
Happy reading 😍
"Ruby... kau selalu saja membuat ku lupa akan segalanya," batin Yoga. Yoga pun menyusul Nessa dan juga bunda yang kini sudah menunggu nya.
"Setelah selesai USG, bagaimana kalau kita langsung ke KUA. hari ini Randy akan menikah bukan?! tanya Bunda kepada Nessa dan juga Riyu .
"Iya bunda" Yoga yang menjawab pertanyaan bunda. karena sepertinya Nessa enggan membahas keduanya.
Bagi Nessa ini adalah hari yang paling dia tidak suka, di mana dia harus melakukan hal yang tidak dia sukai, yang pertama adalah USG, artinya dia akan mengetahui kondisi bayinya itu, sedangkan dirinya sendiri kini tidak terlalu mengharapkan keberadaan nya. yang kedua adalah menghadiri pernikahan Randy yang masih berstatus sebagai suaminya meski kini dirinya sudah tidak tinggal bersama lagi dan akan bercerai.
"Sayang...kamu baik-baik saja" tanya bunda lalu meraih tangan Nessa yang kini terasa b sangat dingin. semenjak memasuki mobil, Nessa nampak bengong saja, tidak seperti biasanya yang terkadang suka bar-bar di hadapan bunda sekalipun.
"Baik kok bunda, hanya lagi sedikit bad mood saja bun," jawab Nessa dengan mencari berbagai macam alasan agar bunda tidak tahu kalau Nessa lagi banyak pikiran dan tidak mengkhawatirkan dirinya.
"Ya sudah kalau begitu, jalan yuk nak Yoga," perintah bunda kepada Yoga yang kini menjawab dengan anggukan kepala saja. bunda juga tidak ingin terlalu banyak bertanya yang terpenting sekarang adalah Nessa masih bisa mengendalikan emosi nya dan yang membuat bunda lega adalah Nessa tidak sendirian di fase ini, ada Yoga yang membantunya untuk bangkit dari keterpurukannya.
Tak berapa lama, mereka pun sampai di rumah sakit yang dituju. Nessa hanya tinggal menunggu sebentar saja karena pak Nirwan sudah mendaftar kan jadwal Nessa lewat online. jadi dokter Sunny sang ahli kandungan tinggal menunggu kedatangan Nessa saja.
"Ini nyonya Nessa ya," tanya seorang suster saat melihat kedatangan Nessa.
"Loh kok suster tahu nama saya?! tanya Nessa yang merasa heran dengan suster yang ada di depannya, padahal Nessa baru berjumpa dan tidak mengenal suster itu.
"Karena nyonya Nessa sudah terdaftar, jadi nyonya bisa langsung masuk ke ruangan dokter.," jawab suster tersebut dengan tersenyum.
"Ooohw begitu, baiklah suster," Nessa pun menuruti perintah dari suster tersebut namun langkah nya terhenti tiba-tiba lalu menatap Yoga dengan mata yang terlihat kebingungan
"Kenapa nak," bunda kini yang bertanya sebelum Yoga juga menanyakan hal yang sama.
__ADS_1
"Nessa sedikit gugup bunda, ehmmm Nessa boleh ya meminta di temenin," Bisiknya di telinga bunda.
"Baiklah, kalau begitu nak Yoga saja ya yang langsung temani Nessa," pinta bunda dengan tersenyum ke arah keduanya.
"Tapi bunda ini kan sangat rahasia, ma... maksudnya aku belum punya hak untuk itu Bun," Yoga merasa tidak pantas untuk menemani Nessa ke dalam sana karena dirinya dan Nessa masih belum ada ikatan resmi.
"Memangnya kenapa, lagian kamu hanya duduk saja nak, hanya menunggu sampai proses USG selesai di lakukan," jelas bunda kepada Yoga.
"Ya...ya sudah kalau begitu iya bunda," Yoga akhirnya mau juga menemani Nessa ke dalam ruangan dokter.
"Riyuu apa aku salah bila tidak menginginkan anak ini?! tanya Nessa dengan tatapan kosong,
"Apa yang kamu katakan Ruby, jangan lah menjadi seorang ibu yang membenci anaknya sendiri hanya karena perbuatan suaminya, ingat Ruby anak ini darah daging kamu, kamu harus memberikan kasih sayang kamu untuknya, bukan membencinya," Yoga mencoba memberikan sugesti positif agar Nessa juga mengerti dengan ucapan nya.
