
Happy reading 😍
"Bunda... apa kita memang harus pergi?! tanya Nessa kepada bunda dengan mimik muka serius. Nessa kurang menyetujui tentang rencana malam ini yang akan menghadiri pesta barbeque di villa Randy. dan itu artinya dia akan berjumpa dengan Randy sepanjang malam, lalu bagaimana dengan perasaan Yoga??? Nessa tidak ingin menyakiti Yoga tanpa menyentuh nya.
"Hanya hari ini saja sayaang, anggap saja ini adalah ucapan terima kasih bunda kepada nak Randy" jawab bunda , meski sebenarnya bunda juga cukup berat dengan keputusan nya ini. apalagi melihat Nessa dan Yoga yang kini semakin dekat. tapi di sisi lain, bunda tidak enak menolak tawaran Randy. semoga saja apa yang dia putuskan adalah hal terbaik.
"Baiklah bunda," Nessa mau tidak mau menyetujuinya, karena dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Nessa harus mengikuti apa yang di inginkan Randy.
DI TEMPAT LAIN...
Randy membei tahukan kepada Ayahnya tentang rencana malam ini, pak Faisal awalnya tidak menyetujui ide Randy itu. namun Randy terus membujuk dan berjanji tidak akan macam-macam hanya acara makan malam biasa saja. tidak ada maksud lainnya.
"Please lah pah... boleh yah" Randy terus merengek seperti anak kecil yang sedang meminta di belikan mainan.
"Baiklah hanya untuk kali ini saja, tapi ingat jangan berbuat onar," ucap pak Faisal dengan sedikit mengancam Randy.
"Iya pah, tenang saja," Randy tersenyum senang, akhirnya satu persatu rencananya berjalan dengan lancar.
DI KAMAR YOGA...
"Kenapa Ruby??? Yoga merasa risih saat Nessa menatap dirinya tanpa berkedip.
"Riyuuu... aku..." Nessa bingung harus bagaimana menjelaskan kalau Nessa takut menyakiti perasaan nya bila tetap pergi ke acara Randy malam ini.
"Jadi itu yang sejak tadi kamu pikirkan ya Ruby," Yoga terkekeh geli mendengar apa yang di katakan oleh Nessa.
"Heem Riyuuu, ih malah ketawain aku siiih," Nessa cemberut saat Yoga malah menertawakan dirinya.
"Aku akan baik-baik saja kok," jawab Riyuu dengan tersenyum. Yoga tidak menyangka kalau Nessa sangat mengkhawatirkan dirinya.
"Kamu yakin Riyuuu??? tanya Nessa sekali lagi untuk memastikan bahwa Yoga benar-benar baik-baik saja.
"Heem, asalkan....
__ADS_1
Yoga memberikan syarat kepada Nessa agar dirinya baik-baik saja malam ini.
"Asalkan apa Riyuuu??? tanya Nessa yang semakin penasaran dengan maksud Yoga.
"Asalkan Ruby selalu ada di samping Riyu, maka Riyu akan baik-baik saja, sekalipun melewati jurang yang curam, melewati gunung dan lembah, melewati luasnya samudra Pasifik, atau panas nya sungai lahar, dan dinginnya kutub Utara, Riyu tidak akan Gentar asal ada Ruby di sampingnya," ucap Yoga dengan memberikan banyak istilah dalam setiap kata-kata yang dia keluarkan.
"Gombaaaal...." Nessa terkekeh sambil menarik hidung Riyu.
"Awwww... sakiiit Ruuubyyyy" Yoga memegang hidungnya yang kini terlihat begitu kemerahan.
"Hehehe... biarin, biar kayak Pinokio nooh" ledek Nessa dengan puas.
"Haiiis, mana ada Pinokio seganteng aku laah" ucap Yoga dengan bangga dan memuji dirinya sendiri.
"Hahaha .. dasar Riyuuu iiih," Nessa tertawa lepas mendengar ucapan Riyu.
MALAM HARI YANG DI TUNGGU
Di depan Villa, Randy menunggu kedatangan Nessa bersama keluarga nya.berbagai alat barbeque sudah sangat lengkap. begitu pun dengan berbagai bahan segar untuk di masak seperti daging, jagung,sosis dan berbagai jenis seafood yang masih segar. tidak lupa juga Randy menyiapkan Wine kadar rendah namun dengan kualitas harga yang di bilang tidaklah murah untuk dia berikan kepada pak Nirwan. dan Randy juga mempunyai surprise untuk Yoga nantinya.
