
Happy reading 😍
"Ada dia kamu pasti suka kan?" batin Nessa.
"Tidak... aku tidak senang kok," batin Yoga.
"Bohong... dasar pria sama saja" batin Nessa.
"Percayalah Ruby" batin Yoga dengan menatap Yoga secara intens.
"Perkenalkan ini sahabat Randy," ucap Randy dengan mengenalkan Yuri kepada Semua orang.
"Halooo semuanya" Yuri melambaikan tangannya dengan tersenyum.
"Halooo, selamat bergabung nak," Pak Faisal tersenyum lalu menatap tajam ke arah Randy. padahal pak Faisal tidak ingin ada orang luar yang masuk ke dalam pestanya.
"Iya pah, terima kasih," Yuri tersenyum kecil, matanya tidak luput Melirik ke arah Yoga yang selalu ada di samping Nessa.
Pak Nirwan dan bunda hanya tersenyum saja, sedangkan Nessa menatap tajam ke arah Yuri lalu bangkit dari tempat duduknya, untuk menghampiri Yoga yang kini sedang sibuk memasak bahan mentah barbeque.
"Aku bantu ya," pinta Nessa kepada Yoga yang kini melihat ke arah nya.
"Sebaiknya kita cepat memasaknya, agar cepat bisa pulang," ujar Yoga dengan mengambil bahan yang akan dia olah menjadi barbeque.
"Iya, aku juga gak mau terlalu lama di siniiii," bisik Nessa saat melihat Yuri yang terus curi pandang kepada Yoga.
Acara pun berlanjut. Yuri pun ikut memasak sendiri Barbeque yang sudah dia pilih sendiri.
lama kelamaan Yuri mendekati tempat Yoga untuk membakar barbeque dengan alasan stand miliknya apinya terlalu kecil sehingga lama untuk matang.
"Ga...aku boleh numpang ya, soalnya punyaku apinya kecil," ujar Yuri dengan membawa bahan barbeque nya.
"Silahkan pake saja," ucap Yoga dengan nada datar.
"Wah baguslah," Yuri nampak gembira karena Yoga mengizinkan nya untuk memakai alat yang baru saja Yoga gunakan.
Yoga dan Nessa sudah selesai, mereka pun membawa hasilnya yang mereka masak ke meja di mana terdapat bunda dan pak Nirwan yang sedang menunggu.
__ADS_1
"Ish, kok di tinggal sih," Gerutu Yuri. alhasil Yuri memasak sendiri dengan wajah yang cemberut. Randy pun menghampiri Yuri dan berbisik.
"Santaai, kita gunakan cara B gimana?! bisik Randy yang kini berpura-pura membantu Yuri.
"Baiklah, aku sudah siap," bisik Yuri dengan tersenyum licik.
Setelah barbeque habis, Randy dan beberapa pelayan sudah menyiapkan makanan penutup, beberapa kue dan jus kaleng.
"Silahkan bunda dan semuanya, anggap saja ini sebagai tanda ucapan terima kasih Randy karena kalian sudah mau hadir di sini," ucap Randy dengan menaruh jus kaleng yang dia bawa sendiri di atas meja.
"Terima kasih nak," bunda mencoba kue yang baru saja mendarat, dan rasa nya sungguh lezat dan pas di lidah bunda. namun membuat seret di tenggorokan otomatis bunda pun mengambil jus kaleng yang sudah terbuka dan terdapat sedotan di atas nya. bunda langsung meminum nya sampai habis. berbeda dengan Nessa. Yoga melarang Nessa memakan kue itu. apalagi jus kaleng yang sudah terbuka. Yoga kini waspada dan harus lebih jelly lagi.
"Enak ituuu Riyuuu," bisik Nessa yang kini harus menahan air liurnya agar tidak ngeces.
"Jangaaan... nanti aku ganti yang lebih enak tiga kali lipat ya," bisik Yoga dan berupaya membujuk Nessa agar tidak menyentuh nya sama sekali.
Yoga meminum jus kaleng setelah menukarnya dengan milik Nessa, tidak ada yang terjadi, Yoga kini meminum jus kaleng yang masih ada di tangan Nessa dan langsung menghabiskan nya.