"Iya... A...akuu hanya terlalu membenci orang yang sudah membuat ku seperti ini Riyuu, di saat aku begitu mencintainya dulu," ucap Nessa dengan lirih, sebelum mengingat Yoga adalah Riyu, Nessa pernah jatuh hati kepada Randy maka dari itu dia mau menjadi istri Randy yang saat itu datang ke rumah nya untuk melamarnya.
"A...akuu tidak....
"Nyonya Nessa silahkan masuk," seorang Suster memanggil Nessa karena Dokter sudah menunggu nya di dalam ruangan untuk melakukan USG.
"Hmmm, iya sus sebentar...," Nessa melihat Riyu yang kini terdiam saja, raut mukanya berubah drastis sejak Nessa mengatakan kata terakhir yang tidak sengaja di ucapkan nya.
Nessa menarik tangan Riyu untuk menemaninya ke dalam ruangan, meski nampak nya Riyu enggan untuk ikut bersama nya.
"Silahkan nyonya duduk dulu ya, kita cek atensi darah nya," perintah Dokter yang kini sedang sibuk menyiapkan sebuah alat yang berfungsi untuk mengecek darah pasien dimana hasilnya bisa menentukan darah seseorang rendah atau tinggi.
"100/90 ini sepertinya nyonya lagi banyak pikiran ya," terka Bu dokter melihat hasil darah Nessa yang rendah, dari data normal biasanya 110/90.
__ADS_1
"Apa ada hal yang nyonya pikirkan selama hamil?! tanya dokter kembali,
"Hmmm...ti...tidak dok, akuuu baik-baik saja kok," ucap Nessa mencoba berbohong, meski ada banyak masalah dalam kehidupan nya, bukan berarti harus menjadi go publik, bagi Nessa biarlah itu hanya orang terkasih saja yang terlibat.
"Ya sudah, nanti saya akan memberikan resep penambah darah agar si bayi tetap sehat dalam kandungan," ucap Bu dokter dengan menulis resep di sebuah kertas khusus obat.
"Iya dok," Nessa hanya bisa setuju saja, sedangkan Yoga lebih memperhatikan apa yang di katakan oleh dokter.
"Sekarang nyonya berbaring ya di sana," perintah Dokter saat Suster sudah menyiapkan alat USG nya.
"Ayo tuan nya boleh mendampingi nyonya Nessa," ucap Bu Dokter yang mengira Yoga adalah suami Nessa.
"Eh... sa...saya di sini aja dok," Yoga merasa itu sudah terlalu berlebihan, dirinya belum punya hak untuk itu.
"Loh gak apa-apa tuannya kan jadi bisa tahu kondisi sang buah hati dan ibunya," ucap dokter dengan tersenyum.
"Oh gitu ya, kalau begitu baiklah," Yoga mau tidak mau menyetujui permintaan dokter untuk menemani Nessa di dalam.
Para suster pun menyuruh Nessa untuk membuka pakaian pada bagian perut yang akan di lakukan USG. Nessa pun menuruti perintah suster tersebut, hanya saja di situ ada Yoga yang ikut memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh suster. Nessa tampak canggung saat suster sudah menaruh ultra sound gel di atas perut nya yang kini terlihat sudah membuncit. ultra sound gel berbentuk jelly yang berfungsi untuk pemeriksaan bagi pasien yang melakukan USG.
"Astaghfirullah, aku gak boleh melihat ini," Batin Yoga saat melihat dengan jelas perut Nessa yang kini sedang di olesi Gel sebelum lanjut ke tahap selanjutnya.
"Ya ampun dingin ya rasanya," batin Nessa sat baru pertama kali nya merasakan gel tersebut.
"Tuan boleh coba mengoleskan gel nya," saran suster yang kini memberikan gel itu kepada Yoga.
"Sa...saya suuus??? Yoga bagaikan tersambar petir, ini adalah permintaan yang tidak mudah bagi Yoga, keringat dingin pun mulai mengucur deras.
__ADS_1
Happy reading 😍