MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB.53


__ADS_3

Happy reading 😍


Yoga hendak membantu Nessa membawa kan tas milik Nessa, namun dengan cepat Nessa menepis tangan Nessa.


"Aku bisa sendiri," Nessa mengambil tas miliknya dan menggendong nya dengan susah payah.


Namun dengan cepat Yoga mengambil alih tasnya.


STOP...


Nessa tidak ingin Yoga benar-benar menggendong nya. tentu saja dirinya akan malu sekali bila dirinya keluar dengan cara seperti itu.


"Soo... mau kan membawa ini," Yoga menyerahkan tas nya yang cukup ringan dengan tersenyum. Kini Nessa tidak mempunyai pilihan selain mengikuti perintah nya. Nessa merampas tas itu dari tangan Yoga dengan kasar. Lagi-lagi dirinya kalah dan harus mengikuti keinginan Yoga. Yoga Hanya tersenyum melihat Nessa yang kini makin marah kepada nya.


Nessa meninggalkan Yoga di belakang dan berjalan menuju mobil ayahnya. dan sepertinya bunda dan Ayah nya sudah berada di dalam mobil.


"Ness... kamu mau kemana??? tanya pak Nirwan saat melihat Nessa yang akan masuk ke dalam mobil nya.


"Ya, mau masuk lah yah," jawab Nessa dengan nada malas, baru saja satu pria membuatnya bad mood kini satu pria yang tak lain cinta pertama nya mulai membuat bad double mood.


"Kamu salah menaiki mobil nak," ucap Bunda yang sudah ada di dalam mobil.


"Salah gimana bunda?! Nessa berpikir dirinya akan satu mobil bersama keluarga nya seperti dulu.


"Itu mobil kamu nak, cepat sana," ucap pak Nirwan dengan menunjukkan mobil Yoga. itu artinya Nessa akan bersama Yoga sepanjang perjalanan ini.


"Serius nih, Nessa tidak boleh bersama kalian," Nessa mencoba ingin tetap bersama keduanya, dan Nessa tahu ini pasti adalah salah satu rencana Ayah dan bunda nya. hingga dirinya harus satu mobil dengan Yoga. biasanya Nessa tidak masalah satu mobil dengan Yoga, namun untuk saat ini dirinya ingin memjauh dulu dari Yoga untuk sementara waktu.


"Ayooo... kalau masih berdiri di situ, kapan kita berangkat sayang," bunda memberikan kode agar Nessa bergegas menuju mobil Yoga agar cepat sampai di lokasi.

__ADS_1


Nessa pun memenuhi permintaan mereka. Nessa berjalan menuju ke arah mobil Yoga, dan dia melihat Yoga sudah menunggu kedatangan nya.


BRRRRAAAK


Yoga cukup terkejut saat Nessa menutup pintu mobil nya dengan sangat keras.


"Apaaa... jalan saja," Nessa mengambil headset dan memasang benda itu ke lubang telinga nya, Nessa mendengar kan lagu dan mengabaikan orang yang tengah memperhatikan dirinya. Yoga pun melajukan kendaraannya tanpa berkata sepatah katapun.


Tak berapa lama,Nessa benar-benar terlelap dengan musik yang masih menyala di handphone nya. Yoga kini sesekali memperhatikan wajah Nessa yang begitu imut saat sedang tertidur seperti itu. Yoga mengelus pipi Nessa dengan lembut.


"Maaf ya, sudah buat kamu seperti ini," batin Yoga, lagi-lagi dirinya membuat Nessa tidak bahagia dan cemburu buta. karena kedatangan Yuri teman masa kecil nya. Ya, Yuri si teman lama yang tiba-tiba saja muncul di saat yang tidak tepat.


Kenapa dia bisa berada di kota yang sama dengan nya. setahu Yoga telah pindah ke luar kota. Dan sekarang dia muncul kembali saat Yoga sudah bersama Ruby. Yoga berharap Yuri tidak lagi muncul di hadapan nya apalagi di hadapan Nessa seperti malam itu.


Bunda dan Ayah memilih Rute perjalanan yang tidak terlalu jauh dan aman bagi Nessa yang sedang hamil, cukup dua jam perjalanan akhirnya bunda dan juga Nessa telah sampai di Villa yang sudah di booking oleh pak Nirwan.


