
Happy reading 😍
" Ruby tenggelam Bu, di sungai sana," ucap salah satu warga yang menjadi saksi ditemukan nya Ruby yang terbawa aliran arus sungai yang cukup deras.
"Apa... bagaimana bisa," bunda sangat shock mendengar Ruby yang tenggelam di sungai, setahu bunda Ruby tidak pernah main sampai sejauh itu.
"Antarkan saya ke sana ya Bu," bunda pun menaiki motor yang di bawa oleh warga yang memberikan kabar tersebut.
"Iya bu, saya antarkan," mereka pun langsung menuju lokasi yang tidak terlalu jauh dari lokasi rumah Ruby.
"Mana anak saya," Bunda langsung masuk ke ruangan UGD, di mana Ruby sedang terbaring lemah, kepalanya pun di perban dan terdapat beberapa luka goresan di tubuh mungil nya.
"Astaghfirullah, Rubyyyy....," bunda memeluk Ruby dengan hati-hati, air matanya mengalir melihat Ruby kecilnya kini tidak sadarkan diri.
"Apa yang terjadi dengan putri saya dok?! bunda langsung bertanya kepada dokter yang memeriksa keadaan Rubby.
"Hmm, Rubby mengalami benturan yang cukup keras di area kepalanya, dan ini berakibat Rubby akan mengalami amnesia secara permanen, yang artinya semua memori masa lalunya akan terhapus," jelas Dokter yang dengan berat hati mengatakan nya. namun itu sudah tugas nya, sepahit apapun kenyataan, tidak boleh di sembunyikan.
"Ti...tidak mungkin dok," Bunda merasakan sesak di dada nya mendengar apa yang baru saja dokter jelaskan.
"Ibu harap bersabar, kalau begitu saya permisi," dokter pun berlalu karena masih ada satu orang lagi yang harus dia periksa.
"Bunda, bagaimana keadaan putri kita," Pak Nirwan datang dengan tergesa-gesa setelah mendengar kabar dari orang rumah yang mengetahui kepergian bunda secara mendadak.
Bunda hanya terdiam saja, lidahnya terasa kelu untuk berbicara saat ini, bunda mendengar bila dokter akan memeriksa pasien satu lagi, itu artinya Rubby tidak sendirian, dia pergi ke sungai bersama seseorang, bunda semakin penasaran dengan siapa Rubby pergi ke sungai, tidak ingin menerka saja, bunda pun langsung pergi menuju kamar sebelah dimana dia adalah orang yang sudah membawa Rubby pergi dari rumah nya.
Pak Nirwan membiarkan bunda keluar dari ruangan putrinya sedangkan pak Nirwan sendiri tetap menunggu, di elusnya rambut sang putri, dirinya tidak menyangka bila putrinya yang penurut akan mendapatkan musibah seperti ini.
"Di mana anak saya Riyu suster," tiba-tiba seorang ibu menanyakan keberadaan seseorang kepada suster yang baru saja melewati ibu itu.
"Anda siapa nya pasien?! tanya suster itu.
"Saya ibunya Sus, ayo cepat tunjukan di mana ruangan anak saya," jelas ibunya Riyu dengan sedikit geram karena suster itu malah memperlambat dirinya untuk berjumpa dengan anaknya.
__ADS_1
"Baik bu, ikut saya," Suster itu tersenyum lalu berjalan dengan cepat ke ruangan di mana Riyu berada saat ini.
Di ruangan yang bersebelahan dengan Ruby terbaring seorang anak yang juga tidak sadarkan diri namun keadaan nya lebih baik dari pada Ruby, Riyu hanya terbawa arus sungai yang memang deras bagii seorang anak kecil.
"Riyuuuu...,"Seorang ibu yang datang dengan tergesa-gesa langsung memeluk Riyu yang juga tidak sadarkan diri.
"Ibu tenang dulu, dia baik-baik saja, sebentar lagi pasti akan tersadar begitu pengaruh obat habis," terang dokter yang mencoba memberikan penjelasan tentang keadaan pasien nya.
"Iya dok, terima kasih," ibunda Riyu begitu senang melihat keadaan Riyuuu yang baik-baik saja.
