MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB.18


__ADS_3

Happy reading 😍


"Halooo... permisiiiii," Nessa langsung mengetuk pintunya.


KRIEEEEEK


Pintu pun terbuka secara perlahan membuat jantung Nessa bergerak lebih cepat.


"Masuk," perintah orang itu, yang memakai masker dan juga kaca mata hitam, baju tebal berkerudung hitam membuat dirinya semakin tersamarkan dari luar.


Nessa hanya terdiam saja, kini rasa takut mulai melanda dirinya, tekadnya pun semakin menciut melihat isi rumah tua yang benar benar tidak layak di tempati.


"Apa yang kamu inginkan," ucap seseorang dengan suaranya yang serak, pakaian serba hitam dan juga kacamata dan masker yang senada menjadi ciri khas orang yang ada di hadapannya kini.


"Saya ingiin hmmm, tapi sepertinya saya tidak jadi untuk...


"Siapapun yang sudah datang, tidak bisa kembali begitu saja, hehehe," orang itu langsung menahan tangan Nessa dan tersenyum dengan senyuman yang menakutkan di mata Nessa.


GLEK


Nessa menelan salivanya, keringat dingin mulai membanjiri seluruh tubuhnya karena rasa takut yang tiada tara, apa yang akan orang itu lakukan kepada nya. mungkin inilah hukuman baginya karena sudah berniat tidak baik untuk buah hatinya sendiri bahkan tidak menginginkan kelahiran nya ke dunia karena perbuatan Ayahnya kepada Nessa sang calon ibunya kelak.


"To...tolong lepaskan saya, sa...saya akan memberikan imbalan yang cukup besar untuk anda," ucap Nessa yang mencoba melepaskan tangannya dari genggaman orang misterius yang berada di hadapannya, namun percuma saja, tangannya tidak bisa terlepas karena di genggam dengan sangat kuat sampai Nessa benar-benar menahan rasa sakit di tangannya.


"Hahahaha, siapa pun yang datang ke tempat ini, dia tidak akan pernah kembali," orang misterius itu tidak tergiur dengan apa yang akan Nessa berikan. dia hanya menginginkan Nessa saja dan tidak bisa di tukar dengan apapun.


"Apa mau kamu, please lepaskan saya, tolong...tolooong," Nessa terus memberontak meski tangannya benar-benar merasakan sakit, Nessa pun mencoba berteriak meminta tolong, semoga saja ada orang yang mendengar teriakannya di luar sana.


"Hahaha, teriak saja sekencang mungkin, sampai suaramu habis sekalipun tidak akan ada yang mendengar suaramu," ancamnya, tempat ini memang berada di tengah hutan, mana mungkin akan ada orang yang lewat, bahkan hewan pun jarang sekali untuk berkeliaran di sekitar rumah tua bekas penjajahan Belanda zaman dahulu.

__ADS_1


Nessa semakin melemah, percuma saja teriak, tempat ini benar-benar tidak ada orang satu pun, Nessa tidak tahu harus bagaimana sekarang, apa yang akan terjadi dengan dirinya, sepertinya orang yang berada di hadapannya tidak akan pernah melepaskan dirinya, itu artinya dirinya benar-benar dalam bahaya saat ini.


POK...POK...POK...


"Akhirnya setelah sekian lama, ada juga mangsa yang datang sendiri ke markas kita, hahaha," Seseorang muncul tiba-tiba di balik pintu dan menatap Nessa dengan tatapan matanya yang tajam seolah siap menerkam mangsanya.


"Tolooong lepaskan saya, saya akan memberikan apapun yang kalian minta," Nessa berharap mereka bisa di ajak kerjasama dan mau melepaskan dirinya. namun sepertinya percuma saja, kedua orang itu tidak bergeming sedikitpun mendengar permohonan Nessa.


"Apapun katamu," ucap salah satu dari mereka yang baru saja datang dari balik pintu yang sudah usang.


"I...iya apapun," Nessa begitu gugup kali ini, entahlah apa hari esok, dia masih bisa melihat matahari terbit atau tidak. rasa takut kembali menguasai jiwanya, seakan dirinya sedang berhadapan dengan malaikat maut sang pencabut nyawa.


