MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB.61


__ADS_3

Happy reading 😍


"Dia...ini pasti ulah diaaaa...


Yuri menunjuk ke arah Nessa dengan tatapan tajam yang seakan siap menyerang Nessa.


"Dia pasti menjebak ku....," Yuri kini mulai mengkambinghitamkan Nessa. namun Nessa hanya tersenyum lalu menggenggam erat tangan Yoga.


"Aku.... menjebakmu???


"Atas dasar apa aku melakukan nya? Nessa tetap saja tersenyum saat Yuri menatap dirinya dengan penuh kebencian.


"Dasar kau... kurang ajar," Yuri mengayunkan tangannya ke arah wajah Nessa yang jelas terpampang di depan nya.Yuri hendak memukul Nessa dengan tangannya.


Tapi....


TAP


Yoga sudah menahan pergelangan tangan Yuri dengan cepat, tidak semudah itu, Yoga tidak akan. membiarkan Nessa terluka di samping nya.


"Jangan pernah berpikir untuk menyakiti Ruby, kamu tahu apa bisa kulakukan bukan," Yoga menatap Yuri dengan tatapan dingin. setelah itu Yoga melepaskan tangannya dengan kasar.


"Cukup...


"Kami tidak ada waktu melihat drama murahan semacam ini. ayo sayang kita pergi dari sini" Pak Nirwan mengajak Nessa dan yang lainnya untuk pergi dari sana. Namun tanpa disadari Randy menghampiri Yoga dan...


BUUUGH


Yoga mundur beberapa langkah setelah mendapat bogem mentah dari Randy.


"Ah.... Riyuuu....


Nessa terkejut saat Yoga mendapatkan serangan dadakan dari Randy.


PAAAK


Kini Nessa memukul Randy yang sudah berani memukul Riyunya.


"Ness...aku masih cinta sama kamu, ku mohon kembalilah, kita bangun rumah tangga kita dari awal, kumohon tinggalkan dia," Randy menggenggam tangan Nessa dengan erat sehingga membuat Nessa sulit untuk berontak.


"Lepaskan maaas," Nessa masih saja berusaha melepaskan diri.


BUGH...


BUGH...


BUGH...


Satu pukulan mendarat di pipi kanan Randy, dan satu pukulan lagi mendarat di pipi kirinya, tidak hanya itu, satu pukulan lagi mendarat tepat di perutnya membuat Randy benar-benar terjatuh tersungkur dan tidak bisa bangkit lagi.


"Kamu tidak apa-apa Ruby? kedua tangan Yoga mengelus wajah Nessa dengan lembut. dirinya begitu khawatir saat Randy tiba-tiba menggenggam tangan Nessa. seharusnya dia menggagalkan rencana Randy dari awal, mungkin saja hal ini tidak akan pernah terjadi.

__ADS_1


FLASH BACK


"Apa ini Riyuuu?!


Nessa melihat ada sesuatu yang sedang digenggam oleh Yoga. Sebuah benda kecil berwarna hitam, sebuah flash disk yang kini menyimpan sebuah data penting yang bisa menjadi barang bukti suatu hal.


"Ini adalah bukti kejahatan," ucap Yoga dengan tersenyum.


"Kejahatan?!


Nessa kini duduk di samping Yoga saat flash disk di masukkan ke dalam komputer, tak berapa lama layar komputer menyala dengan sempurna. Nessa memperhatikan sebuah video tentang pertemuan seseorang di sebuah cafe dan sepertinya mereka adalah orang yang sangat Nessa kenal. dan kini mereka menjadi peran utama dalam video tersebut.


Nessa dan Yoga fokus mendengarkan percakapan kedua orang itu. dan ternyata itu ada hubungannya dengan dirinya dan juga Yoga


*Percakapan di dalam video*


"Mana barangnya?"tanya Yuri kepada Randy.


"Ini... hati-hati jangan sampai ketahuan," ucap Randy dengan menyerahkan bungkusan kecil kepada Yuri.


"Ya, gue tahu... malam ini kan," Yuri tersenyum , akhirnya malam ini Yoga bisa menjadi miliknya seutuhnya.


"Gue... cabut...," Randy langsung bergegas pergi,di susul oleh Yuri. mobil hitam milik Randy pun meluncur pergi meninggalkan tempat itu.


*Percakapan selesai*


Setelah mendengar semuanya, Yoga pun mematikan video itu lalu menatap kearah Nessa yang masih terdiam.


"Barang apa yang di berikan Randy itu Riyu?! tanya Nessa dengan wajah seperti orang yang sedang berpikir.


