenarnya Nessa.


"Nessa malas aja yaaah," ucap nya dengan menjawab dengan nada malas.


"Ia tidak bersalah loh Ruby, jangan melibatkan nya dalam masalah kalian," Yoga mencoba menasihati Nessa yang sepertinya tidak menginginkan kehadiran anak pertama nya karena perbuatan suaminya.


"Benar nak, dia masih suci jadi jangan pernah membencinya dan penuhi haknya," pak Nirwan ikut berbicara, bagaimana pun Nessa membenci Ayahnya, tetap saja anak yang ada dalam perutnya adalah cucu kandung nya. yang nantinya akan menemani hari-hari nya.


Nessa terdiam sejenak mendengar perkataan Yoga dan juga pak Nirwan sang ayah, ucapan keduanya memang benar, tidak seharusnya dia bersikap seperti ini, membenci anaknya yang tidak tahu apa-apa tentang masalahnya.


"Iya yah Nessa mauuu," Nessa pun menyetujui permintaan pak Nirwan untuk melakukan USG.


"Aku temani ya," Yoga memegang tangan Nessa yang kini sudah berkeringat dingin.

__ADS_1


"Baiklah, sebelum kita berangkat ke acara pernikahan Randy, kita pergi ke rumah sakit dulu ya," pak Nirwan kini menghubungi dokter khusus dan membuat janji untuk jadwal besok.


"Ok yah, kami setuju saja," Yoga akhirnya yang angkat bicara saat Nessa terdiam saja.


"Baiklah kalau begitu, ayah ada meeting room, kalian bisa berdiskusi lebih lanjut, ingat hanya berdiskusi saja," ucap pak Nirwan dengan tersenyum, bagaimana pun mereka adalah pria dan wanita dewasa. bisa saja melakukan hal di luar batas akal sehat.


***************************


Di sebuah cafe, Randy dan Yuri sengaja ketemuan untuk membahas tentang pernikahan mereka yang akan dilakukan besok. ingin sekali keduanya menolak, namun apa daya tangan tak sampai, kini nasi sudah menjadi bubur, apa yang terjadi tidak bisa kembali lagi seperti semula bagaikan gelas yang terjatuh dan pecah berkeping-keping, tidak akan bisa kembali utuh sempurna.


"Nikah kontrak saja, tanda tangan...


Randy memberikan secarik map kepada Yuri, di tatapnya map itu lalu dibukanya, tertulis di sana perjanjian kontrak baru. Yuri masih tidak percaya bila dia benar-benar akan menikah dengan Randy meski hanya nikah kontrak tapi tetap saja menikah dengan Randy, pria yang tidak pernah dia bayangkan kini akan menjadi suaminya.


"Kenapa loe diem, cepat tanda tangan saja," ucap Randy dengan sedikit berteriak. baginya ini adalah sementara, dia juga yakin tak akan bisa mencintai wanita lain selain Nessa.


"Ok, ok...


"Ingat setelah masa kontrak habis, tidak ada lagi ikatan di antara kita, dan aku bisa mendekati Yoga lagi. dan kau bagaimana? apa masih akan mengejar Nessa?! tanya Yuri yang akan terus mencari cara untuk mendapatkan hatinya Yoga.


"Tentu saja, gue pasti akan terus mengejar Nessa sebelum dia di miliki seutuhnya oleh si Yoga ituu," jawab Randy dengan tersenyum kecil,


"Terus gimana nasib Selvy si selingkuhan hmm," Yuri kini bertanya tentang Selvy yang dia ketahui adalah selingkuhan dari Randy.


"Biarkan saja dia, lagi pula dia hanya menginginkan uang ku saja," Randy malas membahas tentang Selvy yang kini sudah merusak mood nya.


"Tak kusangka kau bisa juga ya bersikap tegas sama tuh orang hahaha," Yuri tertawa lepas mendengar Randy yang dulu begitu penurut dan sangat bucin terhadap Selvy kini Randu sudah bisa mengabaikan keberadaan Selvy di hidupnya.


"Jadi menurut loe, gue gak bisa bersikap tegas hmmm," Randy tidak suka bila dirinya di bilang lemah dalam suatu hal.


"Sorry...sorry gue canda aja kali, santai doooonk," Yuri sedikit terkejut saat melihat Randy yang terlihat marah akibat ucapan nya.

__ADS_1


"Gue cabut, sampai jumpa besok," Randy berdiri bangkit dari tempat duduknya lalu melangkah pergi setelah menaruh sejumlah uang di meja. Yuri pun terpaksa ikut pergi dari sana.


*******************************


Keesokan paginya....


Bunda sudah bersiap mengantarkan Nessa untuk bertemu dengan dokter kandungan hari ini. bunda juga ingin mengetahui kondisi cucunya yang masih ada dalam perut Nessa. begitupun dengan Yoga yang sudah siap dari subuh, Nessa masih ada di dalam kamarnya, membuat bunda harus menunggu.


"Sayaaaang, ayo cepat laah," Teriak bunda saat melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul delapan pagi, tinggal tiga puluh menit lagi, dokter kandungan tiba di rumah sakit. bunda tidak ingin bila Dokter yang sampai duluan di rumah sakit.


"Iyaaa Bun, sebentar..." Teriak Nessa di dalam kamarnya.


"Apa dia kembali ragu untuk memeriksa kandungan nya? batin Yoga yang kini menunggu bersama bunda di ruangan tengah.


Tak berapa lama Nessa keluar dari kamar nya dengan menggunakan dress putih selutut, dan memakai sepatu berwarna hitam dengan yang tidak terlalu tinggi, rambutnya yang masih sedikit basah menebarkan aroma harum bunga mawar dari shampoo yang sudah Nessa pakai, dan dibiarkan tergerai begitu saja.


"Ayo semuanya, Nessa sudah siap," Nessa tersenyum kepada mereka yang sudah lama menunggu nya.


"Ya sudah ayoo berangkat, sebentar lagi dokter nya datang," ucap bunda dengan terus melangkah menuju halaman parkir.


Nessa mengikuti langkah bunda, namun ada yang kurang rasanya, dimana Yoga.. Nessa melihat kembali ke belakang, tampak Yoga masih saja berdiam terpaku layaknya patung saja. Nessa pun balik lagi dan menarik tangan Yoga yang masih saja menatap nya.


"Heey Riyuuu, jangan terus menatap ku seperti itu, ingat tahan godaan....," bisik Nessa di telinga Yoga,


"Godaan ini benar-benar sudah menggoda iman ku," ucap Yoga dengan tersenyum kecil.


"Haiis, ayolah kasihan bunda sudah menunggu kita," Nessa mencoba mengganti topik agar Yoga tidak lagi menatap dirinya terus menerus. bagaimana pun masih ada pagar pembatas yang tidak bisa mereka lewati tanpa adanya ikatan yang resmi.


"Ok, bidadari kuuu, Riyuu akan menahan godaan ini, agar tetap fokus dengan berbagai macam hal ke depan nya, dan semoga Riyu ini tidak memangsa buruan nya sebelum waktunya tiba," Riyu mengedipkan matanya seakan menggoda Nessa yang kini sudah tersipu mendengar perkataan Riyu tentang mangsa-memangsa.


"Iiish, kau pikir aku ini hewan ya Riyuuu, pake di mangsa segala," Nessa melangkah pergi sendirian menyusul bunda yang sudah anteng di dalam mobil.

__ADS_1


Happy reading 😍


__ADS_2