"Kalau begitu saya permisi," dokter pun berlalu, namun seiring dengan kepergian dokter datang seorang perempuan muda yang kini menatap Ibunda Riyu dengan tajam.
"Anda ini mama Ruby kan," ucap ibunda Riyu dengan tersenyum, Riyu pernah berkata kepada dirinya dia mempunyai pacar, namun ibunda Riyu hanya menganggap apa yang di katakan anak kecil bukanlah hal sebenarnya.
"Ya, saya mamanya Ruby," jawab bunda dengan sedikit tersenyum, bunda melihat seorang anak yang masih belum sadarkan diri sama seperti Ruby saat ini.
"Dia baik-baik saja, tapi anak saya terluka parah bahkan dia divonis alami amnesia, dan entah sampai kapan," ucap bunda, tak terasa air mata kembali mengalir mengingat apa yang di ucapkan oleh dokter.
"Astaghfirullah... apa yang aku lakukan," batin bunda ketika bunda sadar bahwa musibah datang dari Maha Pencipta.
"Saya yang minta maaf, sudah bersikap seperti ini," ujar bunda dengan tersenyum, kini bunda mencoba menerima kenyataan bahwa anaknya tidak akan mengingat dirinya dan keluarganya.
"Saya berharap kita bisa berteman," ibunda Riyu mengulurkan tangannya tanda bahwa dirinya mau menjadi teman bunda Ruby.
"Ya, tentu saja," bunda dengan senang hati menyambut baik pertemanan mereka.
"Kalau begitu saya permisi, saya harus menjaga anak saya Ruby," ucap bunda, bunda teringat ada suaminya yang sudah dia tinggalkan sendirian di ruangan Ruby.
"Iya, sampaikan salam saya kepada Ruby," ucapnya.
"Ya...
Bunda pun langsung meninggalkan ruangan itu, bunda berharap saat dia tiba, Ruby sudah terbangun dan mengingat dirinya. namun. harapan bunda belum terwujud, ruangan yang di tempati oleh Ruby sepi, tidak ada suara, dan begitu tenang. Ayah Nirwan sedang duduk di kursi tunggu sambil melihat Handphone nya.
__ADS_1
"Assalamualaikum," bunda masuk dengan hati-hati, dirinya tidak mau suaminya kaget akan kedatangan nya.
"Waaalaikumussalam Bun," Pak Nirwan pun langsung berdiri dan memasukkan handphone nya ke dalam saku bajunya.
"Bunda dari mana, dan kenapa begitu lama," tanya Pak Nirwan dengan pelan, karena dirinya takut menganggu para pasien yang sedang istirahat.
"Bunda mencari teman Ruby yah," terang bunda, di sandarkan tubuhnya yang terlihat lelah di atas kursi.
"Teman Ruby???
"Apa anak kita mempunyai teman???
Pak Nirwan tidak tahu bila anak. perempuan nya yang jarang sekali bermain di lingkungan rumah karena kegiatan sekolah yang padat, ternyata mempunyai teman tanpa di ketahui oleh bunda dan dirinya sebagai orang tua. bahkan dirinya belum pernah bertemu dengan teman Ruby itu.
"Ya ayah, sepertinya dia baru saja pindah ke lingkungan kita lalu berteman dengan anak kita Ruby" jelas bunda.
"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan, sebaiknya bunda Istirahat saja, biar ayah yang menjaga Ruby," pak Nirwan melihat istrinya yang begitu kelelahan, ada raut kesedihan di wajah nya kala mengingat Ruby yang masih tidak sadarkan diri.
"Ibuuu...
Seorang anak tersadar dan memanggil ibunya yang tertidur di sampingnya.
"Riyuuu, kamu sudah sadar nak?! ibunda Riyu sangat senang melihat anaknya sudah sadar dan bisa membuka matanya kembali.
"Ruby....Ruby....
Riyu malah teringat dengan Ruby, entah apa yang terjadi dengan Ruby nya, dia tidak ingat sama sekali.
"Ibuuu Ruby ku mana buuu," Riyu mencoba bangkit dari tempat tidur, namun kepalanya langsung merasa pusing saat dia berusaha bangkit. tubuhnya masih sangat lemah kali ini.
'Tenanglah Riyuuu....
Happy reading 😍
__ADS_1