MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB.37


__ADS_3

Happy reading 😍


Tuuut...tuuut...tuuuut...


Randy melihat handphone nya, Selvy melakukan panggilan video call, Randy pun mengangkat nya.


"Sayang, tolongiiiin cepat sini, aku takut niiih," ucap nya dengan wajah memelasnya,


"Dari mana kamu," jawab Randy dengan entengnya,


"Nanti aku ceritakan, sekarang jemput aku dulu, sumpah aku sendirian di sini yang," peri Tah Selvy dengan menengok kanan kiri nya.


"Tunggu saja, anak buah ku akan datang," Randy mematikan handphone nya.


"Hmmm, apa yang dia lakukan," Randy tidak mengetahui kalau Selvy pergi menjumpai istrinya.


"Gue harus pulang, sudah larut juga, kasihan Nessa kalau menunggu terlalu lama," batinnya setelah melihat jam tangannya.


Randy pun membereskan barang milik nya, lalu keluar dari ruang kerjanya dan menuju mobilnya, Selang beberapa menit, Randy sudah sampai di rumah orang tua Nessa, begitu pun dengan mobil Yoga, kedua mobil berhenti secara berhadapan, Yoga berada di jalur kanan, sedangkan Randy berada di sisi lainnya, jalur kiri.


"Siapa ituu??? Randy turun dari mobilnya untuk menghampiri mobil yang ada di depannya.


Yoga membuka kacanya dan tersenyum ke arah Randy yang baru saja akan mengetuk kaca mobil. Di lihat nya Nessa yang sedang tertidur, Randy melihat lagi ke arah Yoga dengan tatapan tidak suka. akhir-akhir ini Nessa sering pergi dengan Asisten nya itu. dan Randy di sibukkan dengan urusan Selvy yang meminta untuk menikahi nya karena sedang hamil.


"Buka kuncinya, aku turunkan dia," ucap Randy dengan nada sedikit sinis kepada Yoga.


Yoga menuruti keinginan Randy, setelah terbuka Randy pun berputar arah menuju ke arah Nessa, setelah pintunya terbuka, Randy hendak menggendong istrinya, namun Nessa terbangun dan langsung mendorong Randy.


"Jangan sentuh aku mas," ucap Nessa dengan nada tinggi. dirinya tidak mau lagi melihat wajah Randy yang penuh dengan kepalsuan.


"Ness, ada apa ini?! Tanya nya, Nessa bahkan melarang dirinya untuk menyentuh istrinya sendiri.


"Pergiiiiii....," Nessa benar-benar marah kepada Randy, pertemuan nya dengan Selvy sudah membuat dirinya tidak bisa mengontrol emosi nya. Apalagi saat melihat suaminya yang seakan tidak bersalah, dan dengan polos nya berkata ada apa ini, padahal dirinya lah penyebabnya.


Nessa turun saat suaminya sudah menjauh darinya, begitu pun dengan Yoga yang menjadi saksi pertengkaran suami istri itu. bunda dan Ayah pun keluar rumah ketika mendengar ada kegaduhan di rumah mereka. Bunda menghampiri Nessa yang hampir menangis dan memeluknya, bunda tahu pasti ada masalah yang besar hingga dirinya semarah ini.

__ADS_1


"Kenapa ini nak," bunda memeluk Nessa dan mengusap lembut rambut nya.


Bunda menatap Randy dan Yoga secara bergantian. sedangkan Nessa langsung terdiam saat kedua orang tuanya menghampiri nya. bunda kini menatap Randy, bunda tahu penyebab anaknya seperti ini pasti ada kaitannya dengan suaminya sendiri.


"Kalian masuklah, kita bicarakan di dalam," ucap bunda. Bunda memapah Nessa dengan hati-hati, Disaat kedua perempuan sudah masuk, kini tinggallah tiga orang pria yang saling berhadapan.


"Masuklah dan berikan penjelasan yang masuk akal, dan benar adanya," ucap pak Nirwan dengan sedikit dingin. dia masih mencoba mengontrol emosi nya karena penyakit jantung nya bisa saja kumat setiap waktu.


Iya pah," Randy pun duluan masuk saat bertatapan langsung dengan Yoga,


"Hmmm, sudah saatnya ya," ucap pak Nirwan dengan menghela nafas.


Yoga yang masih bersamanya mendengar apa yang dikatakan oleh pak Nirwan barusan. namun Yoga tidak terlalu paham dengan maksud dari kata-kata pak Nirwan.