"Ihhhh Riyuuu.... lah diembat semua," protes Nessa saat Yoga menghabiskan dua buah jus kaleng sekaligus.
"Sorry... aku haus," ucap Yoga dengan menatap tajam ke arah Randy yang kini membalas dengan tersenyum.
PING...
Tiba-tiba lampu padam, seketika semua gelap gulita, bunda dan Nessa yang duduk sedikit berjauhan sedikit kaget.
"Yah... Kenapa ini?! tanya bunda kepada pak Nirwan. bunda tidak bisa melihat apapun.
"Sabar ya, kami sedang mengecek nya," ucap pak Faisal yang kini tidak terlihat juga.
"Tenang saja bunda, kita lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya," ucap pak Nirwan yang kini menegang bunda dengan erat.
"Nessa...Nesssa...
Bunda mencoba memanggil nama putrinya, namun tidak ada jawaban sama sekali. Tentu saja bunda menjadi panik.
"Nessa kemana yah?! bunda terdengar panik karena Nessa tidak ada di tempatnya kini.
__ADS_1
"Nessa aman kok bunda," ucap Pak Nirwan yang lagi lagi tersenyum dan tidak sabar menunggu adegan selanjutnya.
BIIIIF
Lampu pun kembali menyala. bunda bisa tenang karena bisa melihat kembali wajah suaminya dengan jelas. Namun kini keadaan
tidak serame pas awal acara karena beberapa orang tidak ada di hadapan bunda, terdengar samar-samar suara di kamar atas.
"Yah, ini Nessa sama Yoga kemana?! bunda baru menyadari bila Nessa dan Yoga tidak ada bersama mereka.
"Mungkin besan kita mengetahui jawaban nya," pak Nirwan kini menatap ke arah pak Faisal yang kini sudah berkeringat dingin.
"Sa...saya juga tidak tahu kemana anak-anak kita, lihatlah Randy juga tidak ada kan," Pak Faisal berusaha untuk membela diri nya. sungguh untuk kali ini dirinya tidak tahu bila akan terjadi hal seperti ini. ini diluar kendali nya. tapi satu hal yang pasti. ini adalah bagian dari rencana anaknya Randy.
"Kalian periksa setiap ruangan," perintah pak Nirwan saat melihat kedatangan beberapa anak buahnya yang sudah berjaga-jaga di luar Villa.
"Siap bos...," para anak buah pak Nirwan menyusuri setiap sudut ruangan, dapur, dan beberapa kamar tamu dan ternyata kosong melompong.
Pak Nirwan sengaja menyuruh anak buahnya yang mencari. pak Nirwan tidak ingin mengotori pandangannya. biarkan mereka yang bekerja dan mencari sekaligus menjadi saksi.
"Aman bos, tidak ada hal yang mencurigakan," ucap para anak buahnya.
"Kalian yakin sudah aman?! Pak Nirwan tampak ragu dengan kata aman yang baru saja di katakan pada anak buahnya.
"Kita belum selesai, masih ada kamar di atas bukan," tanya pak Nirwan kepada pak Faisal.
"I...iya pak, kalian silahkan memeriksa nya juga," ucap pak Faisal, meski pak Faisal tidak mengerti dengan tindakan yang dilakukan oleh pak Nirwan.
Para anak buah pak Nirwan pun langsung menuju kamar atas dengan menaiki tangga. sampai di suatu kamar yang terkunci dan terdengar suara-suara yang begitu erotis, dan saling bersahutan. sepertinya ada pergulatan di dalam sana. suaranya begitu keras hingga terdengar oleh orang yang berada di luar dan kini para anak buahnya pak Nirwan sudah menebak sedang apa mereka di dalam sana.
"Eeeemmhn... lebih cepat sayang...
Suara ******* demi ******* sungguh membuat semua para anak buah pak Nirwan enggan untuk mengecek ke dalam. pasti di dalam sana, ada dua sejoli yang tengah bercocok tanam, tanpa benang satu helai pun.
"Ada apa???
Pak Nirwan bertanya kepada anak buahnya yang turun dengan muka tegang.
__ADS_1
"It....ituuu... boooos... anuuuu....
Happy reading 😍