Bunda berhasil turun dengan mulus, bunda juga melihat mobil Yoga yang telah membawa anak perempuan nya telah sampai. bunda langsung menghampirinya dan melihat keadaan Nessa di dalam sana. Yoga pun membuka kaca mobil saat mengetahui bunda yang datang ke arahnya.


"Iya Bun, bunda bisa lihat sendiri," Yoga memundurkan badannya lebih ke belakang agar bunda bisa melihat Nessa yang masih terlelap dengan Alunan musik di handphone nya.


"Syukurlah, jaga emosi nya ya,ibu hamil itu terkadang lebih cenderung sensitif dan tidak bisa mengontrol emosi nya, semoga kamu bisa extra sabar ya menghadapi Nessa," ucap bunda yang mencoba memberikan pengertian kepada Yoga yang mungkin saja pusing dalam menghadapi sikap Nessa.


"Iya bunda, Yoga paham kok," jawab Yoga dengan melihat ke arah Nessa.


"Ya sudah, bunda masuk duluan, kamu bangukan Nessa ya," Bunda pun pergi meninggalkan Yoga dengan perasaan lega saat ini.


"Iya bunda,"Yoga membuka seatbelt nya yang masih melekat di tubuhnya.


"Sayaaaang.... bangun yuuuk...

__ADS_1


Yoga mengelus wajah Nessa dengan lembut, berharap Nessa segera membuka matanya.


"Kita sudah sampai looh," Ucap nya sekali lagi saat Nessa merespon sentuhan nya.


"Hmmmm..


Nessa membuka matanya lalu melepaskan headset nya dan mematikan handphone nya yang kini terasa panas karena on selama perjalanan. Nessa turun dengan segera tanpa melihat ke arah Yoga.


"Hum... sampai kapan kamu bersikap dingin kayak gini Ruby?! batin Yoga yang merasa tersiksa dengan sikap Nessa yang seakan tidak lagi peduli padanya.


Yoga tidak tahu kalau sebenarnya Nessa juga mengalami hal yang sama. Nessa juga merasa tertekan. menurut nya ini lebih baik agar Nessa tidak terluka lebih dalam bila suatu hari nanti tidak ada lagi Riyu di samping nya. Nessa hanya sedang membiasakan diri hidup tanpa Riyu meski ternyata tidak semudah yang dibayangkan. bahkan sangat sulit bagi nya, hidup tanpa Riyu.


"Pak Nirwan... halooo," tiba-tiba ada yang menghampiri keluarga pak Nirwan dan seperti memang begitu familiar.


"Oh... Pak FAISAL...," pak Nirwan tidak mengira bahwa dirinya akan bertemu dengan rekan bisnis nya dan juga besan nya yang sebentar lagi akan menjadi mantan besan.


"Bagaimana kalian bisa berada di sini?! jangan bilang kalau kalian mengikuti kami," selidik pak Nirwan saat dirinya melihat Randy yang tengah berdiri di belakang Ayahnya.


"Tidak...tidak pak Nirwan jangan salah paham, kami tidak mengikuti bapak, ini memang sangat kebetulan bila kita sekarang bisa berjumpa di tempat ini," pak Faisal mencoba mengelak atas kecurigaan besannya.


"Ya ini memang sangat kebetulan, kita bisa berjumpa di sini, tapi percayalah kami juga sudah menyewa sebuah Villa di sini dalam tiga hari ke depan," ucap Randy kepada Besannya.


Yoga memegang tangan Nessa di hadapan Randy namun karena Nessa lagi bad mood, Nessa menghindari Yoga meski ada Randy di sana, yang berstatus masih suami sahnya Nessa.


"Ya sudah kami pamit ke Villa kami ya, tidak terlalu jauh kok, bahkan mungkin sekarang bisa di bilang kita ini adalah tetangga," Pak Faisal menatap Randy, Pak Faisal paham sekarang kenapa Randy sangat memaksanya untuk berlibur. dan sungguh pak Faisal tidak mengerti apa tujuan dari anaknya itu.


Namun pak Faisal tetap akan mengawasi anaknya secara diam-diam bila berani melakukan ini bodoh lagi yang akan berimbas kepada perusahaan nya.


"Jangan sampai kau berniat buruk nak, karena kesempatan untuk mu sudah tidak ada lagi," batinnya.

__ADS_1


Happy reading 😍


__ADS_2