MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB.25


__ADS_3

Happy reading 😍


"Kalau begituuu, kupanggil mas ya," ucap Nessa dengan tersenyum ke arahnya.


Yoga terdiam, Nessa begitu manis di matanya, apalagi saat tersenyum seperti ini, bahkan saat ini dirinya seakan lupa bila Nessa sudah menikah.


"Btw, kenapa kamu keluar malam-malam begini?! Yoga mencoba mengalihkan pembicaraannya. karena hatinya sudah berbunga-bunga.


"Cari udara segar saja," jawab Nessa asal bicara, Nessa tidak mungkin menceritakan masalahnya kepada Yoga, wajahnya yang tadi ceria,kini kembali redup. ingatan tentang perselingkuhan suaminya yang dia tutupi dari semua orang kembali mengusik pikiran nya dan merusak moodnya.


"Ness, sampai kapan kamu menyimpan beban itu sendirian, ku mohon biarkan aku masuk, dan aku akan menghancurkan beban itu hingga menjadi butiran butiran debu," batin Yoga yang merasa sangat kasihan dengan Ruby kecilnya.


Tak terasa Nessa menghabiskan harum manis bersama Yoga di taman dan duduk bersama, selayaknya pasangan romantis, di selingi canda gurau menambah kesan romantis yang mereka ciptakan.


"Waaah, kalian pasti pengantin baru ya, romantis banget, sampe saling suap gitu," tegur seorang pengguna jalan yang ikut menjadi saksi keromantisan keduanya.


"Pe.... pengantin baru???


Nessa tidak mengerti kenapa orang itu beranggapan demikian, menurutnya dia dan Yoga mengobrol biasa saja selayaknya teman biasa, tidak ada romantis nya sama sekali.


Namun berbeda dengan Yoga yang malah tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh orang itu,


"Andai saja kamu memang jadi istriku Ruby,"batin Yoga, Andai saja waktu bisa kuulang kembali, aku akan mengajakmu mengarungi dunia Ruby, hingga kita benar-benar bersatu," Yoga hanya mampu berbicara dengan hatinya.


Tak sampai di situ, belum sempat Nessa mengklarifikasi, orang itu malah memotret keduanya lewat ponselnya dan tersenyum kembali.


"Lihat kan... Cocok sekali bukan," ucapnya saat menunjukkan Foto dadakan dirinya dan Yoga.


"I...iya siih tap...tapiiii....


Nessa tidak bisa membohongi dirinya, hasil fotonya memang bagus, bahkan orang lain pun akan mengira kalau Yoga adalah pasangan nya.


Nessa memperhatikan Foto Yoga, dia baru menyadari akan sesuatu hal yang tidak pernah dia sadari sebelumnya. ada sesuatu yang begitu familiar di dalam diri Yoga. namun Nessa belum bisa mengingat dengan benar tentang hal ini.


"Ehm mba boleh gak fotonya kirim ke aku," ucap Nessa dengan sedikit merasa canggung. Nessa hanya ingin memastikan sesuatu saja.


"Boleh donk mba, saya kirim ya," ucapnya, setelah mendapatkan no Nessa, dia pun langsung mengirimkan foto tersebut lalu pamit pulang.

__ADS_1


Nessa masih saja memperhatikan dirinya dan Yoga, meski dia lebih fokus ke foto Yoga di situ, Sedangkan Yoga hanya memperhatikan tingkah Nessa saja.


"Ehm, mas Yoga ini, kok mirip seseorang ya," ucap Nessa setelah sekian lama memandang ponsel nya.


"Mirip siapa emangnya??? ucap Yoga, apa Nessa kini sudah mengingat tentang masa kecilnya itu. masa di mana hanya ada canda tawa di tengah mereka. masa di mana dua insan manusia bertukar janji. janji yang sampai kini masih di ingat oleh Yoga. Dan belum sempat terlaksana.


"Nggak jadi, lupakan...," Nessa melangkahkan kakinya meninggalkan Yoga yang sedikit kecewa dengan jawaban Nessa yang tidak sesuai harapan nya.


"Dasaaaar Rubbbbyyy," batinnya. Yoga pun mengikuti langkah Nessa tanpa berbicara sepatah kata pun.


"Apa kita pulang sekarang?! tanya Yoga kepada Nessa yang masih terus berjalan.