"Maksud nya Om?! Tanya nya, rasa penasaran menguasai dirinya, Yoga merasa pak Nirwan mengetahui sesuatu yang dia tidak ketahui.


"Ada istilah, bangkai yang di sembunyikan rapat-rapat sekalipun, Lama kelamaan akan tercium juga aroma busuknya," ucap pak Nirwan dengan tersenyum kecut.


"Ya.... hmmm Om mengetahui bila Randy...," Yoga tidak meneruskan kata-katanya, dia tidak ingin pak Nirwan terkena serangan jantung saat mendengar bahwa menantunya sudah selingkuh dari anaknya Nessa.


"Sejak kapan Om," tanya Yoga lagi, dia semakin penasaran dengan pak Nirwan yang masih bersikap tenang saat mengetahui nya.


"Sejak lama, semenjak mantan Randy menghadiri pernikahan mereka," ucap pak Nirwan.


"Lalu kenapa om membiarkan Randy menyakiti Nessa," ucap Yoga, tidak di sangka orang tua Nessa sudah menyadarkan nya sejak awal.


"Karena Nessa yang berhak menghakimi suaminya dan memberi hukuman atas kesalahan nya," terang pak Nirwan dengan tersenyum.


"Lagi pula, sudah ada yang datang menjaga dirinya," Pak Nirwan melihat ke arah Yoga dengan mengedipkan matanya dan tersenyum ke arah nya.


"Ma... maksud om," Yoga pura-pura tidak memahami apa yang dimaksud penjaga Nessa.


"Sebaiknya kita masuk, jangan sampai membuat bunda menunggu," ajak pak Nirwan kepada Yoga.


"Iya om," Yoga mengikuti langkah pak Nirwan.

__ADS_1


Nessa duduk bersebelahan dengan bunda dan masih memeluk bundanya. sedangkan Randy duduk berseberangan dengan Nessa, Nessa enggan berdekatan dengan suaminya lagi, pertahanan nya sudah hancur lebur. kini semua orang akan mengetahui apa yang selama ini dia tutupi demi mempertahankan rumah tangga yang baru saja dia bangun.


Pak Nirwan pun masuk bersama Yoga dan ikut duduk bersama. Randy merasa tidak senang dengan kehadiran Yoga di dalam keluarga nya.


"Pah, sepertinya dia hanya orang asing, tidak harus bergabung dengan kita di sini," ucap Randy dengan tatapan sinis.


"Dia bukan orang asing, dia yang akan menjaga Nessa di masa depan," ucap pak Nirwan dengan tersenyum.


Randy sontak terkejut dengan apa yang di katakan oleh mertuanya, menjaga Nessa di masa depan?!, apa sebenarnya yang mertuanya maksud.


"Maksud papa itu menjadi Asisten Nessa, seperti itu?!, tanya Randy dengan mimik wajah yang serius.


"Bukan hanya sebagai asisten, tapi sebagai suaminya," terang pak Nirwan dengan tersenyum kecil.


Nessa dan bunda terlihat kaget mendengar apa yang di katakan pak Nirwan, apalagi Randy yang langsung berdiri dan geram. suami di masa depan, bukannya dialah suami Nessa,


"Ini tidak lucu pah," Randy mencoba tertawa, dia pikir mertuanya sedang Menggoda nya dengan leluconnya.


"Hmmm, bukannya kamu sendiri sudah punya calon istri masa depan," tanya pak Nirwan dengan masih bersikap tenang.


"Istri masa depan ku ya Nessa pah," ujar nya


POK...POK...POK...


Seseorang masuk dengan membawa beberapa kertas berwarna coklat lalu menyerahkan kertas itu ke tangan pak Nirwan.


"Ini adalah istri masa depan kamu, bukankah itu keinginan kamu," Pak Nirwan melempar kan kertas itu tepat ke wajah Randy.


"Apa ini pah," tanyanya.


"Lihat saja...


Randy membuka kertas itu, betapa terkejutnya dirinya, isi di dalamnya adalah berbagai foto dirinya dengan Selvy, bahkan semua yang dia lakukan dengan Selvy terekam dengan sangat jelas. Randy lupa siapa Ayah Nessa, seorang bangsawan yang mempunyai banyak mata mata dan orang kepercayaan. kini dirinya sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa...


Happy reading 😍

__ADS_1


"


__ADS_2