
Happy reading 😍
Hai readers, sebelum meneruskan ke 2R author mau mengucapkan terima kasih banyak atas atensinya kepada author ya, pokoknya terima kasih banyak atas dukungan nya, yang membuat author selalu berusaha menjadi lebih baik lagi ke depan nya.
Next....
"Ya sudah, kami pamit ke Villa kami ya, tidak terlalu jauh kok, bahkan mungkin sekarang bisa di bilang kita ini adalah tetangga," pak Faisal menatap Randy. pak Faisal paham sekarang kenapa Randy sangat memaksanya untuk berlibur dan sungguh pak Faisal tidak mengerti apa tujuan dari anaknya itu.
Namun pak Faisal tetap akan mengawasi anaknya secara diam-diam bila berani melakukan hal bodoh lagi yang akan berimbas kepada perusahaan nya.
"Jangan sampai kau berniat buruk nak, karena kesempatan untuk mu sudah tidak ada lagi," batinnya.
Karena pak Nirwan sudah memberikan ultimatum. dan tidak ada kesempatan kedua bagi Randy yang sudah sangat mengecewakan besannya itu. namun Randy masih saja ingin menjadi bagian keluarga istrinya yang sudah jelas-jelas sebentar lagi akan berpisah.
"Baiklah, silahkan...," pak Nirwan tidak ingin merusak suasana dengan mengungkit masa lalu. selama keadaan masih terkendali. cukup memantau saja untuk saat ini. karena pak Nirwan tidak akan memberikan kesempatan kedua kepada Randy sang pengkhianat, yang sudah jelas mengkhianati putri kesayangannya.
"Siaaal... dia pasti berencana untuk mendekati Ruby lagi," batin Yoga dengan menahan amarahnya kepada Randy yang selalu curi pandang ke arah Nessa.
Ingin rasanya Yoga memukul wajahnya yang kini memandang wajah Ruby, namun Yoga mesti harus banyak bersabar untuk saat ini, dia harus menahan rasa cemburunya yang terpampang nyata.
"Yoga... kita lihat saja, gue pasti bisa mendapatkan istri gue kembali," batin Randy dengan menatap ke arah Yoga yang membalas tatapan Randy dengan tatapan nya yang memancarkan aura yang menakutkan.
"Ayo kita harus segera pergi," pak Faisal pun mengajak Randy untuk segera pergi dan meninggalkan keluarga pak Nirwan.
Randy pun menuruti perintah pak Faisal untuk saat ini, meski dirinya enggan untuk beranjak dan masih betah berlama-lama. setelah keduanya pergi Pak Nirwan pun memerintahkan kepada anak buahnya untuk terus mengawasi gerak-gerik mereka.
"Ya sudah ayo kita masuk," bunda lalu mengajak Nessa dan yang lainnya untuk segera masuk dan beristirahat di dalam.
Pak Nirwan pun menyetujui nya, mereka semua pun langsung masuk dan tentu nya akan mempersiapkan makan malam sebelum benar-benar beristirahat.
Yoga mengantar Nessa sampai ke pintu kamarnya, Yoga menurunkan tas milik Nessa yang berat sekali untuk ukuran seorang wanita seperti Nessa. untung saja Yoga yang membawa nya bukan Nessa. punggung nya saja kini terasa sangat pegal.
"Ini aku bawain ke dalam ya," pinta Yoga dengan tersenyum.
"Iya... terima kasih dan ini...
__ADS_1
Nessa kini yang melepaskan tas Yoga dari punggungnya. dan menyerahkan nya kepada sang pemilik yang kini menatap dirinya.
"Ini ku kembalikan," Nessa memegang tas itu lalu menyerahkan nya kepada Yoga.
"Iya... terima kasih ya," Yoga tersenyum melihat Nessa yang kini bisa bersikap lebih baik daripada tadi.
"Hmmm...jadiiiiii....," Yoga kini malah kebingungan dan merasa canggung untuk berbicara seperti biasanya.
"Jadiiiiii apaaa???
Nessa penasaran dengan apa yang akan di sampaikan Yoga kepada nya.
"Jadiiiiii....kitaaaa....," Yoga benar-benar tidak bisa merangkai kata-kata lagi karena Nessa malah terus menatap nya.
"Ya...kita kenapa???
Nessa kini benar-benar begitu dekat dengan Yoga, membuat konsentrasi sang pria itu hilang seketika karena pesonanya.
