
Happy reading 😍
"Btw... mana suami kamu," tanya Randy to the points karena dari awal acara sampai selesai, Randy tak melihat sosok yang seharusnya menemani perempuan yang ada di hadapannya sebagai suami nya.
"Suamiku???
"Maksudnyaa???
Nessa tak memahami maksud dari perkataan Randy barusan yang menanyakan suami, apa maksudnya, jelas-jelas Nessa belum menikah.
"Iya lah suami kamu, masa suami orang," Goda Randy yang merasa Nessa sedang bergurau dengannya.
"Mana ada, aku belum...
"Yaaaah ngompol deeh," Nessa meraba kain yang membungkus tubuh mungil Aqila,
Nessa pun kembali ke dalam untuk mengganti baju Aqila yang basah terkena pipisnya. dan sepertinya Nessa melupakan sesuatu.
"Weh, di tinggal gitu aja, dasar perempuan aneh," ucap Randy yang merasa sedikit kesal di kacangiiin oleh Nessa.
Randy pun menelpon papanya, namun tidak berhasil, handphone nya berada di luar jangkauan, Randy mencoba beberapa kali, namun hasilnya tetap sama. hanya ada suara operator yang menjawab panggilan Randy.
"Rencana apa lagi ini,"
Randy menyadari kalau semua ini sudah ada skenario dan sutradara nya adalah papa Randy sendiri.
"Apa papa sudah gila, masa aku di jodohkan sama istri orang, ckckck...," Randy masih berpikir klo Nessa adalah ibu dari bayi Aqila.
Sementara itu...
Nessa mencari keberadaan ibu sang Bayi yang sedang di gendong nya, namun sepertinya tidak ada siapa-siapa. Kamar yang tadinya penuh sesak kini tak ada satu orang pun termasuk bibinya Nessa, sang ibu kandung.
"Laah pada kemana ini, kok dd Aqila di tinggal sih," Nessa sedikit kesal karena keluarganya seperti sedang bermain umpet dengannya.
Nessa menaruh bayi Aqila dengan hati-hati di atas tempat tidur, Nessa lalu mencari pakaian bersih bayi Aqila, tak lupa Nessa pun mempersiapkan semua barang yang di perlukan oleh seorang bayi seperti bedak, minyak telon, dan juga tissue basah khusus bayi.
Setelah Nessa mendapatkan barang yang di butuhkan, tangannya langsung mengganti semua pakaian bayi Aqila yang basah dengan cekatan. Nessa sering melihat ibunya si bayi saat sedang memandikan bayinya.
"Alhamdulillah, selesai juga sayang," Nessa merasa bangga karena berhasil melakukan nya dengan benar.
"Oeeeeek...Oeeeeek...,
Tiba-tiba saja bayi Aqila menangis dengan kencang, membuat Nessa sedikit panik dan tak tahu harus berbuat apa.
"Laaah... kok nangis siih,"
"Duuuh... gimana ini atuuh!?...
__ADS_1
"Cep...cep...cep...," Nessa berusaha menghibur bayi Aqila, namun ternyata tidak berhasil, bukannya diem, bayi Aqila malah menangis lebih keras.
"Kenapa sayaaang...,
"Duuh Tante harus gimana iniiii,"
Nessa mencoba menggendong nya, namun usahanya tetap tidak bisa membuat sang bayi terlelap dan diam juga.
Randy yang berada di luar pun sontak masuk ke dalam rumah untuk melihat apa yang sedang terjadi.
"Heiii.... ada apa siih," Randy melihat Nessa tampak gelisah dan berjalan bolak-balik sambil menggendong bayi Aqila yang sedang menangis.
"Mungkin dia lapaaar," ucap Randy mengambil kesimpulan dari beberapa hal yang membuat seorang bayi menangis.
"Kamu benar, mungkin saja dia lapar," Nessa pun membenarkan pendapat Randy.
"Titip dulu ya, awas hati-hati," Nessa menyerahkan bayi Aqila ke dalam pangkuan Randy.
"Mau kemana emangnya," tanya Randy ketika melihat Nessa berjalan menuju ke arah dapur.
Randy pun menyusul Nessa ke dapur dan memperhatikan apa yang sedang Nessa Lakukan. Ternyata Nessa mengambil sepotong cake kecil dan memindahkan nya ke sebuah piring kecil.