"Tapi gue malas pulang," ucap Nessa yang tiba-tiba berhenti, hampir saja Yoga menabrak tubuh Nessa.


"Terus mau kemana?! Yoga penasaran dengan tingkah Nessa yang tidak mau pulang, sepertinya Nessa sedang menghindari sesuatu.


"Entahlah...," Nessa juga tidak tahu harus kemana malam-malam begini.


"Sudah jangan aneh-aneh, kita pulang saja,nanti suamimu cariin lagi," ucap Yoga sambil menggoda Nessa.


"Kenapa aku merasa nyaman ya sama dia, rasanya mas Yoga ini sangat familiar, tapi aku nggak ingat siapa dia," batin Nessa, Nessa menatap Yoga dengan tatapan seribu pertanyaan.


Yoga senang sekali karena Nessa menggandeng tangannya seperti dulu, saat Ruby kecil dan dirinya pulang bersama.


PAGI HARI...


"Pagiii bunda...


"Pagi Ayaaah...


Nessa menghampiri orang tuanya dan memeluknya saat keduanya melihat dirinya yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Pagii sayang," ucap bunda dan Ayah dengan beriringan.


"Weeeeh anak ayah pagi-pagi sudah masak, apa kamu tidak lelah nak, ingat kamu ini lagi hamil sekarang," ucap Pak Nirwan saat melihat meja makan yang sudah penuh di jadi berbagai menu sarapan pagi ini.


Beberapa sandwich sudah tersedia di piring dengan rapi, di temani segelas susu hangat dan juga terdapat beberapa buah-buahan dan beberapa selai yang selalu tersedia di meja makan.

__ADS_1


"Justru Nessa itu harus banyak bergerak yah, agar Nessa dan bayi Nessa juga sehat,"ucap Nessa, tangannya dengan lihai mengisi gelas kosong dengan susu hangat untuk Ayahnya.


"Terima kasih sayang," pak Nirwan begitu senang karena ada Nessa di rumah ini.


"Sama-sama ayah, dan iniii... untuk bunda tersayang," kini giliran bunda yang mendapatkan sarapan.


"Terima kasih sayang," bunda menerimanya dengan senang hati.


"Mana Randy suamimu Ness," tanya bunda, dilihatnya kamar Nessa yang masih tertutup rapat.


"Hmmm, masih tidur bunda," jawab Nessa dengan singkat, sebenarnya Nessa pun tidak tahu apakah suaminya itu masih ada di dalam kamar atau tidak, karena semalam Nessa enggan kembali ke kamarnya sendiri, Nessa memutuskan untuk tidur di kamar tamu saja


"Ya sudah, biarkan saja dulu, mungkin dia merasa lelah karena lembur ," ucap bunda sambil memakan sarapan pagi.


Nessa tidak menjawab perkataan bunda, saat ini dia hanya ingin menenangkan hatinya yang sudah terluka. Andai saja dirinya tidak hamil saat ini, mungkin pernikahan mereka sudah di ambang batas perceraian.


"Selamat pagi semuanya," Yoga menghampiri semua orang dengan berpakaian rapi. tidak lupa jas hitam kesukaan nya selalu menemani hari-hari sibuknya.


"Pagi nak Yoga," ucap Ayah dan bunda secara bergantian.


"Pagi mas, apa kau akan bekerja hari ini," tanya Nessa saat melihat penampilan Yoga pagi ini.


"Tentu saja aku harus bekerja kan," jawab Yoga dengan tersenyum kecil. dia pun di sebelah Nessa yang masih asyik dengan sarapan nya.


"Iya nak, dia akan membantu kamu di kantor nanti," jelas pak Nirwan dengan santai nya. tanpa memberitahu Nessa, Pak Nirwan meminta Yoga untuk membantu mengurus perusahaan karena kondisi Nessa yang kini tengah berbadan dua, Pak Nirwan tidak mau anaknya nanti kelelahan mengurus perusahaan sendirian.


"Uhuuk...," Nessa tersedak sandwich yang masih dia kunyah, di ambilnya susu hangat di sebelahnya dan langsung di minumnya pelan-pelan.


"Apa yang ayah katakan tadi...


Nessa bertanya ulang, mungkin saja kini pendengaran nya ikut bermasalah.


"Aku akan menjadi asisten mu," jawab Yoga dengan tersenyum.


"Hiish.... Ayah kau iniiii....


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2