"Kitaaaa... baikan kan," akhirnya Yoga dapat menyelesaikan kalimatnya dengan susah payah. Yoga berharap bisa seperti biasanya dan bersenda gurau dengan Nessa yang tidak lain adalah Ruby.
Nessa merasa canggung dan malu saat mengatakan nya. jujur Nessa juga sudah lelah dan tidak bisa berlama-lama marah kepada Yoga yang tidak lain adalah Riyu.
"Serius??? Yoga seakan tidak percaya bahwa kini Nessa sudah tidak lagi marah kepadanya.
"Iya...maaf ya...," Nessa menjadi tidak enak hati melihat Yoga yang begitu nelangsa saat dia mengabaikan nya selama dua hari ini.
"Yeeees...," Yoga begitu gembira mendengar Nessa yang kini sudah memaafkan dirinya.
"Thanks ya sudah mau memaafkan ku," ucap Yoga dengan memegang kedua tangan Nessa dan menaruhnya di dadanya yang kini begitu bergetar dan berdetak lebih cepat, kini Nessa bisa merasakan detak jantung sang pemilik.
CUP...
"Good night...
Nessa memberikan sebuah kecupan hangat di pipi kanan Yoga sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar nya dan menutup pintu nya.
__ADS_1
Di balik pintu Nessa tersenyum lega, akhirnya dirinya bisa menyentuh pria itu meski hanya pipi saja untuk malam ini.
Sedangkan Yoga masih terpaku akibat serangan dadakan dari Rubynya. seakan jantung nya tidak lagi berdetak, bahkan kini juniornya malah ikut bangkit dan terbangun, untungnya Nessa sudah masuk, sungguh berbahaya bagi nya. setiap sentuhan Ruby pasti membangkitkan gairah nya, Yoga harus bisa menahannya untuk tidak memakan Ruby.
Sedangkan di dalam sana Nessa merasakan hal yang sama, detak jantung nya pun berpacu lebih cepat, apalagi otaknya sudah traveling kemana-mana saat menyentuh setiap lekuk tubuh Yoga.
Mulai sekarang Nessa berjanji akan percaya kepada pria itu, dan tidak akan ngambekan lagi seperti anak kecil. siapapun yang mengaku mengenal kekasih nya maka Nessa akan memberitahu kan kepada Dunia tentang hubungan nya itu.
"GOOD NIGHT RUBY...
Yoga pun pergi dari depan pintu menuju ke kamarnya yang tidak terlalu jauh dari kamar Nessa. Yoga langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, begitu pun dengan Nessa. keduanya kini sedang memikirkan sesuatu yang membuat keduanya tersenyum sendiri.
"Yah, sepertinya mereka sudah lebih baik ya," ucap bunda yang ikut merasa lega melihat kedua nya sudah tidak lagi seperti Tom and Jerry.
"Ya... sebaiknya bunda juga istirahat ya," ucap pak Nirwan dengan menuntun bunda menuju kamar mereka.
Karena merasa lelah, makan malam pun di antarkan ke kamar masing-masing malam ini semua orang bisa terlelap dengan perasaan masing-masing. pak Nirwan masih kepikiran kedatangan Randy dan pak Faisal yang kini berada satu lingkungan. untuk saat ini pak Nirwan belum memikirkan rencana karena tubuhnya sangat lelah.
KRRIIIIING
Jam weker yang ada di atas meja Nessa bergetar pada pukul yang sudah di tentukan oleh Nessa.
"Hoaaam, sudah pagi yaa...
Nessa melihat jam nya yang kini menunjukkan pukul empat dini hari, Nessa mematikan jam weker yang masih bergetar dan berbunyi cukup keras. Nessa segera bangkit dan menuju kamar mandi. tak lama Nessa melakukan ritual mandi di pagi hari sepertinya kebiasaan nya di rumah.
Setelah selesai mandi, Nessa memilih pakaian t-shirt putih dengan celana panjang untuk berolahraga pagi. karena Nessa tahu udara pada jam segini pasti begitu menyejukkan. namun sebelum itu dia sempat kan membuat sarapan pagi untuk seluruh penghuni Villa tanpa terkecuali.
Apalagi untuk Riyuu, Nessa membuat Sandwich khusus untuk Riyu...
Nessa menuju kamarnya Riyu, Nessa mencoba mengintip di balik pintu yang sedikit terbuka,
"Kemana Riyuuu???
Happy reading 😍
__ADS_1
"