"Kamu yakin tidak tahu apa itu Ruby?! tanya Yoga heran, seharusnya Nessa lebih mengetahui obat semacam itu. karena sering digunakan oleh pasangan pasutri.


"Engga Riyuuu," Nessa tidak tahu apa yang sudah diberikan oleh Randy kepada Yuri.


"Itu adalah obaat ehem, dan berbahaya bagi ku bila sampai terminum," jawab Yoga dengan menatap Nessa.


"Berbahaya???


"Apa itu sejenis obat-obatan terlarang?! tanya Nessa kepada Yoga dengan mimik muka serius.


"Bukan itu... mungkin lebih ke semacam pemicu gairah berlebihan," terang Yoga dengan tersenyum.


"Gairah seperti apa?!


Nessa mendekat lebih dekat hingga kini wajah nya begitu dekat dengan Yoga, sedangkan Yoga hanya terdiam sambil menikmati keindahan yang TUHAN ciptakan ini. Yoga membiarkan Nessa melakukan hal yang dia inginkan


"Ruby... jangan suka mengusik singa yang sedang tertidur, bisik Yoga ditelinga Nessa.


"Memangnya kenapa?


Nessa semakin mendekatkan wajahnya dengan wajahnya Yoga. Nessa maupun Yoga kini bisa merasakan hembusan nafasnya masing-masing.

__ADS_1


Dalam hitungan detik, dua sejoli sedang menautkan dan menyatukan hembusan nafasnya dan bertukar oksigen, saling membutuhkan, saling melengkapi, semua menjadi satu. cukup lama keduanya terpicu gairah meski tidak meminum obat yang di berikan oleh Randy.


Sampai....


TING... TONG


Nessa langsung melepaskan Yoga, karena memang Nessa lah yang menuntun pria di sampingnya untuk melakukan nya. Yoga hanya tersenyum saat melihat Nessa yang salah tingkah saat mendengar suara bel di luar sana.


"Riyuu... itu ada taamu," ucap Nessa dengan kembali duduk di samping Yoga.


"Bukan Tamu," ucap Yoga saat dia mengecek cctv di layar handphone nya.


"Lalu siapa?! tanya Nessa dengan ikut melihat ke handphone Yoga.


"PAPA...


"Papa mau apa ke sini siih," protes Nessa,


"Aku sudah janjian sama papa," ucap Yoga dengan tersenyum.


"Janjian???


"Kalian punya rencana ya, hmmm," Nessa kini tidak mengetahui apa yang akan Yoga dan papanya rencana kan.


"Heem, ini rahasia Ruby...," jelas Yoga saat tahu pasti kalau kini Nessa pasti tengah ngambek karena tidak dilibatkan oleh nya dalam rencananya kali ini.


Yoga berdiri dan membuka pintunya saat sang papa sudah berdiri di depan pintu kamar Yoga. pak Nirwan memeluk calon menantunya itu dengan tersenyum. pak Nirwan pun masuk saat Yoga sudah mengizinkan nya.


"Sayang, sedang apa kamu di sini nak," tanya pak Nirwan saat melihat Nessa yang ada di dalam kamar Yoga.


"Emang kenapa sih pah, Nessa kan boleh ke sini kapanpun yang Nessa mau," ucap Nessa dengan cemberut karena papanya seakan tidak suka dengan keberadaan nya.


"Hahaha... kamuuu ini, berbahaya kalau kalian hanya berduaan saja," ucap pak Nirwan dengan tersenyum dan melirik ke arah Yoga.


"Benar kan Riyuuu" tanya pak Nirwan kepada Yoga yang kini hanya bisa tersenyum dan mengangguk saja.


"Heeem, Nessa tau lah pah, bisa tahan godaan kok," ucap Nessa dengan mencoba traveling tentang dirinya dan Yoga yang melakukan itu, saling menghangatkan tentunya.


"Yakin kalian bisa tahan dengan godaan hmmm," pak Nirwan kini bertanya balik, dia ingin tahu apa Nessa anaknya tetap yakin dengan apa yang dia ucapkan.


"Uhuk...uhukk...


Yoga terbatuk, lalu melihat Nessa dan tersenyum kepada nya.


"Iih apaaa siih Riyuuu.....


Wajah Nessa semu merah saat Yoga menatap dirinya terus.


"Tuh liat... kamu gagal menahan godaan itu nak hahaha," pak Nirwan tertawa melihat keduanya yang kini tampak malu di hadapan nya.


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2