
Happy reading 😍
Semenjak Selvy datang ke pesta semalam, dia jadi sering mampir ke rumah Nessa saat Nessa sendirian di rumah, tanpa sepengetahuan suaminya Randy. karena Randy sudah berangkat bekerja pada saat Selvy mengunjungi Nessa. Nessa merasa senang akan kehadiran Selvy yang bisa menemani nya di rumah saat suaminya bekerja dan tidak ada di rumah.
"Nes, terima kasih ya, kamu sudah ngizinin aku buat nemenin kamu," ucap Selvy sambil membantu Nessa menyirami bunga mawar yang tumbuh subur di belakang rumahnya.
"Sama-sama Sel, malahan aku tuh senang kamu ada di sini, jadi aku ada temen buat ngobrol," ucap Nessa sambil tersenyum.
"Nes, aku buatin kamu minum ya," Selvy menawarkan dirinya untuk membuatkan Nessa minuman.
"Ga usah Seeel, nanti aku bisa buat sendiri kok," Nessa merasa tidak enak kepada Selvy.
karena Selvy adalah tamunya, seharusnya tuan rumah lah yang menyuguhkan minuman.
"Ngak apa-apa lagi, lagian aku kan sudah merepotkan kamu Nes," ucap Selvy yang tetap memaksa ingin membuatkan minuman untuk Nessa.
"Ya sudahh ok, klo itu memang mau kamu, terima kasih ya," Nessa akhirnya menyetujui permintaan Selvy.
"Naah gitu doonk," tunggu ya, nggak kan lama kok," ucap Selvy sambil berlalu menuju lokasi dapur.
Selvy melihat ke arah Nessa yang masih asyik menyiram tanaman nya. Selvy mengambil sesuatu di dalam kantong bajunya. sebuah serbuk putih di masukkan ke dalam gelas dan langsung mengaduknya. setelah selesai dia membawanya ke depan dan menyuguhkan nya kepada Nessa yang sedang duduk di teras,
"Ini Ness, silahkan mumpung masih hangat," Selvy memberikan satu gelas minuman yang berada di tangannya untuk Nessa dan satu lagi untuknya.
"Waaah, terima kasih lho," Nessa tersenyum dan mengambilnya, tanpa berpikir panjang,Nessa meminumnya sampai tetesan terakhir, habis tak tersisa.
Selvy tersenyum karena umpannya telah berhasil di makan buruannya.
"Nessa...Nessa, dasar Bod**," batin Selvy, tak menyangka akan semudah ini menjalankan rencananya yang sudah dia atur semenjak Randy menginginkan hubungannya dengan dirinya berakhir.
"Neeess, aku harus pergi niiih," Selvy tiba-tiba berpamitan kepada Nessa saat dirinya melihat jam dari tangannya.
"Kok pergi, kenapaa,??? Nessa merasa keberatan saat Selvy akan pergi meninggalkan dirinya yang akan sendirian lagi di rumahnya.
"Ada urusan yang harus aku selesaikan, nggak papa kan klo aku pergi," Selvy mencoba mencari alasan agar dirinya bisa cepat pergi sebelum obat yang dia masukkan ke dalam minuman Nessa bereaksi.
"Ok, hati-hati ya," ucap Nessa sambil menaruh gelas yang sudah kosong di atas meja.
"Pasti, kamu juga hati-hati di rumah," Selvy memeluk Nessa, setelah itu berpamitan dan benar-benar meninggalkan Nessa seorang diri.
Setelah kepergian Selvy, Nessa pun membawa dua gelas kosong bekas dirinya dan Selvy ke dapur untuk di cucinya. namun baru saja sampai dapur, tiba-tiba kepalanya mendadak pusing yang tak tertahankan. semua terasa berat dan samar-samar semua menjadi gelap.
BRUUUUK
Nessa terjatuh ke lantai, dan tak sadarkan diri, meninggalkan dua gelas yang belum sempat dia cuci.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
PRAAAANK
"Astaghfirullah...
Bunda kaget ketika piring yang sedang dipegangnya pecah berserakan jatuh ke lantai.
"Kenapa ini, aku merasa ada sesuatu yang buruk," batin Bunda,
Bunda mencoba memungut pecahan piring dan membereskan nya.
"Awwww,"
Mengalir darah segar dari jari telunjuk bunda yang terkena sisi piring yang menjadi tajam akibat terjatuh.
"Bundaaa kenapa...