"Buat siapa itu??! tanya Randy kepada Nessa yang sudah membawa sebuah piring kecil yang berisikan cake tadi.
"Buat dd Aqila lah, dia kan lapar," ujar Nessa sambil menggendong Aqila kembali.
"Apa kamu sudah gila???," ujar Randy yang terlihat emosi. Randy berpikir Nessa sedang menguji dirinya saat ini.
"Dia butuh...A...*...*," jawab Randy yang mulai melihat bagian yang menghasilkan A...*...*...
yang berada pada tubuh Nessa.
"Mana Bisa...
Nessa tak mungkin bisa memberikan nya karena dia belum pernah melahirkan seorang anak.
"Kenapa tidak bisa???
Randy tak mengerti dengan jawaban Nessa yang seolah sedang bermain teka-teki dengannya.
"Ya... pokoknya tidak bisa," Nessa tetap dalam pendiriannya.
Nessa bukannya seorang ibu yang tega melihat anaknya kelaparan, tapi ya... Nessa hanya berharap ibu sebenarnya sekarang datang dan menolong Aqila.
"Assalamualaikum...
Di saat Nessa kebingungan, ada tamu yang mengucapkan salam, Nessa pun ke depan dan melihat siapa yang datang.
__ADS_1
"Waaalaikumussalam...
"Bibiiiiiiii....iiiih," gerutu Nessa dan melihat semua orang yang datang bersama bibinya.
Ternyata tamu itu adalah keluarga nya sendiri.
Bibi,paman, bunda, ayah, dan adik Nessa, semuanya lengkap tanpa ada yang tertinggal.
Melihat sang anak yang sedang menangis, bibinya langsung mengambil bayi Aqila dari pangkuan Nessa,
"Maaf ya, pasti Aqila lapar iniii," bibi langsung membawa nya ke kamar dan menutup pintunya. karena bayi Aqila sudah tidak sabar meminum A...*...*...,
Nessa merasa lega karena Aqila sudah tidak menangis lagi, kini satu hal lagi yang Nessa tunggu dari keluarga yang sangat kompak itu.
"Hallo Nessa," Pak Nirwan tahu pasti anaknya akan memberikan segudang pertanyaan untuk rencana mereka kali ini.
"Hmmmm... Hai pah," Nessa menjawab salam dari papanya dengan tatapan matanya yang tajam,
Nessa melirik keluarga nya secara bergantian, Nessa menyadari adanya udang di balik rempeyek, di balik semua kejadian yang di alaminya sepanjang hari.
"Iniiii pastiiii rencana kalian kan, hayo ngaku," Nessa menghampiri adik laki-laki nya yang sedikit salah tingkah,
"isssh kakak ini, rencana apa maksud kakak," jawab adiknya pura-pura tidak mengerti dengan maksud kakaknya.
"Kita tuh tadiii.... hmmmm," adik Nessa mencoba mencari alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan kakaknya.
"Tadiiii...?! Apa deeek...?! Nessa penasaran alasan apa yang akan di lontarkan adiknya kali ini.
"Hmmmm tadi adaa... karnaval yang lewat, iya kan bunda" jawab adik Nessa sambil meminta persetujuan dari bunda,
Bunda hanya mengangguk kan kepalanya dan tersenyum kepada Nessa,
Randy baru mengerti kenapa Nessa tidak bisa memberikan A...*...*... kepada bayi Aqila, karena ternyata Nessa bukanlah ibu kandung dari sang bayi yang di gendongnya.
Pak Faisal hanya tersenyum melihat tingkah laku Randy yang tampak kebingungan. dan menyimak perdebatan antara satu keluarga itu.
Randy melihat papanya yang masih berdiri di luar dan ikut menyaksikan adik kakak yang sedang berdiskusi.
Randy pun menghampiri papanya dan bertanya langsung tentang siapa gadis yang sudah bersama nya sepanjang hari ini.
"Pah... sepertinya papa ingin bicara sesuatu," Randy langsung to the points, ini pasti bagian dari rencana papanya juga, mencari jodoh untuk Randy dan secepatnya menikah.
"Siapa Nessa sebenarnya, apa dia belum menikah dan punya anak???
Satu pertanyaan sudah meluncur dengan mulus, dan Randy bersiap mendapatkan jawaban dari papa nya.
"Nessa itu adalah calon mu," jawab pak Faisal secara singkat.
__ADS_1
"Calooon???...
Happy reading 😍