"Tapi sayangnya, aku tidak membutuhkan apapun," ucap orang itu sambil berjalan sedikit lebih dekat dan mulai memperhatikan Nessa dari bawah kaki sampai ke atas pucuk kepala nya.


"Lalu apa yang ka... kalian butuhkan? Nessa mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang mereka inginkan dari Nessa saat ini.


GLEEEK


Nessa benar-benar kehilangan keberanian nya, dan mulai berpikir hal apa yang akan terjadi pada dirinya. ini semua karena tindakan bodohnya untuk membuang bayi dalam perutnya, sehingga dia terjebak oleh kelakuannya sendiri.


"Toooloong lepaskan saya" Nessa mencoba lagi memohon agar dirinya bisa di lepaskan, sungguh kaki dan tangannya sudah mati rasa saat ini,


"Aku menginginkan tubuhmu, aku membutuhkan semua orang yang ada di dalam nya termasuk janin yang ada di dalam perut mu," bisik pria itu yang sudah sangat dekat dan mengelus pipi Nessa dengan tangannya yang memakai sarung tangan karet.


"Ya Tuhan, apa mereka akan membunuhku dan mengambil semua organ tubuh, tolong selamatkan aku Tuhan," batinnya, tak terbayang bila dirinya akan berada di dalam berita sebagai korban mutilasi dan pembunuhan.


"Tubuhmu sangat sempurna, yang ada di setiap inci tubuhmu sangat berharga, hahaha," pria itu memasukkan tangannya ke dalam saku dan mengeluarkan sebilah pisau kecil dan mulai menimang pisau itu dengan melihat ke arah Nessa dan menunjukkan betapa tajamnya pisau itu.


Nessa benar-benar ketakutan saat ini dan tidak mampu berbicara lagi, Nessa memejamkan matanya saat pisau itu akan menyentuh pipinya yang mulus.

__ADS_1


BRAAAAAK


"ANGKAT TANGAN"...


Sebuah pistol sudah berada tepat di atas kepala pria berjubah hitam yang mengunci tangan Nessa, otomatis orang itu langsung melepaskan Nessa dan langsung di bekuk oleh polisi yang tadi menodongkan pistol ke arahnya. sedangkan yang satunya pun bernasib sama, pisau yang tadi hampir saja menusuk kulit Nessa, sudah di amankan oleh pak polisi yang lainnya.


"Polisi???" Nessa heran bagaimana bisa ada pak polisi yang datang dan menyelamatkan nyawanya, padahal tidak ada yang tahu dirinya pergi ke tempat ini selain pak supir taxi online yang mengantarkan dirinya.


"Anda baik-baik saja," Ucap salah satu polisi yang sudah mengamankan para penjahat yang hampir saja melukai Nessa.


"Sa...sayaaa baik-baik saja pak," Nessa tersadar dalam lamunannya, Alhamdulillah dia masih bisa menghirup udara segar sampai detik ini.


"Syukurlah kalau anda baik-baik saja, sebaiknya kita tinggalkan tempat ini," ucap pak polisi dengan melihat tempat sekitar dan memfoto tempat itu.


"Iya pak, terima kasih banyak karena sudah menolong saya," ucap Nessa, ini mujizat bagi nya, siapapun yang sudah menolong nya kalau ini, sungguh dia sudah berhutang nyawa kepada nya.


Nessa pun keluar dari tempat terkutuk itu dengan para polisi yang mengawalnya, setelah berhasil keluar, Nessa duduk di atas bangku yang sudah lapuk, sungguh kakinya masih terasa lemas saat ini.


"Minum dulu mbak," seorang polisi memberikan sebotol air mineral untuk menenangkan Nessa yang pastinya masih shock atas kejadian yang baru saja dia alami.


"Terima kasih pak," Nessa mengambilnya dengan senang hati dan menghabiskan isi air di dalam nya.


"Bagaimana pak polisi bisa mengetahui keberadaan saya dan tahu kalau saya dalam bahaya," Nessa langsung bertanya karena sungguh tidak masuk akal baginya bila pak polisi hanya sekedar lewat ke tempat ini.


"Ada yang memberi laporan kepada kami mba," ucap salah satu pak polisi.


"Laporan???


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2