"Masya Allah," Pak Nirwan kaget melihat keadaan bunda yang sedang menatap jarinya yang mengeluarkan darah, Pak Nirwan membantu bunda berdiri dan menuntunnya ke ruang utama,
"Duduk dulu bunda, biar ayah yang mengobati bunda," Pak Nirwan dengan hati-hati menuntun bunda ke sofa. setelah bunda duduk, pak Nirwan mengambil kotak P3k yang berada di samping dapur.
"Sini mana tangannya Bun," pak Nirwan meraih tangan bunda yang terluka, untung saja darahnya sudah tidak mengalir lagi, sehingga hanya perlu dibersihkan dan di tutup saja.
"Ada apa bunda, apa yang sedang bunda pikirkan," pak Nirwan mulai bertanya setelah selesai mengobati bunda.
"Bunda merasa ada firasat buruk yah, perasaan bunda tidak enak," bunda pun mengatakan apa yang bunda rasakan saat ini.
"NESSA...
Bunda langsung teringat kepada Nessa anaknya. ada firasat buruk yang membuat bunda gelisah dan langsung teringat Nessa.
"Kenapa Nessa," Pak Nirwan belum memahami apa maksud bunda, dan apa hubungannya dengan Nessa, sang anak.
"Yah, kita ke rumahnya Nessa sekarang," ucap bunda sambil menarik pak Nirwan ke luar rumah, sebelum semuanya terlambat.
pak Nirwan hanya pasrah saat di tarik oleh bunda menuju halaman rumah di mana tempat mobilnya berada saat ini.
"Ayooo yaah cepat," ucap bunda sambil membuka pintu mobil dan langsung masuk kedalam mobil.
"Iya buun sabaaar," pak Nirwan menuruti perintah bunda dan langsung melajukan kendaraannya.
Setelah Tiga puluh menit perjalanan menuju rumah Nessa, akhirnya bunda sampai di kediaman Randy dan Nessa. bunda langsung turun dan melihat sekitar rumah Nessa yang sepi. tidak dilihatnya Nessa anaknya yang biasanya berada di luar rumah pada pagi hari.
"Assalamualaikum, Neeess...," Bunda mengetuk pintu dan mengucapkan salam, namun tidak ada jawaban.
Bunda semakin gelisah, bunda mencoba membuka pintu dan...
KREEEEK
__ADS_1
"Pintu tidak di kunci," batin bunda saat berhasil membuka pintunya.
"Neeess...Nesssa....
Bunda langsung mencari Nessa, kekhawatiran nya semakin menjadi-jadi, kemana Nessa sebenarnya...
"Astaghfirullah...
"Nesssssaaaa....
Bunda terkejut saat menemukan Nessa yang tergeletak di lantai dapurnya.
"Yaaaah, Ayaaaah....
"Tolooong.....
Bunda langsung berteriak dan memanggil pak Nirwan agar bisa membantu anaknya Nessa.
"Kenapa Bun...
"Astagaaaaa, Nesssa...," Pak Nirwan pun tidak kalah kagetnya seperti bunda, Nessa pun di gendong pak Nirwan untuk di bawa ke mobil.
"Ayo yah kita ke rumah sakit," Bunda langsung memerintahkan pak Nirwan agar membawa Nessa ke rumah sakit. jangan sampai ada hal buruk yang menimpa anaknya Nessa yang sedang hamil muda.
"Hiks...hiks... kenapa jadi seperti ini nak, apa yang terjadi," bunda tak kuasa menahan tangisnya melihat kondisi Nessa yang tidak sadarkan diri.
"Sabaar bundaa, kita harus sabar dan tetap tenang ya, Nessa pasti akan baik-baik saja," Pak Nirwan mencoba terus mengingatkan bunda, meski dirinya sendiri ingin ikut menangis melihat keadaan anaknya.namun pak Nirwan mencoba tegar dan kuat agar bunda juga bisa kuat.
"Randy...
"Hubungi Randy bunda," pak Nirwan teringat suami Nessa dan segera meminta bunda Untuk menghubungi nya.
"Iya yah...
Bunda menekan nomor Randy segera...
TUUUT...TUUUT...TUUUT...
nihil tidak ada jawaban, bunda terus mencoba dan hasilnya sama saja.
"RANDYYYYY...
Pak Nirwan terlihat kesal dan marah saat ini. kemana Randy sampai tidak mengangkat telpon dari Bunda.
"Apa yang dia lakukan???
Happy reading 😍
__ADS_1