Randy terperanjat mendengar ada yang sudah menekan bell nya. Randy menghampiri pintu setelah merapikan pakaian nya, Randy membuka pintunya.
Tampaklah pak Nirwan dan bunda di barisan depan, dengan menggandeng tangan bunda, dan Nessa berada di belakang kedua nya. Nessa pun menggandeng tangan Nessa dengan erat.
"Welcome baby" batin Randy. Randy begitu terpesona ketika melihat Nessa yang selalu terlihat cantik di matanya meski Nessa hanya memakai pakaian casual saja. Yoga menghalangi Nessa agar Randy tidak terus menatap nya.
"Hmmm... mari masuk semuanya," Randy tersenyum akhirnya yang di tunggu sejak tadi sudah tiba.
"Selamat datang pak Nirwan dan family" Pak Faisal muncul untuk menyambut tamu istimewa nya malam ini.
"Ya, terima kasih atas undangan nya" ucap pak Nirwan dengan memeluk pak Faisal sahabat nya itu.
"Kalau begitu pesta ini bisa kita mulai sekarang" ucap pak Faisal dengan menjentikkan jarinya.
__ADS_1
Tak berapa lama, dua pelayan paruh baya membawa kan beberapa gelas minuman yang terdiri dari berbagai pilihan. pak Nirwan tahu minuman ini mempunyai kadar alkohol yang berbeda, sesuai dengan warna dan juga aromanya.
"Sepertinya para wanita tidak meminum minuman beralkohol apalagi Nessa yang tengah mengandung," ucap pak Nirwan dengan tegas lalu menatap Randy dengan tajam. pak Nirwan tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti putrinya lagi dan lagi.
"Oh, tenang saja pak, untuk bunda dan Nessa pasti ada minuman yang aman dan sehat," jawab Randy yang kini menyuruh pelayan mengganti semua nya dengan minuman yang bisa di nikmati oleh bunda dan Nessa.
Yoga tetap waspada, apa yang di lakukan Randy sejengkal saja tidak akan lepas dari pantauan nya.
"Sambil menunggu, bagaimana bila kita langsung saja ke halaman belakang dan mulai membakar bahan-bahannya, ucap Randy dengan tersenyum dan siap menjadi petunjuk arah bagi semua orang.
Semua orang pun mengikuti langkah Randy dan pak Faisal. Randy sengaja berjalan di belakang agar bisa memperhatikan Nessa, namun Yoga tidak memberi celah sedikitpun.
"Kamu dan bunda duduk saja ya, biar aku yang memasak semuanya" ucap Yoga dengan menuntun bunda dan Nessa ke tempat duduk yang sudah tersedia.
"Iya, terima kasih ya Riyuuu," Nessa mengecup pipi Riyuu sekilas, Nessa tersenyum lega karena Riyuu bisa bersikap dewasa dan bisa mengendalikan emosi nya.
Sebenarnya Nessa ingin sekali memasak semua bahan, tapi mengingat ada Randy di sana, Nessa pun mengurungkan niatnya itu, Nessa sungguh malas sekali melihat wajah Randy.
"Selamat malam semuanya...
Semua orang melihat ke arah suara itu, seorang perempuan dengan memakai pakaian sedikit terbuka di atas dua benda kenyal hingga nampak transparan, sungguh akan membuat semua para pria hidung belang menelan Saliva nya. sayang nya dirinya telah salah tempat, tidak ada yang melirik dirinya sama sekali terkecuali Randy sendiri sebagai tuan rumah yang sudah mengundang nya.
"Malaaam Yurrriii, welcome my home,' Randy
menyambut kedatangan Yuri dengan tersenyum kecil,
"Thanks ya sudah di undang ke acara ini," ucap Yuri kepada Randy. matanya langsung menuju ke arah Yoga yang tidak menatap nya sama sekali. Yoga sedang sibuk berbicara dari hati ke hati dengan Nessa yang sepertinya kini sedang cemburu karena wajahnya merah padam dan menatap Yoga dengan lekat.
"Ada dia... kamu pasti suka kan?! batin Nessa
"Tidak... aku tidak senang kok" batin Yoga.
"Bohong... dasar pria sama saja" batin Nessa.
__ADS_1
"Aku tidak bohong, percayalah Ruby," batin Yoga yang kini menatap Nessa dengan intens.
Happy reading 😍